Anggaran Pertahanan RI yang ideal minimal sekitar 4% - 5% dari PDB

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8670

*DEPHAN-BAPPENAS RAPAT KOORDINASI PENGADAAN ALUTSISTA*

*Jakarta* - *Departemen Pertahanan (Dephan)*, *Departemen Keuangan (Depkeu)*dan
*Bappenas* mengadakan rapat koordinasi rutin pengadaan alat utama sistem
senjata (alutsista) TNI.

"Ini rapat koordinasi rutin, dimana masing-masing pihak akan mencoba
mengkaji rencana pengadaan alutsista TNI sesuai kewenangan masing-masing,"
kata *Menhan Juwono Sudarsono* kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Tentang apakah rapat akan membahas pemotongan anggaran Dephan/TNI, Juwono
menyatakan, belum tahu. Begitu pun dengan rencana alokasi anggaran Bahan
Bakar Minyak dan Pelumas (BMP) bagi Dephan/TNI.

Hingga 2008, alokasi anggaran yang disediakan negara untuk sektor pertahanan
tergolong rendah. Pada 2000, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar
Rp10,5 triliun, yang meningkat secara perlahan hingga pada setahun silam
berjumlah Rp36,4 triliun.

Meski secara nominal anggaran pertahanan meningkat, rasionya terhadap nilai
produk domestik bruto (PDB) cenderung menurun dan berada pada posisi di
bawah satu persen PDB.

Sebagai perbandingan, negara-negara maju ataupun negara kawasan Asia
Tenggara mengalokasikan anggaran pertahanan di atas dua persen dari PDB.

Pada 2009, pemerintah mengurangi alokasi anggaran pertahanan menjadi Rp35
triliun. Pengurangan anggaran ini dipandang akan memengaruhi kinerja dan
penampilan TNI, terutama terkait kesiapan dan kemampuan alat dan sistem
persenjataan TNI serta kesejahteraan prajurit.

Hadir dalam rapat itu, *Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso* dan kepala
staf angkatan.


Sumber ; Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke