Perlu disiapkan rudal-rudal nuklir dan kanon-kanon laser bila sewaktu-waktu
ada asteroid yang akan menghantam Bumi.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/03/03/23213782/sebuah.asteroid.nyaris.tabrak.bumi

*Sebuah Asteroid Nyaris Tabrak Bumi*


Selasa, 3 Maret 2009 | 23:21 WIB

*JAKARTA*, SELASA - Sebuah asteroid melintas sangat dekat dan bisa saja
menabrak Bumi jika terjadi sedikit perubahan jalur orbit. Betapa tidak,
jarak terdekat dengan Bumi saat melintas hanya tinggal 66.000 kilometer.
Bandingkan jarak Bumi-Bulan yang rata-rata 384.000 kilometer.

Lebih mengejutkan lagi kedatangan asteroid ini tidak diduga-duga sebelumnya.
Astroid yang diberi nama 2009 DD45 ini baru terdeteksi beberapa hari lalu.

Pengamat yang beruntung di wilayah Asia, Australia, dan Kepulauan Pasifik
dapat melihatnya saat melintas di antara Bumi dan Bulan pada Senin (2/3)
pukul 20.44. Batuan angkasa itu bergerak dengan kecepatan hanya 20 kilometer
per jam.

"Kita melihat objek-objek yang melintas sedekat ini atau bahkan lebih dekat
hanya tiap beberapa bulan sekali," ujar Timothy Spahr, direktur Pusat Planet
Minor Himpunan Astronomi Internasional (IAU) di Massachusetts, AS.

Asteroid 2009 DD45 baru dilaporkan kedatangannya pada 28 Februari.
Observatorium Siding Spring Australia hanya merekamnya sebagai sebuah titik
kecil. Saat itu, asteroid berada pada jarak 2,4 juta kilometer dan melesat
dengan kecepatan sangat tinggi.

Dibanding objek ruang angkasa lainnya, asteroid termasuk kecil dengan
diameter antara 20-50 meter. Asteroid merupakan objek batuan padat yang
banyak mengorbit di kawasan yang disebut sabut asteroid antara Planet Mars
dan Jupiter.

"Objek sekecil itu sulit dilihat dengan mata telanjang meski berada pada
jarak sangat dekat dengan Bumi," ujar Spahr. Namun, penganat amatir maupun
profesional dapat mengamatinya dengan teleskop ke arah lintasan yang tepat.

Berkat bantuan para astronom amatir di berbagai belahan dunia, bentuk
lintasan orbitnya dapat diperkirakan. Asteroid tersebut mengorbit di bagian
dalam tata surya dan diperkirakan menghabiskan waktu 1,56 tahun untuk sekali
mengelilingi Matahari.

Hal ini menunjukkan bahwa peluang asteroid tersebut dapat melintas kembali
dekat Bumi cukup besar karena waktu orbit yang tidak terlampau jauh berbeda.
Meski demikian, para astronom belum sampai pada kesimpulan bahwa objek
tersebut mengancam Bumi.

"Sejauh ini tidak ada kejadian yang luar biasa," ujar Spahr.

WAH
Sumber : National Geographic News


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke