http://sains.kompas.com/read/xml/2009/02/12/10113126/beda.suhu.laut.untuk.pembangkit.listrik

*Beda Suhu Laut untuk Pembangkit Listrik*

Kamis, 12 Februari 2009 | 10:11 WIB

*JAKARTA*, KAMIS - Teknologi pembangkit listrik dengan sumber energi
terbarukan dari kelautan mulai dijajaki di Indonesia. Teknologi yang
tergolong sebagai inovasi paling baru dari Jepang itu memanfaatkan beda suhu
laut untuk menggerakkan sistem kerja fluida penggerak turbin. Kelayakannya
operasionalnya kini sedang dikaji di Mamuju, Sulawesi Barat.

"Teknologi itu dikembangkan The Institute of Ocean Energy Saga University
(IOES) di Jepang yang bisa menciptakan peluang besar untuk pembangkit
listrik di wilayah kepulauan seperti di Indonesia, tanpa menghasilkan emisi
yang berdampak pada efek rumah kaca," kata Kamaruddin Abdullah, anggota
Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan (METI) Bidang Surya Termal, Rabu
(11/2) di Jakarta.

Rektor Universitas Darma Persada ini juga menjelaskan, beda suhu laut yang
dibutuhkan hanya 15 derajat celsius antara permukaan dan bagian kedalaman
laut yang berkisar 500 meter sampai 1.500 meter. Dengan suhu permukaan laut
yang relatif konstan di wilayah tropis setinggi 24 derajat celsius itu dapat
dimanfaatkan untuk menciptakan sistem fluida kerja dari amoniak cair.

Pada suhu 24 derajat celsius, amoniak cair akan mendidih dan menghasilkan
tekanan yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin penghasil listrik.
Rangkaian teknologi ini kemudian dikenal sebagai OTEC (Ocean Thermal Energy
Conversion).

Secara terpisah, Yasser Rahman selaku pihak swasta yang akan mengembangkan
teknologi OTEC di Mamuju menyatakan, kapasitas produksi listrik yang
direncanakan mencapai 100 megawatt. "Produk utamanya nanti bukan listrik,
tetapi hidrogen. Sekarang masih dalam proses studi kelayakan," kata Yasser.

Menurut dia, Mamuju berada di Selat Makassar yang memiliki jalur perairan
internasional. Sasaran produksi hidrogen mengantisipasi kebutuhan sumber
energi ramah lingkungan di masa mendatang dengan teknologi fuel cell atau
sel bahan bakar yang menghasilkan air murni.

Nawa Tunggal


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke