http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=6807
Sabtu, 7 Maret 2009
Oknum Mahasiswi Berjilbab Ketangkap Mesum
Poltabes Patroli Sambangi Hotel, Oknum Wartawan Juga Diciduk
SAMARINDA. Jajaran Poltabes Samarinda melaksanakan kegiatan patroli
rutin. Beberapa tempat rawan tindak kriminal pun disambangi. Bahkan sejumlah
hotel melati yang kerap dijadikan tempat mesum pasangan tanpa ikatan pernikahan
yang sah, ikut didatangi, Jumat (6/3) dini hari kemarin.
Tujuh pasangan pun berhasil digaruk. Diantara pasangan yang asyik memadu
kasih di dalam kamar hotel, terdapat seorang perempuan yang tercatat sebagai
mahasiswi di Fakultas Isipol universitas ternama di Samarinda, berinisial No
(19). Mahasiswi berjilbab itu diciduk bersama lelaki muda yang ia akui sebagai
pacarnya.
Tak hanya itu, seorang oknum wartawan dari salah satu tabloid di Kutai
Kartanegara (Kukar), bernama AB (40), juga ikut diamankan ketika sedang asyik
bersama pasangan selingkuhnya. AB sempat mengakui jika wanita itu hanya teman
biasa.
Awalnya, petugas menyasar Hotel Kalimantan yang terletak di Jl
Kalimantan, Samarinda Ilir. Sejumlah kamar di hotel berlantai 3 itu, diperiksa
aparat. Hasilnya, polisi hanya mendapatkan satu pasangan asal Anggana, Kukar.
Saat pemeriksaan pasangan itu bisa menunjukkan kartu tanda pengenal (KTP).
Namun karena bukan pasangan resmi, mereka pun digelandang ke mobil patroli.
Razia kemudian dilanjutkan dengan mendatangi Hotel Mutiara di Jl Kartini,
Samarinda Ilir. Petugas memperoleh informasi kalau hotel itu memang jadi sarang
pasangan mesum memadu kasih. Satu per satu kamar hotel dibuka. Beberapa orang
yang menginap di hotel itu tak luput dari pemeriksaan.
Ketika di salah satu kamar, penguninya enggan membuka pintu waktu diketuk
petugas. Padahal, sebelumnya petugas sempat melihat kalau pintu kamar terbuka
dan ada orang yang mengintip. Namun begitu melihat petugas mendekat, pintu
kamar kembali ditutup rapat.
Terang saja petugas pun menjadi curiga. Berkali-kali pintu diketuk,
bahkan hingga pintu digedor, penghuninya enggan membuka. Petugas kian penasaran
dan mencari cara untuk bisa merangsek masuk.
Akhirnya, seorang petugas berinisiatif mengintip melalui jendela kaca di
belakang kamar tersebut. Saat itulah terlihat sepasang manusia tengah berbaring
di kasur dan berpura-pura tidur pulas. Padahal beberapa petugas lainnya sibuk
mengetuk pintu kamar.
Tak mau membuang waktu, petugas pun membuka jendela dan berhasil masuk.
Pintu kamar dibuka dan petugas lain segera melakukan pemeriksaan. Terkuaklah
kalau penghuni kamar itu merupakan oknum wartawan salah satu tabloid di Kukar
berinisial AB. Diduga kuat AB enggan membuka pintu, karena ia sedang bersama
seorang wanita yang bukan pasangan resminya.
Wanita berbaju pink yang namanya tak diketahui pasti itu, hanya bisa
menangis ketika ditanyai petugas. Bersama satu pasangan lainnya, Andi dan teman
kencannya digiring ke mobil patroli.
Petugas lalu mendatangi Hotel Bone Indah di persimpangan Air Hitam,
Samarinda Ulu. Di salah satu kamar hotel petugas menemukan seorang oknum
mahasiswi Fakultas Isipol perguruan tinggi ternama di Kota Tepian itu, tengan
memadu kasih bersama pacarnya.
Kepada petugas, oknum mahasiswi berinisial No itu mengatakan kalau dia
hendak pergi ke Berau bersama pacarnya yang baru saja tiba dari Bandung, Jawa
Barat. Petugas tak menggubris penuturan No. Bersama pacarnya, No dibawa menuju
mobil yang juga dipergunakan mengangkut pasangan mesum lainnya.
Petugas lalu menyisir hotel yang terdapat di Jl Gatot Subroto II, Jl
Mayjen Katamso, dan Jl Pelita. Dari masing-masing hotel petugas menemukan satu
pasangan mesum, yang akhirnya turut dibawa ke Mapoltabes Samarinda untuk
menjalani proses hukum dan pembinaan sesuai aturan yang berlaku.
Kapoltabes Samarinda Kombes Pol Drs A Kamil Razak mengatakan, patroli
serupa akan terus mereka lakukan guna menjadikan Samarinda sebagai kota yang
aman. Setidaknya dengan patroli rutin yang kian mereka tingkatkan angka tindak
kriminal bisa diminimalisir.
"Bagi mereka (Pasangan mesum, red) yang sempat diamankan supaya tak
mengulang perbuatan mereka kembali. Sebab sebagai umat beragama sudah jelas hal
semacam itu dilarang, demi kebaikan sebaiknya hindari perbuatan semacam itu,"
ujar Kamil. (rm-5)
[Non-text portions of this message have been removed]