FW: Dari Talk Show dan  Bedah Buku  "Teen Dating Violence" -  Bandung

Minggu pagi 8 Maret 2009 , tepat jam 9.00, bertempat di Aula Pendidikan Santa 
Ursula Bandung, dihadiri sekitar 200 siswa-siswi SMA dari berbagai sekolah di 
Bandung, sebuah acara yang mengupas masalah "Kekerasan dalam Berpacaran ala 
Remaja" menjadi topik yang seru untuk diobrolkan. Pembicara talkshow ini adalah 
Sony Set, penulis buku dan pendiri gerakan JBDK, memperkenalkan bukunya yang 
terbaru "Teen Dating Violence, Kanisius 2009". Acara ini juga menghadirkan 
Suster Irene, OSU, salah seorang aktivis perempuan dari gerakan Anti Kekerasan 

Sony Set mempresentasikan masalah Dating Violence lewat video-video yang 
memaparkan betapa rumitnya masalah ini. Menurut Sony Set, 90% korban Dating 
Violence adalah perempuan, dan kebanyakan adalah kaum remaja putri yang tidak 
pernah sadar dan bersiap akan bahaya yang terjadi jika ia menemukan pasangan 
yang salah dalam menjalani hubungan cinta mereka.

Majalah HAI edisi khusus "SEX dan SEkolah", terbit pada 2 Maret 2009, turut 
menyumbangkan wacana Dating Violence dan problematika SEX dan pornografi remaja 
yang setiap tahun semakin mengkhawatirkan. Bahkan, secara faktual, HAI 
mengangkat kasus terbaru tentang SEX dan kekerasan yang telah mencapai korban 
yang semakin muda usia - SD dan SMP!

Balik ke masalah Teen Dating Violence, agaknya remaja Bandung yang hadir dalam 
acara tersebut sangat terkaget-kaget dengan paparan yang diberikan Sony Set. 
Saat yang sama, disebarkan pula contoh surat kontrak Berpacaran, yang saat ini 
dilakukan oleh Institusi pendidikan nasional di Amerika Serikat.

Sony Set mengatakan, bila protokol Teen Dating Violence bisa dijalankan di 
sekolah dan didukung oleh kebijaksanaan pemerintah untuk lebih memberikan 
perhatian terhadap masalah dating remaja, maka kita bisa menekan angka 
kekerasan yang terjadi di negeri ini. Menurutnya, cara berpacaran dan 
romantisme remaja masa sekarang, berhadapan dengan nilai-nilai materialistis 
dan hitungan seksual semata. Akibatnya, remaja putri sering hanya menemukan 
balutan cinta yang berlandaskan nafsu, bukan keinginan tulus untuk saling 
melindungi dan menyayangi.

Acara ditutup pada jam 13.00. Sambutan peserta cukup heboh dan rencananya, dari 
pihak penulis dan penerbit akan melanjutkan pembahasan yang lebih mendalam 
tentang masalah Teen Dating Vioelence dan turun ke berbagai kota dan sekolah di 
Indonesia


Ina Rachmawati
pembaca buku "Teen Dating Violence, Stop Kekerasan Dalam Pacaran"
Sony Set, Kanisius

situs informasi teen dating violence
http://tvLab.bLogspot.com




Kirim email ke