http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=62256


Biar cerdas, ayo makan ikan!
      Tanggal :  18 Feb 2009 
      Sumber :  Harian Terbit 


Oleh Tety Polmasari 


SUMBER daya kelautan kita, terutama ikan, begitu besar. Sayangnya, masyarakat 
kita kurang gemar makan ikan. Orang yang gemar makan ikan, mungkin hanya mereka 
yang tinggal di pesisir laut, atau yang berprofesi sebagai nelayan. Tentunya, 
jumlahnya tidak sebanyak populasi negeri yang tengah bersiap-siap menghadapi 
pesta pemilu 2009 ini. Padahal, kandungan nilai gizi ikan sangat luar biasa: 
bisa mencerdaskan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa!

Karena itu tak salah jika Menteri Kelautan dan Perikanan, Fredy Numberi, punya 
mimpi. "Mimpi saya, kalau kita makan, sayurnya dibuat dari rumput laut, 
minumnya dari  air laut yang sudah ditawarkan, dan lauk pauknya semua berasal 
dari ikan,"   ujar menteri asal Papua ini, suatu ketika. 

Sang menteri ini pun berharap pada 2009 ini masyarakat Indonesia sudah terbiasa 
makan setiap harinya bersumber pada penghasilan laut. Karena itu, pak menteri 
kita yang satu ini kerap menyosialisasikan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). 
Setidaknya konsumsi ikan masyarakat Indonesia dapat melebihi angka 26 
kg/kapita/tahun.

Ada apa dengan ikan, sumberdaya laut yang satu ini? Ternyata,  sebagai salah 
satu sumber protein hewani, ikan yang terdiri dari aneka species ini mengandung 
asam lemak tak jenuh omega 3 tertinggi - dikenal sebagai komponen penting dalam 
struktur otak, dan gizi yang sangat lengkap  Berbagai penelitian juga 
membutkikan bahwa ikan yang berkualitas akan meningkatkan kecerdasan, 
meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh, serta mengandung energi positif 
yang tinggi untuk mencegah stress dan depresi.

Pakar kesehatan pun kerap menyerukan agar membiasakan anak setiap harinya makan 
ikan karena makan ikan itu menunjang kecerdasan otak seorang anak. Sebisa 
mungkin kurangi dan bahkan cegah anak untuk mengonsumsi makanan berpengawet. 
Bagi ibu hamil, sering-seringlah mengonsumsi ikan. Ikan akan membuat kemampuan 
berpikir dan motorik anak yang dilahirkan menjadi lebih baik Maka, jadikanlah 
konsumsi ikan sebagai bagian dari diet selama masa kehamilan. 

Berbagai riset juga menunjukkan, wanita yang mengonsumsi ikan semasa hamil 
melahirkan bayi, ketika anak berusia  3 tahun, kemampuan motorik dan 
kognitifnya lebih baik dibanding bayi yang lahir dari ibu yang enggan 
mengonsumsi ikan saat hamil. Anak usia tiga tahun yang lahir dari ibu pemakan 
dua porsi ikan setiap minggu menunjukkan skor lebih baik di atas rata-rata 
dibanding dalam tes-tes yang menguji kemampuan mengingat kosa-kata, 
visual-spasial, visual-motor, dan  skil motorik. Makanya, ikan sering juga 
disebut sebagai makanan untuk kecerdasan. 

Menurut David Neubauer MD peneliti dari John Hopkins, hasil penelitiannya 
menunjukkan manfaat ikan yang signifikan karena masa-masa paling penting dalam 
perkembangan otak bayi adalah sebelum mereka dilahirkan. Sebagian besar dari 
sel syaraf manusia dibentuk ketika ibu hamil memasuki masa trimester kedua 
kehamilan, ketika proses penting dari pembentukan hubungan antar sel-sel syaraf 
terjadi. Tentunya, ikan yang dikonsumsi itu, ikan yang bebas dari zat kimia 
berbahaya, seperti merkuri, yang dapat merusak pembentukan otak. 

Lantas, bagaimana upaya meningkatkan konsumsi pangan dari sumber pangan laut 
ini? Tampaknya tidak dapat dilakukan secara parsial dan sporadik. Tapi 
memerlukan suatu langkah gerakan nasional yang berkesinambungan, seperti yang 
sering dikumandangkan Menteri Kelautan dan Perikanan kita. Rutin menggelar 
lomba memasak serba ikan mulai tingkat desa hingga tingkat nasional, bisa juga 
dijadikan cara lain. 

Jika dilakukan secara terus menerus, selain dapat mendorong peningkatan 
konsumsi ikan nasional, sekaligus meningkatkan kecerdasan, kekuatan dan 
kesehatan anak bangsa. Tentunya, dari kegiatan ini semakin banyak menu serba 
ikan baru dan lebih inovatif, yang dapat menggugah selera makan anak-anak, 
keluarga, dan masyarakat. Apalagi ikan yang mengandung 18 persen protein 
terdiri dari asam-asam amino esensial ini tidak rusak pada waktu pemasakan. 

Karenanya, ibu yang amat erat dengan anak-anaknya alangkah bijaknya jika 
mengenalkan ikan sejak anak masih bayi lewat nasi tim. Selain karena nilai 
gizinya yang tinggi untuk pertumbuhannya juga supaya saat besar nanti anak jadi 
gemar makan ikan. Selain ikan, kerang-kerangan juga mengandung protein dan 
mikro mineral yang sangat dibutuhkan tubuh. Biar tidak membosankan, 
hidangkanlah menu ikan dalam menu sehari-hari secara bervariasi. Nusantara kita 
ini kaya dengan variasi masakan dan aroma bumbu tradisional, yang dipercaya 
dapat meningkatkan stamina tubuh. 

Adanya makanan serba ikan ini juga dapat membuka peluang usaha, bermunculan 
restoran dan catering yang menyediakan menu serba ikan, misalnya. Atau juga, 
membuka usaha-usaha baru kelas 'home industries' yang dikelola ibu rumah 
tangga.  Dan, ini berarti, peluang pangsa pasar ikan dan produk ikan dalam 
negeri bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan, pembudidaya dan 
pengolah hasil perikanan, semakin meningkat.Ayo, makan ikan. Tunggu apa lagi! 
(Penulis adalah wartawan Harian Terb


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke