http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/08/08494554/presiden.stimulus.harus.bergulir.april
*Krisis Global** * *Presiden: Stimulus Harus Bergulir April* Minggu, 8 Maret 2009 | 08:49 WIB *Sukoharjo*, Kompas - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* meminta menteri ataupun bupati dan wali kota untuk menyukseskan paket anggaran stimulus senilai Rp 73 triliun dan sudah mengalirkan paket tersebut pada April. Presiden pun meminta masyarakat untuk tidak menyikapi krisis global dengan gamang, tetapi bersinergi guna meminimalkan dampaknya. Presiden mengutarakan itu saat meresmikan Terminal Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Solo, bersama sejumlah proyek lain, serta mengunjungi Pabrik PT Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (7/3). Presiden meminta paket stimulus yang tersebar di berbagai departemen tersebut bisa disukseskan bersama-sama. Menurut Presiden, paket stimulus anggaran tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencegah kebangkrutan sektor riil, ataupun gelombang pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Selain paket stimulus, pemerintah, lanjut Presiden, juga berupaya memacu perdagangan luar negeri sehingga barang-barang ekspor tidak turun drastis. Sebagai contoh, Presiden mengaku sudah meminta Presiden Korea Selatan untuk mempertahankan perdagangan kedua negara, yang pada tahun 2008 mencapai 20 miliar dollar AS. Selain itu, presiden juga mengaku sudah berkomitmen dengan Pemerintah China bahwa perdagangan kedua negara pada tahun 2010 akan mencapai 30 miliar dollar AS. Oleh karena itu, Presiden meminta mereka meningkatkan daya saing, efisiensi, dan produktivitas. Presiden juga mengemukakan, di tengah krisis ini pemerintah mengapresiasi perusahaan yang mencegah pemutusan hubungan kerja, bahkan mampu berekspansi. Dengan kebijakan mengendalikan PHK, perusahaan tersebut membantu karyawan dan keluarganya. Negara juga akan tertolong karena tidak terjadi gelombang PHK besar-besaran. Antisipasi banjir Presiden juga meminta Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto membahas pengembangan infrastruktur di sepanjang Bengawan Solo bersama kepala daerah terkait di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meski membutuhkan biaya sangat besar, Presiden menilai hal tersebut sangat strategis untuk mengantisipasi banjir. Sekali lagi tolong diperbarui rencana kita untuk mengembangkan pembangunan infrastruktur di sepanjang Bengawan Solo yang meliputi Jawa Tengah ataupun Jawa Timur. Itu megaproyek. Biayanya sangat besar, kata Presiden. Pernyataan tersebut diutarakan Presiden menanggapi permintaan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang meminta bantuan pemerintah pusat guna membangun infrastruktur irigasi dan proyek pengendalian banjir serta longsor, di antaranya rehabilitasi Bengawan Solo dan Sungai Juwana-Pati. Menurut Bibit, dengan merehabilitasi kedua sungai tersebut, saluran irigasi akan lebih terberdayakan, sekaligus bisa mengamankan ribuan hektar lahan pertanian. Hal itu sangat penting dalam upaya mempertahankan Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Bibit melaporkan, pada tahun 2008 Jateng surplus beras hingga 2,5 juta ton. Silakan ditata kembali, sesuaikan dengan waktu dan penganggaran tahun per tahun. Libatkan swasta dan tentu pemerintah sendiri. Kalau perlu, undang pemodal dari negara-negara sahabat. Dengan demikian, bangun megaproyek ini akan dirasakan manfaatnya pada 5, 10, atau 15 tahun dari sekarang, kata Presiden. 1.000 orang mengungsi Masih terkait banjir, sedikitnya 372 keluarga atau 1.000 warga Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Kayu Agung, dan Desa Sungai Menang, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (7/3) dini hari, terpaksa harus mengungsi ke tempat aman guna menghindari banjir ganas menyusul hujan lebat sejak Kamis lalu. Selain menggenangi ratusan rumah dan sekolah, banjir itu juga menghancurkan jaringan jalan. Keterangan dari Dinas Sosial Kabupaten OKI menyebutkan, lokasi banjir terparah memang terjadi di dua desa tersebut. Para pengungsi tersebut terdiri atas 27 keluarga warga Kelurahan Cinta Raja dan 245 keluarga warga Sungai Menang. Menurut pantauan Kompas di lokasi, hingga Sabtu petang genangan banjir di kawasan tersebut mulai surut. Hujan deras mengguyur kawasan Kayu Agung dan sekitarnya sejak Kamis malam akhir pekan lalu. Hujan itulah kemudian mengirimkan banjir yang mulai melanda permukiman penduduk pada Jumat (6/3) malam, kata Kepala Kelurahan Cinta Raja Suwarni. Air terus meninggi perlahan-lahan hingga setinggi 80 sentimeter sampai 1 meter. Kami sempat panik karena air mencapai titik tertinggi pada Sabtu pukul 02.00 dini hari. Saat itu pula warga berhamburan menyelamatkan diri, katanya. Komandan Distrik Militer 0404 OKI Mayor Infanteri Dedi Kurniadi mengatakan, proses evakuasi korban banjir dilakukan tim gabungan TNI-AD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Taruna Siaga Bencana, dan warga setempat. Jumlah tim penolong yang diterjunkan ke lapangan mencapai lebih dari 100 personel. Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten OKI Denny Bernadi menambahkan, tim evakuasi berhasil menyelamatkan satu keluarga di Kelurahan Cinta Raja yang terjebak di dalam rumah dengan menggunakan perahu karet. Keluarga beranggotakan enam orang itu tidak bisa keluar rumah karena jalan-jalan sekitarnya sudah tergenang sekitar 1 meter. Tim dari Pemkab OKI hingga Sabtu petang belum ke lokasi karena jaraknya cukup jauh, sekitar 200 kilometer. Perjalanan ke lokasi itu harus ditempuh dengan jalan darat dan jalur penyeberangan sungai. Dari Blora dilaporkan, jalur Blora-Purwodadi di Dukuh Pacing, Desa Klokah, Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, longsor sepanjang 5 meter. Kejadian tersebut mengakibatkan arus lalu lintas tersendat, lantaran hanya separuh badan jalan yang dapat dilewati kendaraan.(GAL/HEN/ONI) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [email protected] 5. No-email/web only: [email protected] 6. kembali menerima email: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

