http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8701

 *KASAU: RADAR SAUMLAKI BERFUNGSI 2010*

*Jakarta* - *Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI
Subandrio*mengatakan, satuan radar di Saumlaki, Maluku Tenggara, akan
mulai berfungsi
pada 2010, untuk memaksimalkan pengamanan wilayah udara di kawasan Timur
Indonesia.

"Untuk wilayah timur kami bangun kembali tiga radar, di antaranya di
Saumlaki yang akan mulai 2010," kata Subandrio, ketika dikonfirmasi ANTARA
di Jakarta, Selasa, tentang pengamanan udara di wilayah Timur Indonesia.

Selain di Saumlaki, akan dibangun pula radar di Merauke dan Timika (Papua).
Pembangunan ketiga radar itu dilakukan secara bertahap mulai 2010 hingga
2012. Pada 2010, lanjut Subandrio, akan dibangun di Saumlaki.

"Seluruh infrastruktur dan sarana pendukung sudah memasuki tahap
penyelesaian, tinggal menunggu kedatangan radarnya, untuk set-up, menjalani
uji fungsi dan segera dioperasionalkan," katanya.

Pada bagian terpisah Asisten Logistik (Aslog) Kasau Marsekal Madya Imam
Wahyudi mengatakan, pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk
ketiga radar itu terus dilakukan termasuk di Merauke dan Timika yang secara
bertahap akan radarnya akan berfungsi pada 2011 dan 2012.

"Radar yang akan dipasang di tiga titik itu berasal dari Perancis yakni
`Thales`," ungkapnya.

Untuk pengamanan wilayah udara di Indonesia Timur, selama ini dilakukan oleh
satuan radar di Buraen (Nusa Tenggara Timur) dan Biak (Papua), yang berada
di bawah Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II dengan wilayah tugas
membentang dari Kalimantan Tengah hingga Papua.

Sebagian wilayah Indonesia Timur itu berbatasan dengan sejumlah negara yakni
Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Australia.

Sebelumnya, dalam rapat kerja jajaran Kementerian Politik, Hukum dan
Keamanan (Polhukam) dengan Komisi I DPR, Menko Polhukam Widodo Adi Soetjipto
mengatakan, sepanjang 2008 terdapat 28 kali pelanggaran wilayah udara oleh
pihak asing.

Pelanggaran wilayah udara itu terjadi di Papua sebanyak tiga kali,
Kalimantan Timur (16 kali), Selat Malaka (dua kali) dan wilayah lainnya
sebanyak tujuh kali.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke