http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=24674

19 Februari 2009 01:04:01



Kalla Siapkan Serangan Injury Time





JAKARTA-Sejumlah lembaga survei dan pengamat memprediksi perolehan suara Partai 
Golkar pada Pemilu 2009 menurun dibanding Pemilu 2004. Namun, Golkar optimistis 
kembali meraup jumlah kursi terbesar di DPR. Dalam Rapat Konsultasi Nasional 
Partai Golkar kemarin, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Agung 
Laksono membeberkan tiga hasil sigi dua lembaga sigi independen, yakni Lembaga 
Survei Indonesia, Indobarometer, dan survei internal yang dilakukan Polling 
Survei Golkar. 


Berdasarkan survei tersebut, Golkar diprediksi memperoleh 19 persen suara, 
turun tiga persen dibanding Pemilu 2004. Namun, perolehan suara Golkar lebih 
besar dibanding proyeksi perolehan suara Partai Demokrat yang 16,2 persen dan 
PDI Perjuangan 14,8 persen. 
"Pada survei Januari, 19 persen suara kita peroleh. Memang masih jauh dari 
target 30 persen, tapi pemilu masih dua bulan, masih bisa kita naikkan," ujar 
Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla dalam penutupan Rapat Konsultasi 
Nasional DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly 
Murni, Jakarta, tadi malam (18/2). 


Kalla mengakui, Golkar memang terlambat memulai pencitraan dibanding partai 
lain. Namun, Kalla meyakinkan kadernya bahwa hal itu bagian dari strategi. 
Sebagai partai pemenang pemilu, Golkar dinilai harus menggenjot popularitas di 
saat akhir, karena tidak membutuhkan pengenalan seperti partai-partai baru. 
"Imej terakhir yang terpenting, bukan imej awal yang masih bisa berubah," 
katanya.  Serangan dadakan di saat injury time, kata Kalla, sesuai tipologi 
pemilih di Indonesia yang pelupa. Strategi menghemat amunisi ini diyakini 
terbukti lebih baik dibanding strategi branding ala Partai Amanat Nasional yang 
menggeber iklan besar-besaran sejak Agustus 2008. "Agustus-September lalu, ada 
partai yang luar biasa kampanyenya. Karena napasnya sekarang habis, orang sudah 
tidak ingat lagi partai itu," katanya. 


Kalla menegaskan, strategi yang sama kini diterapkan dalam pemilihan presiden. 
Dengan memfokuskan upaya kader pada pemenangan pemilu legislatif, Kalla yakin 
Golkar bakal menang di pemilu legislatif dengan menguasai kursi DPR dan 
memenangkan kadernya di pemilu presiden sekaligus. "Kita yakin itu," jelasnya.
Selain timing kampanye yang tepat, Kalla yakin sistem suara terbanyak yang 
dianut Golkar sejak sebelum keputusan Mahkamah Konstitusi akan membuat seluruh 
caleg Partai Golkar berjuang habis-habisan untuk menang di DPR. Karena itu, 
Kalla meminta kadernya solid memenangkan pemilu legislatif sehingga 
partai-partai lain kembali memperhitungkan Golkar di pemilu presiden. 


"Orang boleh ngomong apa saja. Asal kita tetap semangat, saya yakin April nanti 
ada orang yang bermimpi buruk (melihat perolehan suara Golkar)," ujarnya. 
Wakil Sekjen Partai Golkar Rully Chairul Azwar mengakui, perolehan suara Partai 
Golkar masih terancam tren peningkatan suara Partai Demokrat. Meski pada Pemilu 
2004 suara Demokrat tak lebih dari sepuluh persen, karena Demokrat gencar 
mengampanyekan keberhasilan pemerintah, perolehan suaranya masih bisa melonjak 
lagi. "Harus diakui, perolehan suara Golkar meningkat karena pemerintahan 
SBY-JK berhasil," katanya. 


Dalam survei yang dilakukan dua lembaga survei independen dan survei internal 
sebagai pembanding, Golkar masih mempertahankan basis-basis kemenangan pada 
Pemilu 2004. Penyumbang suara Golkar terbesar berada di Papua, Sulawesi, 
Sumatera, dan Nusa Tenggara. Sebaliknya, perolehan suara Golkar di Jawa Timur, 
Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Bali tidak begitu dominan. 


Dengan sistem suara terbanyak, popularitas partai belum menjadi jaminan partai 
bakal menguasai kursi. Karena itu, Golkar mendorong caleg-calegnya bergerak 
aktif sejak Desember tahun lalu. Hasilnya, suara Golkar meningkat dari 16 
persen menjadi 19 persen dalam dua bulan. "Kelebihan Golkar, calegnya bukan 
orang baru. Jadi, ketika turun, langsung mendapat sambutan masyarakat. Dengan 
sistem suara terbanyak, kondisi ini menguntungkan," katanya. (n


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke