http://www.antara.co.id/arc/2009/3/6/negara-maju-tolak-komite-nelayan-kecil-sedunia/

*Negara Maju Tolak Komite Nelayan Kecil Sedunia*


*Banda Aceh* (ANTARA News) - *Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan
Komite Perikanan di Roma, Aji Sularso*, mengusulkan agar Badan Pangan PBB
(FAO) membentuk komite tetap nelayan kecil di PBB, meskipun negara-negara
maju seperti Amerika, Kanada dan Uni Eropa menentangnya.

"Negara maju menolak gagasan itu karena tidak ingin industri perikanan
mereka terganggu. Padahal 50 persen sumber ikan di dunia internasional
disumbangkan oleh hasil tangkapan nelayan kecil," kata *Sekretaris Panglima
Laot (lembaga adat laut) Aceh, M Adli Abdullah dari Roma*, Jumat.

Adli yang menjadi salah satu delegasi Indonesia itu menuturkan, usul
Indonesia itu didukung oleh Kamboja, Thailand, India, Arab Saudi, Mesir
Afrika Selatan, Muzambik, Anggola, negara-negara di Afrika dan Asia lainnya.

"Sepertinya nelayan-nelayan kecil dari negara ketiga masih perlu perjuangan
panjang untuk mendapat pengakuan internasional," ujarnya.

Disebutkannya, pembahasan pengakuan hak-hak nelayan kecil dilakukan pada
Rabu (4/3) pukul 14.45 waktu Italia (20.30 WIB). Panelis membaca hasil
Konferensi UN FAO tentang penjaminan hak-hak nelayan kecil di Bangkok pada
Oktober 2008.
"Pembahasan hak-hak nelayan kecil ini pertama sekali diagendakan sejak PBB
dibentuk pada 1947," kata Adli.

Masyarakat nelayan kecil di seluruh dunia mencari rezki di laut bukan untuk
memperkaya diri tetapi untuk penghidupan keluarga. "Kita sepakat, sudah
sewajarnya UN FAO merevisi kode etik perikanan, dan memberikan perlindungan
terhadap nelayan kecil di dunia," kata Adli yang merupakan anggota Forum
Masyarakat Nelayan Dunia.

Pertemuan Komite perikanan UN FAO diadakan setiap dua tahun sekali dan
dihadiri oleh seluruh anggota Perserikatan Bangsa Bangsa.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke