http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8622:dr-didin-hafiduddin-qpilihlah-presiden-dan-wakil-rakyat-yang-berpihak-islamq&catid=1:nasional&Itemid=54
Dr. Didin Hafiduddin: "Pilihlah Presiden dan Wakil Rakyat yang Berpihak
Islam"
Thursday, 12 February 2009 18:45
KH. Dr. Didin Hafiduddin, Ketua Majlis Pimpinan BKsPPI mengajak
masyarakat memilih wakil rakyat dan presiden yang membela Islam
Hidayatullah.com--Tanggal 11-12 Februari sedang berlangsung ijtima'
nasional pimpinan pondok pesantren se-Indonesia yang diselenggarakan Badan
Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) dan dihadiri lebih dari 200
pimpinan pesantren mulai dari Aceh, Sumatra Barat, Jawa, Sulawesi dan Papua
Menurut KH. Dr. Didin Hafiduddin, Ketua Majlis Pimpinan BKSPPI dalam
pertemuan ini BKSPPI mendorong masyrakat untuk memilih wakil rakyat atau
presiden yang berpihak pada pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia dan
berahlakul karimah.
Melalui BKRSMI, mantan Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor juga akan
menghidupkan program ma'had aly di seluruh tanah air.
"Tujuannya agar lahir intelektual Islam untuk menuju pendidikan pesantren
yang berkualitas, " ujar Didin.
KH. Cholil Ridwan, Ketua Panitia Sidang Ijtima' mengatakan, dalam acara
ini juga akan disosialisasikan fatwa-fatwa MUI baik tentang Pemilu, rokok oleh
Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin.
Para penceramah yang telah mengisi acara ini antara lain; Menteri
Kehutanan RI, MS Ka'ban, Ketua Dewan Da'wah Islam Indonesia, Adian Husaini, MS,
Direktur PK-Pontren, Dr. Amin al-Haidari.
Rencananya, acara akan ditutup oleh Menteri Agama, Maftuh Basyuni.
Pertemuan juga akan mengeluarkan rekomendasi baik intern untuk pondok
pesantren, masyarakat dan untuk pemerintah.
Sebagaimana diketahui jumlah pondok pesantren di bawah BKSPPI sebanyak
3000. BKSPPI dirintis pendirianya oleh tokoh Masyumi, M. Natsir dan didirikan
oleh para ulama, tokoh pergerakan umat Islam. Diantaranya KH. Soleh Iskandar,
KH. Nur Ali, KH. EZ Muttaqin, KH. Choer Affandi, KH. Abdullah Syafii, KH.
Abdullah Bin Nuh. [nuim/www.hidayatullah.com]
[Non-text portions of this message have been removed]