http://www.sinarharapan.co.id/berita/0903/12/pol01.html

Semua Menteri Bidang Politik Ajukan Cuti 

Oleh
Dina Sasti Damayanti



Jakarta-Semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu di bidang politik sudah 
mengajukan cuti kampanye, kecuali Mensesneg Hatta Rajasa dan Mendiknas Bambang 
Sudibyo, yang sama-sama kader Partai Amanat Nasional (PAN).

"Sudah disampaikan ke KPU. Semua menteri politik sudah mengajukan cuti, kecuali 
saya dan Pak Bambang Sudibyo (Mendiknas-red)," ujar Hatta di Istana Negara, 
Jakarta, Rabu (11/3). 


Menurut Hatta, permohonan izin cuti kampanye telah ia layangkan sesuai dengan 
aturan, yaitu 12 hari sebelum masa kampanye, para menteri harus mengajukan cuti 
kepada Presiden dan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum tanggal mengikuti 
kampanye sudah harus dilaporkan ke KPU. "Saya sudah melaporkan semuanya kepada 
KPU sejak Selasa (10/3) kemarin," katanya.


Hingga kini tidak ada menteri di bidang ekonomi yang mengajukan cuti mengikuti 
kampanye pemilu legislatif. Kampanye pemilu legislatif ini akan dilaksanakan 
tanggal 16 Maret hingga 5 April 2009. Sementara itu pemilu legislatif sendiri 
digelar tanggal 9 April 2009. Menurut Hatta, tidak semua menteri yang 
mengajukan cuti mengambil seluruh jatah cuti kampanye seperti yang diatur dalam 
PP No 14/2009, yaitu diperbolehkan mengajukan cuti satu hari kerja setiap 
minggunya.


Hatta menambahkan, semua permohonan cuti para menteri ini sudah dikabulkan 
Presiden Yudhoyono, namun dengan catatan, bila ada keperluan yang sangat 
mendesak maka Presiden bisa memanggil menteri tersebut. "Menteri ya, bukan 
Wapres. Kalau Wapres dan Presiden itu mengatur jadwalnya atas kesepakatan 
bersama, beda dengan menteri," jelas Hatta. 


Presiden Yudhoyono mengambil cuti kampanye selama tiga hari kerja dalam setiap 
minggu, yaitu setiap hari Jumat. Untuk hari Sabtu dan Minggu, imbuh Hatta, itu 
tidak dikategorikan sebagai cuti, karena merupakan hari libur. Provinsi mana 
saja yang akan didatangi Yudhoyono, Hatta mengaku tidak ingat.

Masih Banyak Pekerjaan 
Mengenai alasan dirinya tidak mengambil cuti kampanye, Hatta mengatakan, karena 
pekerjaannya masih banyak sekali. Namun, kalau pada akhir pekan ia diminta 
berkampanye oleh PAN dan waktunya memang memungkinkan, ia bisa saja mengikuti 
kampanye. "Kalau saya nanti diminta (ikut kampanye) Sabtu-Minggu, dan saya 
melihat waktu saya cukup, saya akan lakukan itu, karena saya orang PAN. Cuma 
saya rasakan, bahwa pekerjaan ini cukup banyak, jadi saya tidak ambil cuti," 
jelasnya.
Soal kemungkinan dalam satu hari kampanye itu separuh kabinet tidak berada di 
kantor, Hatta mengatakan, hal itu tidak akan terjadi. Apalagi dalam PP No 14 
Tahun 2009 sudah diatur bahwa dalam keadaan mendesak, Presiden bisa memanggil 
para menterinya sehingga tidak bisa menomorduakan pekerjaan utama mereka 
sebagai pejabat negara.


Secara terpisah, Menko Kesra Aburizal Bakrie yang juga fungsionaris DPP Partai 
Golkar ini menyatakan, dirinya belum mengajukan cuti kampanye pemilu legislatif 
karena dia lebih banyak melakukan kampanye pada hari Sabtu dan Minggu.


"Belum (mengajukan cuti kampanye-red). Nanti kami ajukan, kapan ya. Kebanyakan 
(kampanye-red) Sabtu soalnya. Kalau Sabtu-Minggu cuti, kan nggak perlu cuti. 
Ada satu (kampanye-red) yang Rabu, tapi nanti saja," ungkap menteri yang akrab 
disapa Ical ini. Ical mengaku selama kampanye pemilu legislatif nanti, dia 
mendapatkan tugas untuk berkampanye di Lampung, Sumatera Utara, Banjarmasin, 
Sulawesi Barat, dan Papua


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke