http://www.antara.co.id/arc/2009/2/17/hizbullah-nyatakan-berhak-miliki-senjata-pertahanan-udara/

*Hizbullah Nyatakan Berhak Miliki Senjata Pertahanan Udara
*

*Beirut* (ANTARA News) - *Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah*, Senin,
mengatakan kelompok pejuang Lebanon itu berhak memiliki senjata pertahanan
udara guna menghadapi pesawat tempur Israel yang secara rutin terbang di
atas wilayah Lebanon, demikian laporan TV Al-Manar seperti dikutip Xinhua.

"Kelompok perlawanan (Hizbullah) memiliki cukup keberanian untuk menggunakan
senjata pertahanan udara kalau punya, dan hak untuk menggunakan senjata
ini," kata Nasrallah ketika berpidato di hadapan kerumunan pendukungnya di
pinggir selatan Beirut.

Pernyataannya disampaikan pada kesempatan peringatan pertama pembunuhan
pejabat Hizbullah Imad Mughniyeh, yang gugur dalam satu pemboman mobil di
ibukota Suriah, Damaskus, 12 Februari tahun lalu.

Hizbullah menuduh Israel sebagai pelaku pembunuhan terhadap Mughniyeh, tapi
Israel membantah negara Yahudi itu "terlibat".

Nasrallah mengatakan Hizbullah akan menanggapi ancaman Israel dengan ancaman
lebih berat, dan menambahkan, "Murid Mughniyeh (dan syuhada lain) akan
menghancurkan militer Israel jika militer tersebut berusaha menyerbu
Lebanon."

"Pelajaran utama yang diperoleh dari perang di Jalur Gaza ialah militer
Israel tak mampu menang dalam pertempuran," kata Nasrallah. Ditambahkannya,
"Tentara Arab tak pernah lemah, tapi pembuat keputusan Arab telah lemah."

Ketika merujuk kepada pemilihan anggota dewan legislatif mendatang yang
dijadwalkan diselenggarakan pada Juni, Nasrallah mengatakan Lebanon hanya
dapat diperintah oleh konsensus, tak peduli siap pun yang menang.

"Jika kubu perlawanan (oposisi) menang dalam pemilihan umum, kami akan
memberi pihak lain hak veto di kabinet, jika mereka menolak, kami memerintah
tanpa konsensus, tapi dengan perspektif nasional," katanya.

Pemilihan umum mendatang di Lebanon akan memutuskan siapa yang akan
memerintah negeri itu selama empat tahun ke depan.

Pemimpin kelompok mayoritas Saad Al-Hariri pekan lalu mengatakan ia takkan
bergabung dengan pemerintah jika oposisi menang, tapi menegaskan bahwa ia
akan menghormati hasil pemilihan umum yang ia harap akan berlangsung secara
demokratis.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke