http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/03/14/16143767/mesin.pembaca.pikiran.harapan.bagi.si.pikun

*Mesin Pembaca Pikiran, Harapan bagi Si Pikun*

*LONDON*, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para ilmuwan
mampu menunjukkan bahwa pikiran manusia dapat "dibaca" hanya dengan
memerhatikan aktivitas otak.

Dengan menggunakan pemindai canggih yang mengukur peredaran darah, melalui
lingkungan realitas maya berbasis komputer, para ilmuwan Inggris mampu
menyebutkan di mana para relawan berada.

"Yang mengejutkan, hanya dengan melihat data pada otak, kita bisa
memperkirakan dengan tepat di mana mereka (responden) berada. Dalam kata
lain, kami bisa 'membaca' ingatan spasial (berkenaan dengan ruang) mereka,"
kata Eleanor Maguire dari Wellcome Trust Center for Neuroimaging, University
College London, kepada para wartawan.

Penemuan ini membuka kemungkinan bagi pengembangan mesin pembaca ingatan,
meskipun Maguire menilai risiko kekacauan pembacaan pikiran masih bisa
terjadi.

Kendati begitu, dia yakin penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Cell Biology
ini akan membantu pengembangan riset gangguan ingatan, seperti pada
Alzheimer dengan penyinaran cahaya untuk mengetahui bagaimana daerah otak
besar menyimpan memori.

Maguire dan koleganya menggunakan satu teknologi yang dikenal sebagai
"pencitraan resonansi magnetik fungsional" atau fMRI yang menyoroti daerah
otak saat daerah-daerah ini aktif.

Dengan memindai otak manusia, seperti memainkan game realitas maya dalam
komputer, para ilmuwan mampu mengukur aktivitas neuron (sel syaraf) tertentu
dalam otak besar (hippocampus), satu daerah otak yang disebut penting sekali
bagi navigasi dan memori.

Penelitian ini meratakan jalan bagi analisis tentang bagaimana
pikiran-pikiran lain, termasuk memori yang lebih lengkap mengenai masa lalu
atau visualisasi masa depan, didata dalam sel syaraf.

Itu bermakna bahwa penggunaan fMRI untuk pemeriksaan forensik keseluruhan
memori dan pikiran membuka kemungkinan timbulnya masalah etika.

Untuk sementaram, teknologi ini hanya bekerja pada relawan yang berkehendak
dan peneliti Demis Hassabis menilai teknologi ini masih membutuhkan waktu
setidaknya 10 tahun sebelum hal itu memungkinkan untuk diaplikasikan.

"Membutuhkan masa yang lama sebelum teknologi seperti itu menjadi mungkin
diterapkan bahwa Anda bisa membaca pikiran seseorang dalam satu masa singkat
manakala pikiran-pikiran itu tidak kooperatif," katanya.


Sumber : Ant


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke