http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/03/14/15553098/ylki.klaim.30.persen.produk.makanan.indonesia.bahaya

*YLKI Klaim 30 Persen Produk Makanan Indonesia Bahaya*

*GARUT*, KOMPAS.com — *Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI) Pusat Indah Sukmaningsih* menyatakan, sekitar 30 persen (sepertiga)
makanan kemasan yang dipasarkan bebas di Indonesia, diindikasikan mengandung
zat berbahaya.

Bahkan, dari 28 jenis produk makanan yang diteliti lembaganya bersama para
ahli dari Universitas Indonesia (UI), ternyata terdapat 10 jenis produk di
antaranya terbukti mengandung zat berbahaya, seperti melamin dan zat
berbahaya lainnya. Demikian diungkapkan Sukmaningsih di Cipanas Garut,
Jabar, Jumat.

Ditemui seusai kegiatan sosialisasi tentang "jangan melahirkan di rumah", ia
juga mengemukakan angka tersebut jika dikonversikan terhadap jumlah produk
makanan kemasan yang beredar di Indonesia, nyaris bisa mencapai 30 persen
mengandung zat berbahaya.

Kondisi yang memprihatinkan itu belum termasuk dengan peredaran produk
makanan kedaluwarsa, yang luput dari pengawasan pemerintah. Padahal, beragam
jenis makanan kedaluwarsa mayoritas mengandung bakteri "anaerob", yang bisa
mengakibatkan kematian. Demikian dikatakannya.

Terkait masih banyaknya beragam produk makanan berbahaya termasuk yang
kedaluwarsa yang masih banyak beredar di tengah masyarakat, menurutnya
terjadi akibat kelalaian pemerintah dalam mengawasi peredaran barang-barang
tersebut.

Malahan lembaga pengawasan milik pemerintah, yakni BPOM, selama ini dinilai
tidak bekerja secara maksimal, melainkan hanya melakukan pemeriksaan produk
makanan yang dibersihkan. Hasilnya, tidak ditemukan bukti produk tersebut
mengandung zat berbahaya.

Ia juga mengatakan, parahnya, Departemen/ Dinas Perdagangan, yang semestinya
menjadi filter masuknya produk makanan berbahaya selama ini hanya memerankan
diri sebagai pembuat regulasi tanpa melakukan aksi yang maksimal untuk
menyelamatkan konsumen dari ancaman makanan berbahaya.

Adanya ketidaksungguhan pemerintah menangani masalah ini diharapkan
masyarakat mulai mengerti atau memahami tentang segala produk makanan yang
tersedia agar mereka tidak terjebak dan tergiur untuk mengonsumsinya.

Namun, Pengurus Harian YLKI Pusat Indah Sukmaningsih pada kesempatan
tersebut tidak menyebutkan secara detail tentang beragam jenis produk
makanan yang dinilai dan dituduhkannya mengandung zat berbahaya.


Sumber : Ant


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke