http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/03/07/4068.html
*Presiden Resmikan Perluasan PT Sritex** * *Pecah Kendi Tandai Ekspor Pakaian Militer ke Jerman, Inggris dan Abu Dhabi* (Presiden SBY memecah kendi untuk melepas ekspor pakaian militer produksi PT Sritex, di Kecamatan Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (7/3) pagi. (foto: anung/presidensby.info)) *Sukoharjo*: Ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* hari Sabtu (7/3) pagi meresmikan perluasan Pabrik PT. Sritex (Sri Rejeki Isman) dengan nilai investasi sebesar Rp. 500 milyar, di Jl. K.H.Samanhudi No. 88 Kecamatan Jetis, Sukoharjo. Presiden SBY juga memecahkan kendi sebagai tanda pelepasan ekspor pakaian militer ke Jerman, Inggris, dan Abu Dhabi, serta pakaian fashion ke AS dan benang ke Argentina. Dalam laporannya, Presiden Direktur PT. Sritex Iwan Setiawan mengatakan bahwa pasar tekstil sesungguhnya masih sangat terbuka. "Kami sangat mendukung program yang diluncurkan pemerintah melalui Departemen Perindustrian, dimana untuk memotivasi para investor dan pengusaha tekstil dalam meningkatkan daya saing industri tekstil dan produk tekstil nasional, diberikan keringanan pembiyaan pembelian mesin peralatan industri tekstil dan produk tekstil," terang Iwan. "Dalam program perluasan ini, kami melakukan peremajaan mesin dan penambahan mesin-mesin baru. Perluasan ini memiliki nilai investasi sekitar Rp. 500 milyar. Dengan penambahan dan perluasan ini, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat, serta dapat lebih mengembangkan jangkauan pemasaran dunia. Konsekuensi dan bertambahnya mesin dan unit produksi, maka bertambah pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga yang semula berjumlah 13.500 orang kini menjadi 16.000 orang," kata Iwan. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan bahwa usaha tekstil merupakan salah satu industri tulang punggung terutama dengan tiga peran pentingnya. "Pertama, memenuhi kebutuhan sandang. Kedua, menyerap tenaga kerja. Ketiga, sumber perolehan devisa negara bagi yang melakukan ekspor," ujar Fahmi. Sebelum krisis, 80 persen produk tekstil diekspor dan 20 persen untuk pasar domestik. "Meskipun produksi melambat namun dalam masa krisis pertumbuhan industri tekstil masih memberikan harapan," kata Fahmi. Usai acara, Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau perluasan pabrik PT. Sritex. Nampak hadir antara lain, Seskab Sudi Silalahi, Menkes Siti Fadilah Supari, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menhub Jusman Syafi'i Djamal, dan Menkominfo M. Nuh. (osa) [Non-text portions of this message have been removed]

