http://sains.kompas.com/read/xml/2009/03/01/16045130/anak.sd.pun.mulai.bikin.robot

*Anak SD Pun Mulai Bikin Robot*

Minggu, 1 Maret 2009 | 16:04 WIB

SEMAKIN merakyatnya teknologi, kini anak-anak pun sudah bisa membuat mainan
elektronik sendiri. Mobil tamiya yang populer itu, misalnya, tidak lagi kita
impor karena bisa kita buat sendiri.

Demikian keyakinan Direktur Fischer Technik Klub Robotik Lucas C Gee saat
penyelenggaraan Kompetisi Robotik untuk SD di arena Megabazaar Computer 2009
Jakarta Convention Center, Minggu (1/3).

"Melalui kompetisi ini, kami hendak memperkenalkan teknologi sejak dini pada
anak-anak dengan cara bermain. Bermain dan belajar,” kata Lucas.

Kompetisi yang telah berlangsung kali ketiga ini tergolong unik. Hal itu
ditunjukkan dengan para peserta yang masih SD. Kemudian, yang lebih
mengejutkan, hampir semua peserta, dari 21 sekolah, mempunyai
ekstrakurikuler robotik. Peserta lomba terdiri dari 3 orang yang didampingi
oleh seorang guru.

"Yang dikompetisikan memang robot yang paling sederhana, yaitu mobile
robotic," kata Lucas. Yang dimaksud dengan mobile robotic adalah robot mobil
yang bentuknya bisa divariasi oleh peserta.

Kreativitas

Mereka yang menang adalah mereka yang paling banyak mengumpulkan poin.
Caranya, mobile robotic mereka harus melewati trek yang ada poin-poinnya.
Untuk mendapatkan poin yang banyak maka mobile robotic harus berjalan
berkeliling, melewati jembatan, dan menghalangi tiap hambatan.

"Untuk itu, yang terpenting dalam hal ini adalah strategi. Mereka melihat
trek, susun strategi, dan akhirnya merakit robot," kata Lucas. Strategi ini
termasuk pemrogaman robot, di mana robot nantinya bisa bergerak, meluncur,
dan berbelok dengan sendirinya sebagaimana diharapkan peserta.

Pada kenyataannya, sebagaimana Kompas.com amati tidaklah gampang. Ada mobile
robotic yang awalnya meyakinkan, tetapi selanjutnya berjalan miring, salah
belok dan akhirnya nabrak penghalang. Yang lucu lagi, ada robot yang setelah
diletakkan pada trek harusnya berjalan lurus malah muter-muter di tempat.

Menurut Lucas, dengan pengenalan teknologi sejak dini anak-anak disadarkan
untuk mandiri. Kalau selama ini mereka hanya terima jadi ketika membeli
mainan, maka dengan kegiatan ini mereka bisa berpikir bahwa mainan tersebut
bisa kita buat sendiri, dan tidak serumit yang dipikirkan.

"Mereka kami ajak untuk berpikir bahwa bukanlah suatu yang mustahil untuk
membuat robot. Kami perkenalkan itu sehingga mereka mandiri: berpikir
sendiri, merakit sendiri, dan membuat program sendiri." kata Lucas. Dengan
demikian, kreativitas anak dipacu.

Hal tersebut diamini Guru Komputer dan Pengajar Ekstrakulikuler Robotik SD
Santa Laurensia Alam Sutera, Yohanes Sinulingga, yang anak didiknya
mengikuti kompetisi ini.

"Kegiatan ini bisa meningkatkan kreativitas anak-anak. Untuk itu, kami
mendukung bidang ini masuk di sekolah kami," kata Yohanes, yang di
sekolahnya sejak tahun lalu ada ekstrakulikuler robotik.

Dari anak sendiri, bidang robotik tidaklah sesulit yang dibayangkan. Memang,
untuk mempelajari robotik, panduan yang tersedia masih dalam bahasa Inggris.
"Tetapi tidak masalah kok. Saya tidak mengalami kesulitan, lagi pula kalau
tidak mengerti kan bisa lihat gambarnya," kata Andrew peserta dari SD Don
Bosco Kelapa Gading, Jakarta.

Sampai Papua

Dari peserta yang hadir, ada satu peserta dari SD Negeri 1 Jayapura, Papua.
Mereka telah empat hari di Jakarta untuk mengikuti kompetisi robotik SD,
SMP, SMA atas undangan Fisher Technik.

"Motivasi kami ikut ini adalah untuk memperkenalkan bidang robotik kepada
anak-anak dan untuk meningkatkan kreativitas mereka," kata Hartono Wijaksono
Santosa, pendamping SDN 1 Jayapura yang di sekolahnya mengajar Fisika.

Target mereka, kata Hartono yang mendampingi 3 anak kelas V SD, hanyalah
untuk mencari pengalaman. Hal itu bisa dimengerti karena pengenalan komputer
saja masih sangat minim. Untuk kelas V SD, mereka diperkenalkan seputar
perangkat komputer. Setahun kemudian, yang dipelajari hanya Microsoft
Office.

"Tapi kami menargetkan bisa masuk sepuluh besar dalam kompetisi ini," kata
Hartono yang berharap setelah kegiatan ini di sekolahnya ada ekstrakurikuler
robotik.

Lucas, sebagai penyelenggara, memiliki mimpi ke depan dalam dunia robotik.
"Saya bermimpi, untuk ke depan, yaitu tahun 2030, kita bisa membuat mobil
sendiri," kata Lucas yang prihatin dengan Indonesia yang sangat bergantung
pada luar negeri dalam teknologi.

Teknologi pada prinsipnya adalah membantu pekerjaan manusia. Robot, sebagai
aplikasi teknologi, selalu dirancang untuk itu. Dengan robot, pekerjaan
manusia bisa lebih efisien, efektif, serta hemat biaya dan waktu. Namanya
anak-anak SD, ada saja jawabannya saat ditanya harapannya setelah bisa
membuat robot.

"Saya ingin sekali membuat robot yang bisa membantu saya untuk nyontek,"
kata Andrew sambil tertawa. Di sekolahnya, anggota ekstrakurikuler robot
mulai dari kelas satu sampai kelas enam.

C4-09


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke