http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=5675
2009-03-10 Turabi Mengecam Rezim Khartoum [KHARTOUM] Pemimpin oposisi Islam, Hassan al-Turabi, mengecam keras respons Sudan atas dikeluarkannya perintah penangkapan internasional terhadap Presiden Omar al-Bashir. Kecaman dilontarkan Turabi beberapa jam setelah ia dibebaskan dari penjara. Turabi, merupakan satu-satunya politisi Sudan terkemuka yang menyampaikan dukungan publik terhadap proses persidangan Bashir oleh Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) atas tuduhan kejahatan perang di Darfur. Dia mengatakan, dua bulan dipenjarakan tidak mengubah pandangannya. "Saya orang yang taat hukum. Saya yakin terhadap pengadilan internasional," ungkap Turabi kepada AFP di kediamannya di Khartoum, Senin (9/3). "Kami menerima pengadilan internasional, apakah itu untuk kami atau menentang kami," tegas Turabi, mentor Beshir yang belakangan menjadi pengkritik tajam presiden Sudan tersebut. Turabi mengatakan, perintah penangkapan telah membuat rezim Khartoum hancur berantakan. "Pemerintah sekarang sedang berada dalam situasi krisis. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana menjalankan urusan-urusan politik," kata Turabi. "Banyak reaksi bermunculan di sini yang tidak punya rasionalitas. Kita harus memenangkan kebebasan selangkah demi selangkah," ungkap Turabi, yang pernah memotori kudeta tak berdarah pada 1989, kemudian membawa Bashir ke kursi kekuasaan. Kritis Turabi kritis terhadap keputusan Sudan untuk mengusir 13 badan bantuan kemanusiaan asing sebagai balasan atas perintah penangkapan Beshir yang dikeluarkan oleh ICC. "Mereka ingin memprovokasi dunia agar menentang mereka," tuding Turabi. Sejumlah badan PBB memperingatkan, pengusiran kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan, yang bertanggung jawab atas penyaluran lebih dari separuh bantuan kemanusiaan di Darfur, akan menimbulkan implikasi-implikasi yang meluluhlantakkan 2,7 juta warga Sudan yang dibuat kehilangan tempat tinggalnya karena konflik selama enam tahun di sana. Kepala Badan Kemanusiaan PBB John Holmes menyampaikan, badan dunia tersebut akan tetap mendesak agar keputusan Khartoum dapat diubah. "Kami terus meminta Pemerintah Sudan agar mengubah keputusan itu sesegera mungkin," kata Holmes. Turabi mengatakan, ia tidak terkejut dengan keputusan ICC untuk mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Bashir atas tuduhan kejahatan perang. [AFP/E-9] [Non-text portions of this message have been removed]

