Assalammu'alaikum wr wb,

Wah, kok rada aneh sikap "hukum" pemerintah RI terhadap WNI? Lantas di mana 
wibawa pemerintah dan presidennya terhadap nasib WNI yang telah mempercayai 
pemerintah sebagai pelindung dan pembela kepentingannya sesuai dengan UUD-RI? 

Apakah permasalahan "kasus David" itu menyangkut problema etnik Tionghoa, Hwa 
Kiao, yang kini sudah menjadi WNI dan ganti nama menjadi David? Apabila 
demikian duduk soalnya, maka tampaknya sisa-sisa ras-diskrimanasi 
Hindia-Belanda di Indonesia harus secara mendasar dilakukan pembasmian. Sebab 
kolonialisme Kerajaan Belanda-lah yang dengan sistimatis dan stigmatis 
mengkotak-kotakkan penduduk Nuswantara menurut warna kulit mereka. Hususnya 
para ahli antropologi budaya dan ahli sosiologi kolonial perlu mempelajari akar 
dan batang pohon rasisme di Indonesia serta menemukan cara-cara penjebolan 
sistim rasisme kolonial ini. Sebab Al-Dinu al-Islam menyatakan bahwa 
diciptakannya manusia dalam model berbangsa, berkeluarga, bersuku, dengan 
seluruh ciri-ciri pribadi masing-masing adalah dengan tujuan agar saling 
mengenal dan saling belajar dari keunggulan dan kekurangan masing-masing demi 
kehidupan bersama di Bumi (silahkan membaca Al-Quran).

Wassalam,
A.M






  ----- Original Message ----- 
  From: Satrio Arismunandar 
  To: news Trans TV ; [email protected] ; kampus tiga ; technomedia 
; jurnalisme ; HMI Kahmi Pro Network ; ppiindia ; PPI Belanda ; 
[email protected] ; [email protected] 
  Sent: Tuesday, March 10, 2009 4:18 PM
  Subject: [ppiindia] Keanehan kematian David Hartanto di NTU Singapura...


  Posted by: "Adyanto Aditomo" [email protected]   adyantoaditomo 
  Mon Mar 9, 2009 8:48 pm (PDT) 
  Menarik informasi yang disampaikan oleh rekan David ini, Sylvia Yusim, 
seputar keanehan sekitar kematian David.
  Karena Deplu dan Kepolisian RI dibawah pemerintahan SBY sudah menyatakan 
menolak untuk ikut campur dalam penyelidikan penyebab kematian David, apapun 
penyebab kematian David, karena itu merupakan kewenangan dari pemerintah 
Singapore (dengan alasan : jika ada WNI yang dibantai, di siksa, diperkosa dsb, 
kewenangan penyidikan sepenuhnya ada di pemerintah Singapore, jadi Pemerintah 
RI dan WNI harus pasrah saja) maka harus ada upaya lain untuk mengungkap 
kesewenangan Pemerintah dan Polisi Singapore terhadap WNI.
  Kesempatannya: menunggu pergantian pemerintah baru hasil pemilu yang 
diharapkan (ini masih harapan lho) bersikap lebih manusiawi dalam membela hak 
WNI yang diperlakukan sewenang - wenang di negara lain, termasuk Singapore.
  Pemerintah SBY kelihatannya "bertekuk lutut" menghadapi Singapore. Jadi tidak 
banyak yang bisa diharapkan dari pemerintahan ini.
   
  Salam,
   
   
  Adyanto Aditomo

  --- Pada Sen, 9/3/09, rzain <rz...@yahoo. com> menulis:

  Dari: rzain <rz...@yahoo. com>
  Topik: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Re: KISAH CERITA PENDEK KEMATIAN MAHASISWA 
INDONESIA DAVID BEREDAR DI DUNIA MAYA
  Kepada: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
  Tanggal: Senin, 9 Maret, 2009, 10:16 AM

  Dari milis yang lain:

  Selamat malam kakak-kakak,

  Perkenalkan nama saya Sylvia Yusim, mahasiswa Tekkim 2005, dan baru lulus 
Januari tahun ini. Malam ini, saya sempat membaca beberapa post dari 
kakak-kakak mengenai kasus mahasiswa NTU bernama David Hartanto.

  Awalnya, pada saat kasus ini tersebar di Indnesia, dikatakan David Hartanto 
menusuk dan kemudian bunuh diri. Sebagai seorang teman yang pernah sekelas dua 
tahun dan duduk di sebelah kanannya selama setahun, saya cukup mengenal David 
Hartanto. Apalagi dua minggu lalu, kami sempat berbincang di facebook. Tentu 
saja saya kaget bukan main dan rasanya tidak percaya David atau kami sapa 
Ming-Ming bisa berbuat demikian. Tapi saya dan teman-teman saya yang ada di 
dalam ataupun di luar negeri tidak percaya sama sekali akan berita yang ada di 
media. Banyak teman-teman saya yang berada di NTU dan mereka shock berat 
mendengar berita itu dan juga tidak percaya. Kami hanya bisa berdoa agar 
kebenaran dari Tuhan saja yang terungkap.

  Doa keluarga dan rekan-rekan kelihatannya telah didengar Tuhan, kemarin malam 
pemerintah Singapura meralat berita bahwa David tidak bunuh diri (Headline News 
/ Umum / Jum'at, 06 Maret 2009 20:04 WIB -->Metrotvnews. com, Singapura: 
Kematian David Hartanto Wijaya, mahasiswa Indonesia di Universitas Nanyang, 
Singapura, masih diliputi misteri. Media Singapura mulai mengoreksi berita 
terkait kematian David. Ia dikabarkan terjatuh dari lantai empat gedung kampus 
tersebut. Padahal, sebelumnya media Singapura gencar menyebutkan David melompat 
setelah menusuk salah seorang dosennya.)

  Banyak kejanggalan yang ditemukan dalam kasus ini. Saya juga sudah menemui 
keluarga David dan berbincang dengan mereka. Kejanggalan inilah yang tidak 
diungkap oleh media Singapura supaya nama negara mereka dan NTU yang notabene 
universitas papan atas tidak jatuh pamornya. 

  Kalo kakak-kakak ingin tahu, kejanggalan apa saja yang ada dalam kasus ini, 
saya dapat menyampaikan beberapa point dari fakta-fakta yang diungkapkan 
keluarga David.

  1. Munculnya berita bahwa David menyerang Profesor Chan Kap Luk, lalu bunuh 
diri, padahal tidak ada bekas sayatan di pergelangan tangan seperti yang 
diberitakan, lalu darimana muncul berita tersebut? Untuk apa dimunculkan berita 
palsu bahwa David menyayat pergelangan tangannya?

  2. Saat keluarga tiba disana senin malam setelah kejadian, keluarga ingin 
langsung melihat jenazah David, namun dihalangi oleh pihak2 tertentu, dengan 
alasan sudah peraturan, tentu saja keluarga harus menurut, apalagi saat itu 
keluarga masih syok. Lalu saat diizinkan melihat kondisi jenazah keesokan 
harinya, keluarga hanya diizinkan untuk melihat jenazah bagian leher ke atas, 
sedangkan bagian tubuh yang lain telah ditutupi plastik. Keluarga Hartanto juga 
telah mengkonfirmasikan ke pihak polisi Singapura, tidak ada luka di bagian 
pergelangan tangan. Saat itu keluarga Hartanto juga melihat di bagian leher 
depan (daerah leher dibawah bahu) terdapat banyak plesteran luka..

  Pertanyaannya. Untuk apa keluarga Hartanto menunggu 1 hari untuk melihat 
jenazah keluarga kandung mereka sendiri? Mengapa jenazah harus ditutupi oleh 
plastik? Apakah benar ada peraturan seperti itu? Atau hanya karangan pihak2 
tertentu saja untuk menutupi kenyataan? Darimana asal luka di leher? Mengapa 
jenazah David terlihat berdarah cukup parah di bagian bokong?

  3. Saat keluarga tiba di TKP senin malam, karena tidak diizinkan untuk 
melihat jenazah, keluarga datang ke NTU untuk melihat TKP, namun saat sampai, 
polisi tidak menemukan satupun bekas darah ataupun police line. Hebat bukan? 
Hanya dalam waktu sekitar 7 jam sejak waktu kejadian, TKP telah bersih total, 
adakah alasan untuk buru2 membersihkan TKP?

  4. Lalu keluarga datang melihat kamar David, dan apa yang ditemukan? Ternyata 
semua peralatan komputer yang ada di kamar itu semua MENYALA. Apakah seorang 
yang mau bunuh diri akan menyalakan semua peralatan komputernya? Bahkan menurut 
kesaksian seorang teman, account MSN David masih menyala. Apakah hal ini 
terlihat seperti David mau mengakhiri hidupnya? Bahkan dia masih bermain game 
online sampai jam 2 pagi di hari kejadian bersama teman yang tadi menjenguk 
keluarga David.

  5. Pada ruangan profesor tertinggal tas David yang biasa dia bawa, dan tebak 
apa yang dia bawa dalam tasnya? Sebuah handuk dan botol air mineral 1,5 L.. 
(Semua yang mengenal Ming2 pasti tahu, dikelas, sejak SD, Ming2 selalu membawa 
handuk, bahkan kadang dikalungkan di leher saat berada di kelas, dia juga 
selalu membawa air minum yang banyak karena mamanya selalu berpesan untuk 
banyak mengkonsumsi air). Apakah seorang yang mau membunuh, lalu bunuh diri, 
akan membawa barang seperti itu? Akan jauh lebih mudah untuk membawa sebilah 
pisau yang besar (lebih besar dari pisau berukuran 10cm yang muncul di TKP, 
yang entah milik siapa).

  6. Keluarga dihalang-halangi saat hendak bertemu dengan Profesor Chan Kap 
Luk, dengan alasan, saat itu dia sedang di ICU, dan kenyataannya? Hari rabu 
sang Profesor telah keluar dari rumah sakit. Apakah ada catatan seorang yang 
menderita luka tusukan parah yang harus masuk ICU, dapat keluar dari rumah 
sakit dalam tidak sampai 2 hari? Benarkan sang Profesor terluka? Toh profesor 
ini tidak pernah muncul di media

  7. Saat keluarga ingin bertemu dengan "saksi mata" yang melihat David 
melompat dari lantai 4, pihak NTU menghalangi dengan alasan hal itu harus 
dirahasiakan. Oke, kalau begitu, darimana kita tahu kalau benar2 ada orang yang 
melihat kalau David benar2 melompat, bukannya terjatuh ataupun dijatuhkan orang?

  8. Data tentang David dan FYP (Final Year Project) nya telah dihapus dari 
database NTU. Hanya dalam 2 hari, NTU langsung menghapus data topik FYP yang 
sedang David kerjakan, adakah alasan khusus dibalik keterburu-buruan pihak NTU 
untuk menghapus data tersebut? Tidakkah ada rasa ingin mengenang salah satu 
mahasiswa berprestasinya, alih-alih langsung menghapus data, seakan David tidak 
pernah kuliah disana? Padahal skripsi David merupakan skripsi yang masuk 3 
skripsi terbaik di Elektro. (Bukti penghaspusan bisa dilihat di kaskus yang 
ter-record oleh teman kuliah David disana yang tidak saya kenal namanya)

  9. Polisi Singapura menahan Laptop dan HP milik David dan akan dikembalikan 
setelah penyelidikan selesai. Untuk apa? Orang tuanya pun bingung karena tidak 
boleh mengambil laptopnya saat disana.

  10. Pisau yang ada di TKP, dilaporkan berasal dari hall 4, itu hasil 
investigasi? Atau hanya karangan? Seorang teman di NTU berkata bahwa biasanya 
seorang dosen memiliki pisau kecil di ruangannya yang biasa digunakan untuk 
memotong buah. Jadi? Itu pisau milik David Hartanto atau Chan Kap Luk? Orang 
tua David pun yang bertanya polisi bukti dari mana pisau itu dari hall 4 tidak 
memperoleh jawaban dari polisi setempat.

  11. Waktu kejadian adalah sekitar jam 10.45 waktu Singapura hari Senin, 
apakah tidak terdengar aneh jika hanya sedikit sekali mahasiswa yang ada dan 
menyaksikan kejadian? Adakah tekanan dari pihak NTU untuk tutup mulut?

  12. Senjata yang ditemukan -pisau buah 10cm- ditemukan tanpa gagang, 
dimanakah gagangnya? Mengapa tidak dilakukan analisa sidik jari? Jelas tidak 
mungkin menusuk seseorang tanpa menggunakan gagang pisau, jadi entah siapapun 
yang menusuk siapa, pasti ada gagangnya. Ketika keluarga bertanya dimana 
gagangnya, polisi menjawab patah tanpa alasan yang jelas.

  Kejanggalan- kejanggalan diatas membuat kami (keluarga dan sahabat) ingin 
menuntut agar kasus ini diusut sampai tuntas. Kabar bahwa David STRESS akibat 
beasiswa dicabut, nilai tugas akhirnya diberikan jelek, dlll. hanya dibuat 
untuk memojokkan David. David sudah memberitahukan keluarga tentang pencabutan 
beasiswa satu bulan yang lalu dan keluarga-nya pun tidak masalah karena 
keluarga ini masih mampu membiayai anaknya sekolah di luar. Apalagi hanya 1 
semester lagi yang hanya berjumlah S$3000 saja yang dapat dicicil 20 tahun. 
Tuduhan David stress juga tidak mungkin. Dia bukan tipe orang yang stress, dia 
orang yang sangat cuek terhadap nilai. Tapi Tuhan menganugerahkan dia 
kepintaran sehingga dia tidak perlu bersusah payah mendapat bagus apalagi untuk 
matematika dan fisika. Dia sangat baik dan suka mengajarkan teman-temannya. 
Lalu apa salah dia pintar dan ikut Olimpiade Matematika. Guru SMA kami yang 
mengantarkan dia ikut olimpiade ke Mexico saja tidak
  percaya akan berita itu karena guru kami sangat percaya siapa itu David. Satu 
hal yang perlu diketahui David juga gemar bermain game, kartu, dan juga suka 
bercanda tawa, dia anak yang sangat periang dan tidak pernah bermaslah di 
sekolah. Jangankan membunuh, pegang pisau saja dia tidak mahir. Kalau makan di 
NTU, dia turun ke kantin atau masak popmie. Sungguh aneh, pembunuhan karakter 
yang dilakukan pemerintah Singapura. 

  Mungkin tulisan saya yang begitu panjang ini sedikit membosankan, apalagi 
David Hartanto juga nama yang asing bagi sebagian besar orang. Namun, saya 
disini sebagai orang yang mengenal David alias Ming-Ming apalagi kami berada di 
kelas 3 IPA 4 yang sangat kekeluargaan merasa sangat sedih ketika teman kami 
dianggap STRESS, GILA, Psikopat, pembunuh, dll. Kami sekali lagi hanya bisa 
berdoa kepada Tuhan dan memberikan kesaksian bahwa Ming-Ming sangat jauh 
daripada apa yang di media. Hanya Tuhan yang mampu membukakan kebenaran yang 
sesungguhnya dan menegakkan keadilan di dunia yang tidak adil ini. Walaupun 
Ming-Ming sudah tidak ada di dunia ini, saya percaya dia masih hidup di hati 
kami...dan kami akan bertemu di surga nanti.

  Saya menutup tulisan saya dengan menyertakan link berikut:

  http://charleschris tian.wordpress. com/2009/ 03/05/a-tribute- to-david- 
hartanto- my-classmate/

  Kasus ini juga sedang hangat di www.kaskus.us

  Terakhir, saya berharap tulisan ini bisa membuat kakak-kakak mengenal sekilas 
siapa David yang kami kenal. Saya juga berharap tulisan ini tidak menimbulkan 
perdebatan karena sebagai seorang teman saja wajib memberitahukan bahwa Dia 
tidak pantas diperlakukan seperti ini, setidaknya dari sudut pandang saya.Mohon 
bantuan doannya saja agar misteri kasus ini dapat terungkap. Terima kasih kak.

  - Sylvia Yusim -
  Rekan yang selalu mengasihi David...

  --- In Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com, "agnes" <agnesdavonar@ ...> 
wrote:
  >
  > Kisah kematian David hartanto yang ditemukan tewas terjatuh menginspirasi 
seorang penulis novel kenamaan membuat kisah ini dalam bentuk cerita yang 
dipublishkasihkan di dunia maya, di cerpen yang berjudul Kisah Pesan Terakhir 
itu, terdapat latar belakang ambisi Professor Chan dibalik kematian David. 
Dituliskan juga mengapa Zhou ikut bunuh diri dalam kisah itu.
  > 
  > mungkin kah kisah ini menjadi nyata? semoga saja pihak KBRI Dan kepolisian 
Singapore dapat menjawab keraguan dan pertanyaan besar yang membuat penduduk 
Indonesia begitu sedih,
  > 
  > untuk membaca kisah ini karena terlalu panjang bisa klik
  > 
  > http://lieagneshend ra.blog.friendst er.com/?p= 2301

   

   

  [Non-text portions of this message have been removed]


  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke