Cosss Untuk Nano.

Menambahkan apa yang di tulis Desk Papua.

Memang Benar bahwa Militer di Papua sini hanya tenang di pos. Dugaan Saya, 
sewaktu anda ke Papua, kondisinya tra seperti saat sekarang. Papua itu seratus 
persen pedalaman di kuasai oleh Militer ketimbang masyrakat Publik seperti kita 
yang saat ini taunya komentator di milis dan media lainnya. 

Konflik bersenjata atau stigma anda separatis, saya harap anda menilai masalah 
Papua tidak hanya dengan kaca mata Jakarta saat ini, dimana akar persoalan 
Papua di vonis selalu dengan stigma Separatisme atau apalah. Sebab nilai lebih 
dalam diskursus separatis tak ada solusinya dan sampai sekarang, seperti yang 
terjadi di Papua ( Pedalaman ) itu. 

Perampasan senjata, terserah anda sebagai tindakan mengarah pada eksplisit 
separatisme. Pedalaman Papua, Militer tak hanya jaga keamanan, tetapi 
keberadaan mereka justeru mengganggu stablitas kultur di Papua. Sebagian Besar 
penduduk Papua tak bisa di pungkiri adalah penduduk junta militer. Dan banyak 
kasus militerisme yang terjadi dan menimbulkan dendam mendalam warga.

Soal menyelamatkan diri ke hutan lalu Meninggal, inilah problem serius yang 
butuh penanganan negara. Habitan penduduk pedalaman memang menyatu dengan 
hutan, kok bisa meninggal? Hal seperti ini bisa dibantahkan oleh siapapun yang 
terbiasa menilai Papua dengan parameter subjektivitas, tanpa menilik kamuflase 
masalah yang ada. 

Tak mungkin warga menyelamatkan diri ke Hutan kalau lingkungan mereka aman. 
Bagaimana mereka bisa aman? Rumah, ternak dan lahan berkebun mereka ludes 
dihajar aparat saat operasi terjadi. Rumah dibakar, ternak di bunuh. Sedangkan 
ketersediaan makanan begitu sulit. Ruang gerak dibatasi oleh militer melakukan 
operasi. 

Nah, trauma akan kebiadaban aparat selama operasi ini, membuat penduduk terus 
mengilhami trauma yang menadal. Maka, untuk bebas cari makan susah, sebab jika 
didapat tentara di hutan pasti nyawa tak selamat. Ini resiko hidup bagi 
penduduk pedalaman Papua yang nafas mereka selalu di moncong senjata. Sangat 
aneh sekali kalau mereka kedinginan, lah mereka sdh terbiasa dengan suhu di 
tempat ini. 

Semestinya, keprihatianan semacam ini, benar atau tidak benar informasi yang 
disampaikan, semestinya alat-alat negara bertindak untuk atasi masalah walaupun 
penangananya tidak maksimal.

Mari memberi yang terbaik bagi wargamu, tidak dengan membiasakan pola pikir 
seakan militer tak ada kesalahan dalam operasi di Papua. Bahwa sentimen anti 
NKRI dari Papua selama ini adalah akibat hegemoni militer atas nama NKRI-UUD 45 
menumpas segalanya. 

Jadilah Warga negara yang anti " whots dog ". Tidak menjadi anjing penjaga 
modal, tetapi jadilah prajurit pecinta rakyat dan kekayaan alam. Belajar 
mendidik elemen Bangsa untuk tidak menjadi sapi perah.

Semoga bermanfaat sebagai masukan atas peryataan Nano di Milis ini. 

 __________________________________

SATU LANGIT-SATU MATAHARI-SENASIB 
___________________________________

Email: 
Arki
Desk Papua Barat
Desk Gmail
Bloger

***

DIATAS BATU INI SAYA MELETAKAN PERADABAN ORANG PAPUA, SEKALIPUN ORANG MEMILIKI 
KEPANDAIAN TINGGI, AKAL BUDI DAN MARIFAT TETAPI TIDAK DAPAT MEMIMPIN BANGSA 
INI, BANGSA INI AKAN BANGKIT DAN MEMIMPIN DIRINYA SENDIRI.
( Pdt. I.S.Kijsne Wasior 25 Oktober 1925 )







________________________________
Dari: nano <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 11 Februari, 2009 13:49:58
Topik: [mediacare] Re: Dari Papua: Operasi Militer Lebih Gila-Korban Sipil 
Menigkat


Apa benar kabar seperti ini?
Saya pernah ke Wamena, Timika, Nabire, Paniai dan pedalaman lain kok 
aman-2 saja dan tentara juga duduk-2 santai di pos penjagaan tidak 
mencekam seperti yang ditulis ini. Jika terjadi perampasan senjata 
itu termasuk salah satu tanda-2 tindakan separatis, memang harus 
ditegakkan hukum demi keutuhan NKRI.

Kalau tewas di hutan mungkin juga karena malaria, atau kedinginan 
karena di pegunungan.

salam
nano

--- In mediac...@yahoogrou ps.com, DESK PAPUA BARAT 
<deskpapuabarat@ ...> wrote:
>
> Senin, 2009 Februari 09
> 
> 
> 
> Dari Papua: Operasi Militer Lebih Gila-Korban Sipil Menigkat
> 
> 
> 
> Tingginambut- Papua, 10/02/09.
> Kabar terkini dari Papua sudah lebih dari satu bulan aparat Gabungan
> TNI-POLRI berkekuatan ratusan anggota terusmelakukan operasi 
penemuan
> kembali 4 buah pucuk senjata yang di rampas dari tangan aparat di 
pos
> penjagaan pedalaman Papua. Operasi yang sudah tidak menemukan hasil
> apapun ini justeru aparat menjadikan masayarakat sipil tak berdosa
> sebagai tumbal di balik penunjukan eksistensial sang militer.
> 
> Tujuh
> warga sipil tak berdosa dinyatakan tews di hutan belantara Papua. 
Nyawa
> mereka tak dapat tertolong. Meninggalnya tujuh warga sipil ini 
terjadi
> setelah pengungsian besar-besaran ke hutan untuk menyelamatkan nyawa
> mereka dari kebingisan aparat yang melakukan penyisiran selama dua
> bulan terakhir.
> 
> Sumber Desk Papua " Anton Tabuni " dari
> lokasi-Tingginambut Papua mengatakan sampai sekarang sudah ada tujuh
> warga sipil meninggal di hutan akibat tidak bebas mencari makan
> sehari-hari seperti biasanya karena militer Indonesia melakukan 
segala
> cara yang menakutkan dan mengancam jiwa orang-orang di kampung. 
Kami di
> disini tidak bisa keluar sembarangan karena sudut-sudut kota penuh
> dengan moncong senjata dan tak-tank tempur yang berkeliaran di
> Tingginambut kata Anton.
> 
> Sumber lain menyebutkan peristiwa
> perampasan senjata memicu tentara berhamburan di kampung-kampung 
bahkan
> harta milik masyarakat di kampung di jarah habis oleh Militer
> Indonesia. Sampai sekarang memang belum ada tanda-tanda pasukan di
> tarik dari tingginambut.
> 
> Untuk diketahui, Sejumlah wilayah
> terisolir di pedalaman Papua cenderung menjadi aset proyek begitu 
besar
> bagi kepentingan Militer Indonesia di Papua. Apalagi jelang pemilu
> 2009, situasi menjadi tidak aman, parade militer di pedalaman cukup
> kuat dan membabibuta. Daerah pegunungan tengah Papua sebagian besar
> merupakan jalur operasi militer yang tak pernah berhenti.. Adalah
> Timika, Puncak Jaya dan Wamena menjadi bulan-bulanan operasi tanpa
> sebab. Keberadaan militer di pelosok pedalaman Papua membuktikan
> truktur teritori militer menguasai tanah Papua. Militerisasi di 
Papua
> sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup warga sipil. Terlepas dari 
pro
> dan kontra siapapun yang berkepentingan atas Tanah Papua, bahwa
> tindakan militerisasi adalah solusi terburuk dalam menangani masalah
> selama ini.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Diposkan oleh
> MEJA RUNDING PAPUA BARAT
> 
> 
> ____________ ___
> MEJA RUNDING PAPUA BARAT.Hiruk pikuk perjuangan Rakyat di Tanah 
Papua Bagian Barat Harus Dukung Dari Berbagai Aspek. Blog ini Dapat 
Terpampang Atas Prakarsa Kami Sebagai Jawaban Atas Kebutuhan 
Mendukung Perjuangan Demokrasi-HAM & Ekosida bagi satu Cita-cita 
Mulia Yaitu PEMBEBASAN SEJATI. Imperialisme merenggut Ketertindasan 
akut. Maka itu Marilah Berunding Untuk Satu Perjuangan dan Gapailah 
Satu Perubahan !!!
> 
> Email: deskpapuabarat@ ...
>           deskpapuabarat@ ...
> Blog : http://deskpapuabar at.blogspot. com
>


   


      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke