http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/03/08/4073.html

*"Pasar Tawangmangu Contoh Kreativitas"
*
(Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau Pasar Wisata Tawangmangu di Karanganyar,
Jateng, hari Minggu (8/3) siang. (foto: haryanto/presidensby.info))

*Tawangmangu*: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* dan *Ibu Ani*
meninjau *Pasar
Wisata Tawangmangu*, hari Minggu (8/3) siang. Menurut Bupati Karanganyar
Rina Iriani Sri Ratnaningsih, pasar Tawangmangu dibangun diatas tanah seluas
11.117 M2 dengan bangunan berlantai tiga. "Jumlah kios sebanyak 237 buah
dengan los sebanyak 1.080. Area parkir dan bongkar muat barang seluas 1.200
M2, area parkir depan pasar seluas 975 M2," kata Rina.

"Biaya pembangunannya sebesar Rp 25,23 milyar, yang seluruhnya ditanggung
APBD Kabupaten Karanganyar. Pada waktu malam hari, area terbuka di lantai
paling atas akan dimanfaatkan untuk wisata kuliner, sambil menikmati
pemandangan yang sangat indah. Disini akan digelar berbagai makanan
tradisional," tambahnya.

Presiden SBY menyampaikan penghargaan kepada Pemkab Karanganyar, yang dengan
dorongan dan bantuan Pemprov Jateng serta pihak-pihak lain bisa membangun
dengan baik pasar wisata di Tawangmangu ini. "Apa yang digagas Ibu Rina
dengan DPRD untuk menghadirkan pasar wisata di Tawamangu adalah contoh
kreativitas, inovasi bahwa banyak yang bisa diciptakan dari potensi yang
betul-betul luas yang ada di daerah ini," ujar SBY.

"Tadi Ibu Bupati mengatakan bahwa koperasi dan UKM juga terus berkembang.
Saya mendukung langkah-langkah saudari Bupati dan jajaran Gubernur serta
jajaran pemerintahan untuk terus mengembangkan koperasi dan UKM. Kalau
ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu koperasi dan UKM di Jateng terus dapat
dibangun dan dikembangkan hampir pasti penghasilan rakyat makin meningkat.
Pastilah kemiskinan berkurang, pengangguran juga makin berkurang,"
tambahnya.

"Dunia sekarang ini sedang mengalami krisis perekonomian, banyak
negara-negara utamanya negara maju yang jatuh perekonomiannya. Banyak
barang-barang yang tadi diekspor ke luar negeri, ekspor terhenti,pasar tutup
tapi tidak menyangkut barang-barang makanan yg diekspor. Kalau yang diekspor
Indonesia adalah makanan misalnya kemungkinan untuk ditutupnya pasar itu
kecil karena tidak ada manusia di negara ini di dunia ini yang tidak
membutuhkan makanan tiap harinya," SBY menjelaskan.

"Kuliner ini adalah usaha yg tumbuh dengan baik di negeri kita. Saya kira
banyak ahli di sini paling tidak ahli menikmati makanan dan minuman. Saya
punya staf namanya Andi Malarangeng. Ini jagonya kalau soal makan. Tadi
malam saya cari kemana Andi, sudah turun ke bawah cari warung apa begitu,"
ujar SBY disambut gelak tawa undangan.

"Kalau ditata dengan baik, kuliner, dibikin indah tempatnya, tidak usah
mewah-mewah, tempatnya bagus, indah, bersih, makanannya enak, jos, pasti
akan terus berkembang. Bisnis kuliner bisa dikelola dengan baik akan
menguntungkan, berkembang terus. Penduduk Indonesia sekarang 230 juta,
penghasilannya terus meningkat, pendapatan per kapitanya terus meningkat.
Makin tinggi kesejahteraannya , makin banyak penghasilannya, maka mereka
akan konsumsi berbagai jenis kebutuhan primer, termasuk makanan dan minuman.
Sambut jemput peluang seperti itu, dengan membangun kuliner yg baik," terang
SBY. (osa)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke