Jawa Pos
[ Minggu, 15 Maret 2009 ] 

PDIP Protes Perubahan Jadwal Kampanye 
Jadwal Berubah Tiga Kali, Diduga Ada Persoalan Politis 


JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum menjelang tiga hari pelaksanaan kampanye 
terbuka mengubah jadwal kampanyenya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
protes karena merasa tidak pernah diajak berdialog terkait perubahan jadwal 
tersebut.

"Kami tidak pernah diajak rembukan. Jadwal (terbaru) ini tidak sesuai dengan 
yang dijanjikan KPU kepada kami," kritik Arif Wibowo, wakil sekretaris bidang 
pemenangan pemilu PDIP, kepada wartawan koran ini kemarin (14/3). 

Sebagai informasi, jadwal kampanye yang disusun KPU mengalami tiga kali 
perubahan. Pertama, jadwal ditetapkan melalui SK nomor 107 bertanggal 31 
Januari 2009. Jadwal itu diubah kembali melalui SK nomor 115 bertanggal 6 
Februari 2009. Namun, lagi-lagi diubah pada 13 Maret lalu melalui SK nomor 173.

Menurut Arif, dalam kesepakatan pertemuan KPU dengan parpol peserta pemilu pada 
23 Januari 2009, PDIP dijanjikan akan mendapat jatah kampanye hari terakhir di 
Bali. Sebagai penghubung KPU dengan PDIP, Arif ingat betul janji tersebut. 
"Janji itu saya sampaikan ke partai. Jadwal dan rencana pun sudah kami susun," 
kata Arif.

Namun, setelah pertemuan tersebut, KPU tidak pernah menyampaikan SK terkait 
jadwal kampanye kepada PDIP. Selama tiga kali merevisi jadwal, lanjut Arif, 
semuanya tidak pernah sampai ke PDIP. "Saya sebagai penghubung KPU dengan 
partai tidak pernah dikonfirmasi," ujarnya kecewa. 

Berdasar jadwal kampanye terbaru, kampanye terakhir PDIP akhirnya berlokasi di 
Sulawesi Barat. "Kami akan sampaikan surat protes kepada KPU," janjinya.

Arif menyatakan, perubahan jadwal itu menimbulkan kecurigaan. Dia menilai ada 
permainan politis terhadap perubahan jadwal tersebut. Sebab, PDIP telah 
beberapa kali dirugikan KPU, terutama kasus tak tercantumnya nama Sekjen PDIP 
Pramono Anung di dapilnya dan terselipnya laporan dana kampanye. "Bukannya 
membela diri, namun ini merugikan kami," tuturnya.

Senada dengan PDIP, Partai Keadilan Sejahtera kecewa dengan perubahan jadwal 
itu. Ketika dikonfirmasi, Humas PKS Mabruri menyatakan bahwa perubahan jadwal 
itu menunjukkan sikap tidak profesional KPU dalam mengatasi suatu problem. "KPU 
seakan tidak tahan atas kepentingan sejumlah pihak tertentu," katanya.

Padahal, PKS sudah menyusun rencana kampanye lengkap dengan jurkamnas yang akan 
mengisinya. Menurut Mabruri, kesepakatan itu telah ditetapkan DPP pada 
pertemuan Rabu (11/3). "Jadwal itu untuk seluruh Indonesia. Jika berubah, kami 
tentu harus berubah," ujarnya kecewa.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menyatakan, 
perubahan jadwal itu harus diperiksa Badan Pengawas Pemilihan Umum. Menurut 
dia, revisi sampai tiga kali tersebut tidak wajar. Karena itu, Bawaslu harus 
menyelidiki kenapa jadwal itu sampai berubah-ubah. "Perubahan mendadak ini 
serius, partai harus protes karena ini," kata Jeirry.

Jika alasan KPU karena ada partai yang jatahnya belum seimbang, hal itu juga 
tidak masuk akal. Menurut Jeirry, hal tersebut seharusnya bisa diketahui pada 
revisi kedua. "Kalau sampai revisi ketiga, apalagi mendadak, jangan-jangan 
betul itu karena pesanan atau desakan," urainya. (bay

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke