Refleksi : Penguasa NKRI  bisa kaya raya, karena mereka sikat kekayaan rakyat 
miskin.

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=53310&ik=6


Lembaga Urus Orang Miskin Jangan Makan Uang Si Miskin 


Rabu 11 Maret 2009, Jam: 20:29:00 
JAKARTA (Pos Kota) - Pegawai BUMN diminta melawan jika ada oknum pegawai 
lainnya yang korupsi. 

"Korupsi di tempat kerja berarti mengambil sebagian nafkah karyawan lain, jadi 
harus dilawan," kata Sekretaris Menteri Meneg BUMN, Said Didu, saat membuka 
Training for Trainer Sekolah Anti Korupsi yang diselenggarakan Serikat Pekerja 
Jamsostek, di Jakarta, Rabu. 

Dalam Acara yang dihadiri Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga dan Juru Bicara 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP serta jajaran Jamsostek 
lainnya, Said Didu menegaskan BUMN harus dibebaskan dari korupsi. Karena kalau 
BUMN bersih, negara juga akan bersih. 

"Tapi saya menjamin saat ini seluruh jajaran BUMN sudah menyatakan anti 
korupsi. Kalaupun masih ada, itu hanya oknum yang mendapat tekanan dan rayuan 
dari kelompok tertentu. Jadi sudah saatnya KPK tidak hanya mengejar dan menahan 
oknum pejabat saja, tapi juga mengejar dan menahan kelompok yang menekan dan 
merayu untuk korupsi," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, dia juga memuji PT Jamsostek dan PT Bulog yang sudah 
mengubah rubah paradigmanya menjadi lembaga BUMN yang anti korupsi. 

"Dulu saya suka sedih melihat pejabat tertinggi di dua BUMN ini selalu berakhir 
di penjara atau sakit yang aneh-aneh. Ternyata setelah ditelaah, kedua lembaga 
ini banyak mengurusi orang miskin. Jadi jangan sekali-kali memakan uang orang 
miskin karena pasti dibalas Tuhan" katanya. 

JAMSOSTEK TARGET 11 
Dirut PT Jamsostek, Hotbonar Sinaga, mengungkapkan lembaganya terus berupaya 
memerangi korupsi. Contohnya, direksi tidak akan segan-segan memberikan sanksi 
keras hingga PHK pada pegawai yang mencari keuntungan pribadi. 

"Ada beberapa pegawai yang melakukan klaim fiktif santunan jaminan sosial. Kita 
sudah mem PHK sejumlah orang, dan ada yang masih dalam proses," kata Hotbonar. 

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat serta Juru bicara 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi, mengungkapkan PT Jamsostek 
menjadi target kesebelas yang diawasi KPK. 

Karena itu Jamsostek diharapkan melakukan perubahan yang signifikan agar 
terhindar dari korupsi. Menurutnya, 90 persen kasus korupsi terjadi karena 
keserakahan dan hanya 10 persen saja yang karena kebutuhan. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke