http://www.antara.co.id/arc/2009/2/22/ledakan-sinar-gamma-terdeteksi-12-2-miliar-tahun-cahaya-dari-bumi/

*Ledakan Sinar Gamma Terdeteksi, 12,2 Miliar Tahun Cahaya dari Bumi*


*Washington* (ANTARA News) -* Teleskop Fermi milik badan antariksa AS* telah
mendeteksi ledakan besar di antariksa, yang menurut para ilmuwan merupakan
ledakan sinar Gamma terbesar yang pernah terdeteksi, sebuah laporan yang
dipublikasikan Kamis dalam Science Express menyatakan.

Ledakan spektakuler itu, yang terjadi pada September di konstelasi Carina,
menghasilkan energi yang berkisar 3.000 hingga lebih lima juta kali dari
cahaya yang terlihat, kata para pakar astrofisika.

"Cahaya terlihat memiliki energi berkisar antara dua dan tiga elektron
volt," kata astrofisikawan Frenk Reddy dari badan antariksa AS, NASA, kepada
AFP.

"Jika Anda memikirkannya dalam energi, sinar-X jauh lebih kuat karena mampu
menembus materi. Karena itu, mengapa kita dapat melihatnya dari jarak yang
jauh sekali," ujar Reddy.

Sebuah tim yang dipimpin Jochen Greiner dari Institut Max Planck bagi Fisika
Ekstraterestial di Jerman memastikan ledakan besar sinar-Gamma itu terjadi
12,2 miliar tahun cahaya jauhnya.

Jarak dari Bumi ke Matahari delapan menit cahaya atau sekitar 144 juta
kilometer, dan ke Pluto 12 jam cahaya.


Lebih kuat ketimbang supernova

Dengan memperhitungkan sangat jauhnya jarak ledakan dari Bumi, para ilmuwan
berkesimpulan bahwa ledakan tersebut lebih kuat ketimbang 9.000 supernova,
yakni ledakan kuat yang terjadi pada akhir masa kehidupan sebuah bintang.

Dan gas yang menyembur memancarkan sinar Gamma yang bergerak dengan
kecepatan hampir menyamai cahaya.

"Daya ledakan kuat ini dan kecepatannya merupakan yang paling ekstrim hingga
sejauh ini," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan Departemen Energi (DoE)
AS.

Ledakan sinar Gamma merupakan ledakan paling terang di jagad raya, yang
menurut para astronom berlangsung ketika bintang-bintang besar kehabisan
bahan bakar nuklirnya dan kemudian runtuh.

Ledakan yang berlangsung lama, yakni lebih dari dua detik, terjadi pada
bintang besar yang mengalami keruntuhan, sedangkan ledakan yang lebih
singkat, yaitu kurang dari dua detik, terjadi pada bintang yang lebih kecil.

Dalam ledakan-ledakan singkat sinar Gamma, bintang-bintang hanya meledak dan
membentuk supernova, namun pada ledakan yang lama, sebagian besar bintang
intinya runtuh dan membentuk lubang hitam.

Mempelajari berbagai ledakan sinar Gamma akan memungkinkan para ilmuwan
"mengambil contoh sebuah bintang pada kejauhan, tempat kita bahkan tak bisa
melihat berbagai galaksi dengan jelas," kata Reddy.

Para astrofisikawan memperkirakan terdapat ratusan miliar galaksi di jagad
raya ini. Teleskop antariksa sinar Gamma Fermi dikembangkan oleh NASA,
berkolaborasi dengan DoE dan para mitra, termasuk berbagai lembaga akademis
di Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Swedia dan AS. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke