http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8715


*TNI AD PERKUAT POS PENGAMANAN DI PAPUA*



*Jakarta* - *Mabes TNI Angkatan Darat (AD) *menyatakan, akan memperkuat
pos-pos pengamanan TNI di Papua, terutama di titik-titik rawan seperti di
kawasan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

*Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Christian Zebua* kepada ANTARA
di Jakarta, Sabtu, mengatakan, perkuatan dilakukan dengan penambahan
personel dari Kodam Trikora.

"Jadi, masih personel organik di Kodam setempat. Bukan personel yang di-BKO
dari luar," katanya.

Perkuatan itu, lanjut Christian, dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan
penyerangan lagi oleh Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka
(OPM), terutama oleh kelompok Goliat.

Dijelaskannya, gangguan berupa tembakan oleh OPM terhadap pos-pos pengaman
TNI di kawasan Tingginambut, telah terjadi beberapa kali terakhir pada Jumat
(13/3) malam. "Namun, kami berupaya untuk tidak melakukan tindakan balasan
membabi buta. Sampai pada Sabtu (14/3) siang saat anggota TNI melakukan
patroli rutin di kawasan itu dihadang hingga terjadi baku tembak dan
menyebabkan satu anggota TNI AD meninggal dunia," tuturnya.

Christian mengakui, pelaku penyerangan tidak sempat terkejar oleh aparat
TNI. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan polisi untuk mencari
pelaku sambil memperkuat personel di pos-pos pengamanan tidak saja di Puncak
Jaya, tetapi di semua titik rawan di Papua.

Jenazah Praka Saiful Yusuf anggota 754 yang gugur ditembak TPN/OPM, Sabtu
siang di kawasan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya berhasil dievakuasi ke
Mulia.

Danrem 173 Biak Kol Inf Hery Ramlan mengemukakan, jenazah dievakuasi sekitar
18.30 WIT ke Ibukota Puncak Jaya, Mulia dan direncanakan disemayamkan di
aula kantor bupati setempat.

Korban yang bertugas di pos Gurage kawasan Tingginambut itu terkena tembak
di bagian kepala.

Ketika ditanya apakah akan dilakukan pengejaran terhadap pelaku, Dandrem 173
yang wilayahnya meliputi Biak, Paniai, Nabire, dan Puncak Jaya itu mengakui,
kemungkinan itu ada saja namun pihaknya akan melihat kondisi di lapangan.

Organisasi terlarang TPN/OPM sejak Jumat (13/3) menyerang pos 754 yang
berada di Gurage. Bahkan kelompok bersenjata itu membakar dan merusak
jembatan yang ada di kawasan tersebut.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke