http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/02/22/14004465/setelah.6.bulan.membeku.lahirlah.bayi.cantik
.

*Setelah 6 Bulan Membeku, Lahirlah Bayi Cantik*

Minggu, 22 Februari 2009 | 14:00 WIB

SANG ibu sangat gembira setelah memiliki seorang anak perempuan yang cantik
dan sempurna dari hasil sel telurnya yang telah dibekukan selama enam bulan,
sebelum dibuahi sel spermatozoa suaminya. Teknik baru ini disebut
vitrification atau vitrifikasi sel telur.

Bayi pertama di Australia yang lahir dengan teknologi pembekuan sel telur
itu adalah Lucy (bukan nama sebenarnya). Bayi perempuan itu dilahirkan pada
Oktober 2008 di North Sydney, Australia.

Kedua orangtua bayi yang namanya juga dirahasiakan mengaku sangat gembira.
"Suami saya dan saya sangat senang dengan gadis kecil kami yang cantik. Kami
sangat senang untuk memiliki lebih banyak anak-anak dan akan memilih untuk
perawatan IVF (in vitro fertilization) sekali lagi," ujar sang ibu berusia
38 tahun itu kepada Daily Telegraph, Sabtu (21/2).

Dengan teknik pembekuan sel telur, setiap wanita mempunyai pilihan dalam
reproduksi mereka. Mereka bisa menunda memiliki anak. Teknik ini juga sangat
cocok bagi penderita kanker sebelum mereka menjalani radiasi dan kemoterapi.
Sebab, kemoterapi kerap berdampak merusak sistem reproduksi.

Keberhasilan tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan minat pada
pembekuan sel telur. Sebab, selama ini proses tersebut sulit berhasil karena
sel telur manusia sangat rapuh. Teknik pembekuan sel telur ini sebagian
besar diminati wanita single yang ingin menunda punya anak.

Proses yang memakan biaya 10.000 dollar Australia (sekitar Rp 80 juta) itu
akan memberikan kesempatan bagi kaum wanita untuk membekukan sel-sel telur
di awal usia 30 tahun untuk kemudian memiliki anak di pengujung usia 30-an.

Nitrogen cair

Selama ini tingkat keberhasilan teknik tersebut di luar Australia sangat
rendah, hanya berkisar 63 persen. Kondisi itu memperlambat kemajuan teknik
telur beku. Namun, sejak Juli 2006, Sydney IVF menawarkan teknik vitrifikasi
sel telur yang memberikan tingkat keberhasilan hampir 100 persen.

Tingginya tingkat keberhasilan itu berkat teknik revolusioner pembekuan sel
telur yang dilakukan. Terobosan IVF yang baru ini menerapkan snap freezing
terhadap sel telur, merupakan sel terbesar dalam  tubuh dan mengandung
banyak air.

Masalah klasik yang dijumpai dalam pembekuan telur adalah turunnya suhu di
bawah titik beku. Es kristal di dalam telur akan menyebabkan kerusakan pada
bahan genetik. Namun, dengan metode baru, yakni disimpan dalam uap nitrogen
cair, kerusakan bisa diatasi.

Teknik vitrifikasi telah digunakan di seluruh dunia untuk membekukan embrio,
tetapi tidak pernah berhasil digunakan di Australia untuk membekukan telur.
General Manager Sydney IVF Dr Kylie de Boer berharap jumlah perempuan dan
pasangan yang ingin membekukan telur mereka dapat meningkat. "Banyak
perempuan yang ingin membekukan telur mereka untuk alasan sosial, seperti
belum siap memiliki anak atau untuk alasan medis," katanya.

"Kami mendapat sekitar lima sampai 10 permintaan sebulan dari sekarang untuk
pembekuan telur demi alasan sosial. Teknik ini memberikan semua orang
pilihan reproduksi," imbuhnya.

Di Australia, sejauh ini baru 25 pasangan yang menggunakan pembekuan sel
telur. Australia merupakan satu dari beberapa negara, termasuk Italia dan
Jepang, yang menggunakan proses tersebut. Proses ini melibatkan hingga 10
sel telur yang dibekukan dan disimpan dalam uap nitrogen cair. Apabila
seorang wanita siap mempunyai anak, telur akan dibuahi dengan sperma,
kemudian embrio akan ditanamkan pada wanita tersebut.

Dr de Boer berharap lebih banyak perempuan single atau pasangan akan
menjalani prosedur tersebut. Menurut dia, perempuan berusia 72 tahun dapat
melahirkan di luar negeri karena IVF Sidney dan kebanyakan klinik di
Australia menentang perempuan berusia lebih dari 45 tahun mengikuti
perawatan IVF.

Orangtua Lucy, yang tidak ingin teridentifikasi, menggunakan proses ini
sebagai bagian dari perawatan IVF. Ibu Lucy saat menjalani proses itu masih
berusia 37 tahun. Dia menyimpan sel telurnya selama enam bulan sebelum
dibuahi dan dilakukan penanaman embrio. (Daily telegraph/news com au/dri)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke