Perang Pantun Politik, PKS Mendominasi Tim DetikPemilu - detikPemilu
Jakarta - Saling balas di Pantun Politik makin menarik saja. Jangan sampai ketinggalan. Kali ini, pendukung PKS makin berani dan bangun dari sembunyi. Mana pendukung parpol lain, termasuk Partai Demokrat? Berikut pantun karya pembaca: Tak kusangka, basah halaman bukan karena hujan Basah karena, Ibu menyiram tanaman Tak kusangka Bersih PKS, Bukan hanya slogan Kepada KPK, coba ditanyakan (aal871) Cantik selendang dipakai ratu Ratu duduk di atas nampan Kalau pengen Indonesia Maju Pemilu tanggal 09 April 2009 nanti contreng PKS nomor delapan (parlantra99) Sebelum kerja sarapan pagi Dengan sayur yang ada kuah Berkeluh kesah, tidaklah rugi sebagai cermin merasa lemah Di Tasik ada Galunggung Jauh banget kalau dari Bekasi Itu mah bukan tersinggung tapi namanya klarifikasi Tari zapin rentak melayu Diiringi gendang sungguh mendayu Jadi pmimpin jangan peragu Brjanji segudang penuh janji palsu. (rajajanji ) Jangan Sombong dan Angkuh Pasang bendera biru Paling tinggi sudah jelas tidak tangguh masa saja Iri hati Bendera kami Hitam kuning putih di pasang di tengah padi PKS partai Bersih Partai lain penuh Duri Dimulai dengan kata pepatah di tutup dengan doa bersama Biar saja yang lain Fitnah nanti juga kena getahnya Ikan Koi di kolam Tawar dipisahkan dengan papan walau yang lain tawar menawar tetap lah kita pilih DELAPAN (mainrosa) Kucing kurus mandi di papan otomatis dong bulunya basah mengaku-ngaku santun berperangai sopan Kok mudah tersinggung berkeluh kesah Kucing kurus mandi di papan rencananya ke bogor lewat cikeas Daya beli tergerus hampir tak makan Kok bisanya Doktor beriklan culas thumbsdown Ada yang duduk merenung di pinggir kolam merenung kapan datang gajian tak usah khawatir, PKS tetap Partai Islam caleg seperti itu, sudah kami bersihkan Ada juga yang terkejut mendengar jeritan menjerit karena sang bapak masuk televisi Memang PKS suka membongkar kejahatan lebih-lebih korupsi Info dari PKS lah KPK beraksi iagree Tetap bersih, peduli, profesional kan.. Tetangga sebelah pergi kerja cari tambahan kerja keras sampai malam iklan dibuat untuk mengingatkan agar tidak ada api dalam sekam ada yang pergi berkebun, eh manjat beringin dia kira tuh pohon rambutan blooan tuh orang pemimpin sekarang ngak bisa ngapa ngapain peragu dan bingung ambil keputusan (ruhama) Jalan pagi biar sehat. Jangan lupa makan obat. kalau badan terasa penat. Jangan pergi ke Panti Pijat (abuwaras) Semua partai punya hasrat, Iklan pakai bahasa isyarat, Ada yang bagai nulis surat, Intinya mau hati rakyat terjerat. Walau jalan terasa berat, Kita tetap bergandeng erat, Walau harus sampai berkarat, Tetap dukung Partai Demokrat.(absolute) Beribu para mujahidin di medan perang hanya satu yang yg terbujuk rayuan syetan beribu caleg PKS yang ikhlas berjuang hanya satu yang terjerumus ke jalan syetan banyak partai yang berazas pancasila banyak partai yang bilang NKRI harga mati tapi mereka ternyata tidak mengamalkan pancasila yang ada hanya menjual aset negara Indonesia negeriku tercinta wilayah luas dan tanahnya subur banyak capres diindonesia tapi sayang tidak ada yang muda 44 gadis di depan mata 9 april 2009 waktunya memilih kalo pingin dapat yg shalehah pilih gadis yg nomor delapan 8 rakyat sudah pintar suaranya tidak dapat dibeli dg uang apalagi dg janji para penipu kenapa PKS terus diserang karena PKS tempatnya orang bersih dan peduli pergi kepasar beli rambutan awas dapat yang sudah bosok 9 april 2009 waktunya menentukan pilihan awas jangan memilih yg suka koruptor jika pendidikan murah dan berkualitas rakyat akan menjadi pintar kalau rakyat sudah pintar pasti Demokrat tidak akan menang (DjenggO) http://pemilu.detiknews.com/read/2009/02/18/072714/1086474/700/perang-pantun-politik-pks-mendominasi http://media-klaten.blogspot.com/ salam Abdul Rohim [Non-text portions of this message have been removed]

