Refleksi : Mumpung masih ada kesempatan, apalagi sebentar tugas sudah berakhir, jadi sedikit piknik sebagai hadiah tentu sangat membantu, karena tak cukup laporan kedutaan. Hal ini mungkin petugas tidak tahu membuat laporan yang komperhensif sebab tingkat pengetahuannya bukan untuk yang demikian ditambah lagi tidak bisa berbahasa setempat.
Jawa Pos [ Jum'at, 06 Maret 2009 ] Meski Dikritik Anggota KPU Tetap ke Luar Negeri JAKARTA - Hujan kritik tak membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan agenda kunjungan ke luar negeri. Kemarin, dua anggota lembaga penyelenggara pemilu itu, Syamsul Bahri dan Endang Sulastri menuju Jeddah, Arab Saudi. Dalam minggu ini, anggota KPU lainnya, Andi Nurpati, segera berangkat ke Brussel, Belgia. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menegaskan, keberangkatan sejumlah anggota KPU ke luar negeri dalam rangka bimbingan teknis petugas Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN). Pihak Deplu sudah mendesak KPU untuk mengirimkan anggotanya. ''Kami bahkan sempat disomasi oleh Deplu karena tak segera mengirim anggota (KPU, Red.) ke sana. Mereka mendesak karena petugas di sana membutuhkan pembinaan untuk melaksanakan pemilu,'' katanya. Abdul Hafiz mengaku sempat menawarkan kepada Deplu untuk mengganti anggota dengan petugas kesekretariatan. Namun, pihak Deplu ngotot meminta anggota yang datang. ''Kami tidak bisa menolak lagi. Mereka sudah mendesak,'' katanya. Anggota KPU tersebut, kata Abdul Hafiz, akan mensosialisasikan peraturan-peraturan KPU hingga tata cara memilih kepada PPLN. Selain itu, perhitungan dan tata cara rekap pun ikut dijelaskan. Abdul Hafiz menjamin berangkatnya anggota KPU itu takkan mengganggu sosialisasi di dalam negeri. Sebab, keberangkatan mereka merupakan bagian dari rangkaian program sosialisasi mereka. ''Semua sudah kita jadwalkan. Justru harus berangkat ke sana agar sosialisasi dalam negeri nanti bisa lebih banyak waktunya. Kalau tidak sekarang sulit nanti,'' katanya.(aga [Non-text portions of this message have been removed]

