http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8691

*ELIT BELUM 'LEGOWO' TERIMA CAPRES MANTAN TNI*

*Jakarta* - *Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso* mengatakan, sebagian
elit politik belum "legowo" menerima kehadiran para purnawirawan TNI yang
mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2009.

"Tidak itu saja, para elit itu, malah memberikan ulasan dan komentar yang
mendiskreditkan TNI sebagai institusi," ujarnya, dalam pengarahannya kepada
1.275 perwira TNI di Jakarta, Selasa.

Tidak itu saja, katanya, ada sebagian pihak yang mengadu domba antara
kandidat presiden purnawirawan TNI, atau antara purnawirawan dengan politisi
sipil, dan purnawirawan dengan institusi sipil.

"Karena itu, TNI harus benar-benar waspada atas setiap perkembangan yang
terjadi menjelang, saat dan setelah pelaksanaan Pemilu mendatang, termasuk
yang menyangkut TNI ada para purnawirawan kandidat presiden/wakil presiden,"
ujar Djoko menegaskan.

Panglima TNI menyatakan, sebagai institusi TNI tetap memiliki ikatan
emosional bahkan hormat kepada para purnawirawan.

"Mereka adalah senior yang harus tetap dihormati, teman seperjuangan, dan
sebagai manusia, hubungan silahturahmi harus tetap dijaga. Tetapi itu semua
tidak berlaku untuk urusan politik praktis," tuturnya.

Para purnawirawan tetap tidak boleh mempengaruhi atau menyeret-nyeret
prajurit TNI aktif atau institusi TNI dalam kancah politik praktis, kata
Djoko menegaskan.

Pada Pemilu 2009, sejumlah mantan petinggi TNI ikut meramaikan bursa
pemilihan presiden Pemilu 2009, yakni Jenderal (Purn) TNI Susilo Bambang
Yudhoyono (kini menjabat Presiden RI), Jenderal (Purn) TNI Wiranto, Letjen
(Purn) TNI Sutiyoso, dan Letjen (Purn) TNI Prabowo Subianto.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke