Anggaran Pertahanan sebesar Rp. 36,4 Trilyun terlalu kecil ntuk negara
sebesar Indonesia

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8655


*DEPHAN TUNGGU KEPASTIAN DEPKEU SOAL ANGGARAN PERTAHANAN*

*Jakarta*, *Departemen Pertahanan (Dephan)* hingga kini masih menunggu
kepastian dari Departemen Keuangan (Depkeu) terkait dana sebesar Rp460
miliar yang dipotong dari anggaran pertahanan Tahun Anggaran (TA) 2009.

*Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono* kepada ANTARA di Jakarta,
Senin mengatakan, pihaknya telah berkirim surat kepada Menkeu pada 4
Februari agar anggaran yang dipotong dari anggaran Dephan dikembalikan,
mengingat dana tersebut sangat diperlukan untuk operasional TNI.

"Inti surat tersebut, meminta agar dana sebesar Rp460 miliar diajukan ke
Panitia Anggaran DPR bukan sebagai tambahan anggaran pertahanan, melainkan
sebagai pengembalian secara utuh anggaran pertahanan, khususnya untuk
pengamanan perbatasan, daerah rawan dan pengamanan pulau terluar," katanya.

Tetapi, kata Juwono, hingga kini pihaknya belum menerima kepastian dari
Depkeu apakah dana sebesar Rp460 miliar itu akan dikembalikan atau akan
tetap ditangan Depkeu.

Hingga 2008, alokasi anggaran yang disediakan negara untuk sektor pertahanan
tergolong rendah. Pada 2000, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar
Rp10,5 triliun, yang meningkat secara perlahan hingga pada setahun silam
berjumlah Rp36,4 triliun.

Pada 2009 pemerintah kembali menurunkan anggaran pertahanan menjadi sekira
Rp35 triliun. Namun, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan anggaran
masing-masing departemen sekitar 3,9 persen anggaran pelayanan publik.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke