http://www.antara.co.id/arc/2009/3/8/presiden-sektor-pertanian-tutupi-penurunan-volume-ekspor/


*Presiden: Sektor Pertanian Tutupi Penurunan Volume Ekspor*


*Karanganyar* (ANTARA News) - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* menyatakan
sektor pertanian dapat diandalkan untuk menutupi volume ekspor Indonesia
yang menurun akibat dampak krisis keuangan global.

Saat meresmikan Pasar Wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Jawa
Tengah, Minggu, Presiden Yudhoyono mengatakan pasar ekspor dunia memang
menciut akibat krisis. Namun hal itu tidak berlaku untuk pasar makanan.

"Kemungkinan ditutupnya pasar itu kecil, karena tidak ada manusia di dunia
ini yang tidak butuh makanan setiap harinya," ujar Presiden.

Menurut Presiden, banyak macam pasar makanan yang belum tersentuh oleh
Indonesia, di antaranya adalah produk pertanian.

Ia mencontohkan, negara tetangga Singapura setiap hari membutuhkan impor
sayuran hingga 1000 ton, namun hanya 10 persen dari kebutuhan itu yang
disumbang oleh Indonesia.

"Padahal, Singapura itu dekat dengan Sumatera, Kalimantan, dan tidak terlalu
jauh dari Jawa. Saya ingin pasar-pasar seperti itu banyak disumbang oleh
petani dan perdagangan Indonesia," kata Presiden.

Apalagi, lanjut Kepala Negara, Indonesia telah diberkahi lahan luas yang
amat subur yang jika dikelola dengan baik dapat memproduksi berbagai produk
pertanian unggulan untuk dijual ke luar negeri.

"Kalau difasilitasi, dibimbing, dan dibantu permodalan, bisa dijual ke
tempat-tempat lain dan saya yakin usaha itu berkembang dengan baik di
Indonesia," tuturnya.

Presiden didampingi oleh Ibu Ani meresmikan pasar wisata Tawangmangu yang
merupakan perluasan dan peremajaan pasar tradisional Tawangmangu.

Pasar yang berada di jalur utama ruas jalan Tawangmangu-Magetan itu dibangun
untuk menjual makanan dan kerajinan lokal dalam konsep
pembelanjaan modern yang meliputi juga fasilitas pembayaran internasional.

Bangunan dua lantai itu berada di lahan seluas 11.117 meter persegi, terdiri
atas 237 kios dan 1.080 unit los.

Bupati Karanganyar Rina Sri Ratnaningsih mengatakan, pasar itu dibangun
dengan biaya Rp25,2 miliar yang berasal dari pinjaman Bank Jateng sebesar
Rp20 miliar dan akan dikembalikan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar
dalam waktu lima tahun anggaran sejak 2008.

Seusai meresmikan pasar, Presiden dan Ibu Ani berkeliling untuk meninjau dan
berbincang kepada pedagang serta masyarakat yang berada di pasar
tersebut.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke