Gus Ipul: Tanpa NU, Ansor Tetap Berdiri


MOJOKERTO � Nahdlatul Ulama (NU), yang pada 31 Januari lalu genap
berusia 83, telah melahirkan Gerakan Pemuda Ansor. Badan otonom ini,
dilahirkan sebagai elemen pemuda. Meski demikian, Ketua Umum Pengurus
Pusat (PP) GP Ansor, Saifullah Yusuf, berharap agar Ansor tidak terlalu
tergantung kepada NU. Sebab, menurut Saiful, tanpa NU Ansor tetap
sebagai benteng ulama. Tanpa NU, Ansor tetap bisa berdiri. Calon Wakil
Gubernur Jawa Timur ini menyentil, selama ini embel-embel NU tidak
pernah ada di belakang GP Ansor. Hal itu sangat berbeda dengan banom NU
lainnya. Cawagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul ini mencontohkan,
kata-kata Muslimat yang selalu diberi embel-embel NU.

�Kalau Ansor ya cukup GP Ansor, tidak ada GP Ansor NU. Tapi kalau
Muslimat selalu ada tambahan di belakangnya, yakni Muslimat NU. Itu
artinya, tanpa NU sekalipun Ansor tetap berdiri. Dan tanpa NU, Ansor
tetap sebagai benteng ulama,� kata Gus Ipul setengah menyindir saat
memberikan sambutan dalam acara pelantikan Satkorcab Banser GP Ansor
Kabupaten Mojokerto, Ahad(1/2).Agaknya, Saifullah Yusuf lupa akan
sejarah berdirinya organisasi yang dipimpinnya. GP Ansor, semula bernama
Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO), yang dalam berjalanan sejarahnya
kemudian berubah menjadi GP Ansor. Khusus kepada ratusan Banser yang
hadir, Gus Ipul berpesan agar mereka selalu siap jika dibutuhkan
tenaganya. �Sejarah bangsa ini telah mencatat, baik Ansor maupun
Banser, punya andil besar dalam membangun negeri ini. Semua itu harus
tetap kita jaga,� tegasnya. (van)


http://dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=10341
<http://dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=10341>



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke