http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006121370

*IMAN SEBAGAI LANDASAN HIDUP DAN BENTENG DARI SEGALA KEMUSRIKAN DAN
KEMUNAFIKAN*
20 Feb 2009

*KODAM II/SWJ *(20/2) - Bertempat di Masjid Nur Hidayah Palembang *Pangdam
II/Swj Mayor Jenderal TNI Mochammad Sochib, SE, MBA*, beserta segenap
Prajurit TNI, anggota POLRI, PNS TNI se Garnizun Palembang dan Alim Ulama
serta tokoh masyarakat se kota Palembang, melaksanakan manunggal Subuh,
Jumat (20/2)

Setelah sholat Subuh berjamaah dilanjutkan dengan kata sambutan dari Pangdam
II/Swj yang mengatakan, bahwa tanpa terasa waktu terus berjalan dan kita
semakin dekat dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden
dan Wakil Presiden dan akan dilaksanakan kampanye terbuka serta pemungutan
suara dimana masyarakat akan menggunakan haknya untuk memilih, sedangkan
bagi prajurit TNI dan Polri tidak menggunakan haknya untuk memilih tetapi
akan melaksanakan pengamanan langsung maupun tidak langsung demi aman dan
tertibnya Pemilu.

          Lebih lanjut Pangdam kembali menekankan kepada para penyelenggara
Pemilu, anggota TNI, Polri dan PNS, marilah bersama-sama mewujudkan sikap
netral kita agar penyelenggaraan Pemilu benar-benar bisa dilaksanakan secara
jujur dan adil karena Pemilu tahun 2009 adalah strategis dan akan
menghasilkan sebuah pemerintahan yang akan menghadapi tantangan global yang
berat terutama akibat krisis finansial, maka sangat penting untuk memelihara
ketertiban dan keamanan terutama selama berlangsungnya proses Pemilu
khususnya pada beberapa tahapan terakhir ini.

Sementara itu Ustadz Drs. Syaifudin Ma'ruf, dalam taushiahnya mengatakan,
jauh sebelum kita menunaikan sholat Subuh berjamaah ini, dalam hati kita
masing-masing menyatakan aku ini  hamba Allah. Yang menjadi pertanyaan
apakah Allah sudah mengakui kita sebagai hamba-Nya, mari kita buka samudra
surat AL-Fatihah dan disaat kita rukuk serta sujud kepada Allah SWT, saat
itu Allah  akan mengakui kita sebagai hamba-Nya. Bila kita mengaku sebagai
hamba Allah  namun  belum  pernah  menunaikan  rukuk  dan  sujud  kepada-Nya
maka  kita  hanya  akan diakui hamba secara hakiki oleh Allah SWT, dan
dikala kita membaca Surat AL-Fatihah Allah senantiasa memberikan belaian
kepada kita dengan jawaban yang indah, betapa bahagianya. "Akan muncul
perbedaan, dikala kita hanya mengaku-ngaku sebagai hamba Allah dibandingkan
dengan kita yang sudah betul-betul diakui oleh Allah sebagai hambanya maka
hamba yang telah diakui-Nya tersebut akan tampil beda, hal itu akan
tercermin dari mukanya yang selalu cerah serta tutur katanya yang indah dan
selalu terpelihara dari ucapan-ucapan yang mendekatkan kepada kemunafikan
dan kemusrikan," kata Ustad Drs. Syaifudin Ma'ruf.

          Hadir pada acara tersebut antara lain, Kasdam II/Swj, Sekda
provinsi Sumsel, Danrem 044/Gapo, para Asisten Kasdam II/Swj, para
Dan/Kabalakdam II/Swj, Kapoltabes Palembang, Dan Lanud Palembang, Dan Lanal
Palembang, para Ulama dan Umaroh Palembang, Anggota TNI, Polri serta PNS
segarnizun Palembang.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke