Pak Gatot yth, Setahu saya tidak ada pendapat kedokteran yang sahih yang menyarankan agar bayi tidak diimunisasi. Penolakan terhadap imunisasi memang akhir-akhir ini muncul setelah ada issue bahwa imunisasi campak dianggap dapat mengakibatkan autisme. Tetapi penelitian FDA telah membantah issue tersebut (dapat dilihat di website FDA dan mungkin juga CDC, Communicable Disease Control). Meskipun demikian setiap intervensi medis selalu diikuti kemungkinan terjadinya risiko, hanya saja intervensi tersebut tetap akan digunakan jika manfaat jauh lebih besar dibanding risiko, serta probabilitas dan insidensi risiko tersebut sangat kecil atau dapat diabaikan. Dan selain itu dokter selalu akan mempertimbangkan kemungkinan tersebut betapapun kecilnya dan sudah mengambil langkah "precaution" untuk menghadapinya jika seandainya pun terjadi. Tetapi bukankah setiap tindakan kita selalu diikuti kemungkinan risiko yang tidak terduga atau yang tidak diharapkan? Bahkan makan pun dapat menimbulkan risiko tersedak, alergi, atau keracunan, bukan? KM -------Original Message------- From: Gatot Wisnuwardhana Date: 13/02/2009 16:07:45 To: klub guru Subject: [ppiindia] OOT: All About My Child Dear all,
Saya baru saja search dengan keyword: Imunisasi. Maklumlah.... anak-anak saya masih kecil, jadi segala sesuatu tentang My Baby, My Child serasa haus saya ingin mendapatkan informasi detailnya. Nah, terhenyak saya ketika menjumpai banyak informasi yang simpang siur dan terjadi perdebatan panjang tentang IMUNISASI. Yang saya butuhkan sekarang adalah kajian empiris, aktual, tajam, terpercaya dan bersumber pada pembuktian yang tak terbantahkan baik yang mengamini IMUNISASI maupun yang menyarankan agar bayi tidak di IMUNISASI. Dapatkah teman-teman membantu saya? Regards, Gatot Mulyono http://mustgatot.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

