http://www.antara.co.id/arc/2009/2/17/nanoteknologi-jadikan-listrik-sel-surya-efisien/

*Nanoteknologi Jadikan Listrik Sel Surya Efisien*


*Jakarta* (ANTARA News) - Dengan membuat sel surya berbahan baku Titanium
Dioksida (TiO2) yang diproses hingga seukuran nano (10 pangkat minus
sembilan meter), konversi cahaya matahari menjadi listrik menjadi sangat
efisien.

"Nanoteknologi meningkatkan sensitivitas sel surya sehingga konversi cahaya
matahari menjadi energi listrik lebih efisien" kata Dosen Fakultas Teknik UI
Akhmad Herman Yuwono, peraih hibah Indonesia Toray Science Foundation (ITSF)
untuk risetnya, di Jakarta, Selasa.

Panel surya yang biasa digunakan untuk membangkitkan listrik di daerah
terpencil masih diimpor dan sangat mahal, ia mencontohkan, panel surya yang
biasa dijual di pasar berbahan baku silikon harganya mencapai Rp5 juta per
panel.

"Jika penggunaan panel surya untuk menghasilkan listrik ini bisa lebih
efisien, tentu dana pembelian panel ini bisa lebih diirit," kata Akhmad yang
mengajukan proposal riset tersebut bersama dua rekannya dalam satu tim.

Saat ini, urainya, bahan baku sel surya TiO2 sudah mulai sering diriset
untuk menggantikan bahan baku silikon, karena pembuatannya sederhana dan
investasi pabriknya tak perlu dana besar seperti halnya pabrik silikon.

Pengembangan struktur nano, lanjut dia, secara khusus ditujukan untuk
memperoleh perilaku transpor elektron dan penghasil muatan yang diinginkan
sel surya sehingga mampu meningkatkan daya sensitivitas konversi cahaya
matahari menjadi listrik hingga delapan persen.

Ia berharap, ke depan Indonesia yang merupakan negeri kepulauan dan
membutuhkan banyak pembangkit listrik tenaga surya segera mampu membangun
pabrik sel surya sendiri setelah mulai ditemukannya bahan baku pengganti
yang proses pembuatannya lebih murah.

"Bersamaan dengan itu tentu saja perlu menggunakan nanoteknologi yang
membuat sel surya lebih efisien," katanya.

Saat ini, ujarnya, juga sedang mulai dirintis riset-riset yang memanfaatkan
bahan-bahan organik sebagai zat pewarna yang digunakan untuk meliputi TiO2
sehingga makin sensitif menangkap cahaya matahari untuk dikonversi sebagai
listrik.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke