Refleksi: Rupanya tidak ada masalah penting pada Pemilu yang akan datang selain perebutan kursi empuk antara segelintir oknom untuk kepentingan pribadi dan oleh karena itu topik pembicaran partai politik ialah puji-pujian dalam arti kata syukuralhamdullilah ada perpisahan antara si A dan B atau C. Mungkin hal tsb adalah makna sebenarnya dari Pemilu..
http://www.gatra.com/artikel.php?id=123356 Sekjen PDIP Puji Perpisahan SBY-JK Surabaya, 21 Pebruari 2009 13:52 Sekjen DPPB PDIP Pramono Anung memuji rencana perpisahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai pasangan Capres-Cawapres, karena Partai Golkar hendak mencalonkan presiden sendiri. Pramono mengemukakan hal itu sebelum memberikan sambutan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PDIP se-Jatim di Convention Hall di Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Sabtu, yang diikuti para Caleg PDIP se-Jatim. Pramono mengatakan sudah sepantasnya sebagai partai besar Partai Golkar mempunyai calon presiden sendiri, karena itu PDIP memberikan apresiasi terhadap sikap tersebut. "Bagaimanapun ini penting untuk menjaga soliditas. Namun kami tidak akan masuk dalam konflik Golkar - Partai Demokrat, karena bagi PDIP siapapun yang maju penting untuk pengayaan demokrasi kita, sehingga lebih baik untuk demokrasi," katanya. Sementara saat memberikan pembekalan, Pramono memberikan pernyataan kalau kompetitor utama dari PDIP adalah Partai Demokrat dan Partai Golkar, baru kemudian partai lainnya. Pada kesempatan tersebut Pramono mengingatkan kepada para Caleg PDIP agar tidak hanya mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat, namun yang terpenting mengenalkan gambar PDIP yang menjadikan Megawati sebagai ikon. "Inti dari Pemilu Legislatif adalah kemenangan dalam Pilpres, sedangkan syarat untuk mencalonkan presiden minimal harus memiliki kursi DPRB RI minimal 20 persen," katanya. Pramono mengatakan, dengan sosialisasi dihadapan para Caleg PDIP se-Jatim diharapkan apa yang disampaikan para Caleg ke masyarakat bisa seragam. "Melalui pertemuan ini kami mengharapkan agar para Caleg tidak hanya berkompetisi ke dalam, namun lebih baik menambah suara keluar agar energi partai tidak terkuras," katanya. Terkait dampak kekalahan PDIP pada Pilgub Jatim terhadap perolehan suara partai, Pramono optimistis kalau PDIP menang di Jatim, karena kunci kemenangan adalah struktur partai. "Juga harus dilihat 19 dari 35 kepala daerah di Jatim dari PDIP ditambah dua wakil bupati. Walaupun mereka nanti harus netral namun ada diantaranya yang menjadi ketua partai sehingga harus bekerja untuk partai," katanya. Kekalahan PDIP di Jatim, ujar Pramono, tidak perlu dirisaukan, karena struktur partai dan para caleg-nya sudah solid. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed]

