Ucapan menteri adalah kampanye Pemilu bukan memberitakan keadaan sebenarnya. 
Sekarang berlangsung krisis ekonomi, banyak orang kena PHK,  mereka yang 
dikenakan PHK berarti tidak berpendapatan, jadi jumlah pendduduk tidak 
berpendapatan bertambah, ini  berarti angka penduduk miskin bertambah besar 
jumlahnya. 

Agaknya Menteri komunikasi bermaksud mengmainpulasi atau juga bisa dikatakan 
menipu pendapat umum dengan memberikan gambar positif, supaya partainya atau 
dia dipilih lagi atau juga tidak mau meninggalkan kesan buruk terdapat apa yang 
dilakukan sebagai menteri dan pemerintahannya.

Gejala lain lain yang  mungkin bisa dipakai sebagai sebagai indikator ialah 
tetap besarnya jumlah tenaga kerja (TKI) kasar yang dikirim keluar negeri. 
Mereka ini mencari pekerjaan  ke luarnegeri karena kemiskinan memaksa, 
disebabkan lapangan kerja untuk menyambung hidup di dalam negeri tidak ada.

  ----- Original Message ----- 
  From: Akbar Nusantara 
  To: [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] 
  Sent: Monday, February 16, 2009 2:26 PM
  Subject: [ppiindia] Penduduk Miskin Diperkirakan Berkurang 4 Juta Tahun Ini



  
http://www.antara.co.id/arc/2009/2/16/penduduk-miskin-diperkirakan-berkurang-4-juta-tahun-ini/

  Penduduk Miskin Diperkirakan Berkurang 4 Juta Tahun Ini

  Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah memperkirakan jumlah penduduk miskin akan 
menurun sekitar 4 juta orang dari 37,17 juta menjadi 33,714 juta jiwa pada 2009.

  "Pada 2008 jumlah penduduk miskisn mencapai 37,17 juta jiwa diperkirakan akan 
menjadi 33,714 juta. Itu artinya terjadi penurunan 4 jutaan orang," kata 
Menteri Komunikasi dan Informatika, M. Nuh, di Jakarta, Senin.

  Ia mengatakan, penurunan tetap terjadi meskipun tidak sebesar seperti yang 
diharapkan.

  Namun, menurut dia, hal itu salah satunya karena ada pengaruh eksternal yaitu 
krisis finansial global yang memang tidak terelakkan.

  "Kita hanya bisa meminimalisir dampak itu karena faktanya tidak hanya kita 
saja yang mengalami tetapi negara-negara lain juga," katanya.

  Pihaknya optimistis angka kemiskinan akan menurun sejumlah itu meskipun angka 
pertumbuhan ekonomi pun turun (bahkan di angka proyeksi terendah 4,5 persen) 
dengan tingkat inflasi diperkirakan 9 persen.

  Nilai ekspor pun diperkirakan menurun signifikan yang mendorong potensi PHK 
semakin besar.

  "Ada tiga dasar mengapa pemerintah optimistis pada 2009 kemiskinan akan 
turun," katanya.

  Dasar pertama adalah meskipun penurunan tidak sedrastis saat angka 
pertumbuhan ekonomi mencapai 6,2 persen tetapi menurut Menteri selama masih 
tumbuh hal itu merupakan pertanda baik. Bahkan Indonesia masih mampu tumbuh 
jauh lebih baik dibandingkan beberapa negara lain.

  Selain itu, pihaknya optimistis karena masuknya stimulus fiskal sebesar Rp51 
triliun untuk proyek infrastruktur.

  "Infrastruktur baru akan meningkatkan efisiensi sehingga ekonomi berjalan 
baik dampaknya tentu ke sektor ketenagakerjaan dan layanan publik," katanya.

  Optimisme pemerintah juga didasari oleh keyakinan dan upaya nyata untuk 
memanfaatkan produk dalam negeri.

  Secara khusus Menteri mengimbau agar masyarakat memanfaatkan produk buatan 
negeri sendiri termasuk untuk produk IT.

  "Keuntungan dan kemanfaatannya akan kembali kepada kita sendiri. Dari situ 
pula laju PHK bisa ditekan," katanya.(*)

  [Non-text portions of this message have been removed]


  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke