http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/02/12/2157569/perawat.bikin.nama.indonesia.populer

*Perawat Bikin Nama Indonesia Populer
*
Kamis, 12 Februari 2009 | 21:57 WIB

*TOKYO*, KAMIS — Kehadiran para perawat (nurses) dan caregivers (perawat
bagi kaum lanjut usia) asal Indonesia kini semakin memopulerkan Indonesia
yang sebelumnya hanya dikenal sebagian publik Jepang. Baru pertama kali
inilah Jepang menerima tenaga profesional perawat asing.

Demikian pernyataan yang disampaikan Dirut The Association for Overseas
Technical Scholarship (AOTS) Kazuo Kaneko, dalam acara penyerahan sertifikat
kelulusan bahasa Jepang kepada 25 perawat Indonesia di Tokyo Kenshu Center
(TKC), Tokyo, Kamis (12/2). "Dari kalianlah sekarang ini banyak orang Jepang
yang mengenal Indonesia. Saat bertugas nanti, buatlah semuanya menjadi teman
baik. Sekali lagi selamat jalan," kata Kaneko.

Acara serupa (yang diliput secara luas oleh media massa Jepang) juga
berlangsung serentak di Kansai Kenshu Center (KKC), Osaka, dan di Nagoya.
Seratus lebih perawat Indonesia itu akan memulai tugasnya pada keesokan
harinya. Mereka akan ditempatkan di 70 rumah sakit yang tersebar di seantero
Jepang.

Sebelumnya, pada akhir Januari 2009, sebanyak 104 caregivers Indonesia juga
sudah lebih dulu ditempatkan di berbagai fasilitas rumah jompo Jepang.
Mereka juga langsung ditempatkan keesokan harinya setelah menerima
sertifikat kelulusan bahasa Jepang.

Selain AOTS, lembaga lain yang ditunjuk Pemerintah Jepang untuk mendidik
para perawat dan caregivers Indonesia adalah Japan Foundation.

Dalam sambutannya Kazuo Kaneko berpesan bahwa keesokan hari merupakan
kehidupan nyata yang sesungguhnya. Para perawat diharapkan bisa memahami
perbedaan yang akan ditemui dalam kehidupan sehari-hari tersebut. "Terimalah
mereka dengan hangat dan penuh pengertian," kata Kaneko yang menyerahkan
sendiri sertifikat tersebut ke tangan para perawat Indonesia.

Sementara itu, Wakil Dubes RI untuk Jepang Ronny P Yuiantoro mengatakan
bahwa para perawat mau tidak mau menjadi duta bangsa yang meningkatkan citra
Indonesia. Apalagi para perawat merupakan pintu gerbang bagi kelanjutan
program kedatangan perawat selanjutnya. "Tunjukkan bahwa kalian juga bisa
membuktikan profesionalitas pekerja Indonesia," kata Ronny.

Acara penyerahan disaksikan juga oleh Sekjen Japan International Corporation
of Welfare Services (JICWELS) Tetsuji Nishiyama, dan pimpinan Funayama
Hospital, Toyoko Takashima, yang mewakilI pihak rumah sakit Jepang yang
menerima perawat Indonesia.


Kejutkan Jepang


Seusai sambutan dari pihak pimpinan, kini giliran sambutan dari para perawat
Indonesia yang diwakili oleh Muhammad Yusuf. Tampil dengan gagah, mengenakan
busana jas hitam lengkap, Yusuf pun memulai sambutannya dengan membungkukkan
badan, yang merupakan penghormatan khas Jepang.

Ia pun dengan lancar memulai pidatonya dengan tenang dan lancar serta dalam
tataran bahasa Jepang yang sangat sopan. Pidato yang disampaikan tanpa teks
itu kontan saja membuat pimpinan JICWELS dan pihak rumah sakit serta
wartawan Jepang terkejut karena tata bahasa yang digunakannya tergolong
bukan bahasa pasaran.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang telah kami terima selama
enam bulan ini sehingga bisa bercakap-cakap dalam bahasa Jepang. Walaupun
demikian, kami masih harus terus belajar dengan giat mengingat masih banyak
kekurangan yang ada pada kami," katanya.

Tidak lupa, perawat asal RS TNI AL Bendungan Hilir, Jakarta, itu
menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para guru-guru dan semua pihak yang
telah bekerja keras membuat mereka bisa seperti sekarang.

"Walau saat ini sedang musim dingin, hati kami sedang bersemi di Jepang
ini," demikian kata penutup dari Yusuf yang langsung disambut tepuk tangan
seluruh tamu yang hadir.

Pujian atas pidato Yusuf datang langsung dari pihak JICWELS dan perwakilan
rumah sakit Jepang ketika diminta memberikan sambutannya. "Saya terkejut ada
sambutan yang disampaikan perawat Indonesia dalam bahasa Jepang yang baik.
Karena itu bangunlah terus rasa percaya orang Jepang kepada kalian, dan kami
akan mendukung kalian agar bisa diterima di Jepang," kata Tetsuji Nishiyama.

Ia juga yakin perawat Indonesia bisa menyelesaikan ujian nasional
selanjutnya guna memperoleh sertifikasi keperawatan Jepang.

Kekaguman serupa juga disampaikan Toyoko Takashima, pimpinan Funayama
Hospital, yang menerima sejumlah tenaga perawat Indonesia. "Saya sendiri
belum tentu bisa membawakan sambutan sebaik itu dalam bahasa Jepang yang
baik pula," kata Takashima yang meyakini kemampuan perawat Indonesia.

XVD
Sumber : Ant


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke