http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009031606010716

      Senin, 16 Maret 2009 
     
      BURAS 
     
     
     
Cari Caleg yang Gigih, Pekerja Keras! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "HARI ini kampanye terbuka pemilu legislatif dimulai, ibu mau menghadiri 
kampanye partai apa?" tanya anak.

      "Menghadiri kampanye terbuka di lapangan panas terik atau diguyur hujan?" 
sambut ibu. "Ogah!"

      "Bagaimana ibu bisa membuat pilihan tepat kalau tak melihat dan mendengar 
langsung penampilan para calon anggota legislatif?" kejar anak.

      "Aku sudah punya dedekan, kok!" jawab ibu.

      "Dedekan seperti buah di pohon ditandai dengan bungkus plastik begitu?" 
timpal anak.

      "Rupanya ibu sambil jalan ke pasar memperhatikan pamflet caleg yang 
ditempel di pohon-pohon, ya?"

      "Bukan itu!" jawab ibu. "Dengan duduk di rumah pun selama ini 
ndilir--datang dan pergi--caleg yang mempromosikan dirinya! Salah satu dari 
caleg yang kampanye door to door itu cukup meyakinkan ibu untuk didedeki 
sebagai pilihan!"

      "Pasti ibu diberi uang pengingat!" tukas anak.

      "Diberi uang caleg? Tidak sama sekali!" tegas ibu. "Justru yang ibu 
dedeki itu bukan orang yang memberi kartu nama dengan cetakan bagus! Beda dari 
yang lain, ia memberikan sepotong kertas kecil berisi nama, nomor urut, dan 
partai dengan tulisan tangannya sendiri!"

      "Apa yang membuat ibu tertarik pada caleg kere itu?" entak anak.

      "Kegigihan dia kampanye tanpa modal, sekaligus menunjukkan dia seorang 
pekerja keras!" jawab ibu. "Ia datang saat hujan masih menyisakan 
rintik-rintik, membawa payung untuk melindungi anak di gendongannya! Ia terus 
terang tak punya uang untuk mencetak kartu nama, mencetak pamflet, apalagi 
pasang spanduk dan baliho yang besar! Sejak daftar caleg tetap keluar, ia 
berjalan kaki menyambangi setiap pintu rumah yang buka di semua desa 
sekecamatan dapilnya ini!"

      "Wow! Rupanya caleg seperti itu idola ibu!" timpal anak. "Apa dasar 
pertimbangannya?"

      "Terlihat ia melakukan itu dengan ikhlas, menjaga amanah partai yang 
memberi kepercayaan pada dirinya!" tegas ibu. "Sikap amanah menjaga kepercayaan 
itu, hal terpenting dimiliki wakil rakyat saat terpilih nanti! Lalu, kegigihan 
dan semangat kerja keras memperjuangkan amanah itu dengan memaksimalkan apa pun 
yang bisa dia lakukan, seperti potongan kertas bertulis tangan itu, merupakan 
model pemimpin yang kita cari--tetap mampu bekerja mencapai tujuan secara tak 
ada rotan akar pun jadi! Bandingkan dengan para wakil rakyat sekarang, 
disiapkan rotan masih menuntut gading, itu pun tak mencapai hasil!"

      "Itu karena saat kampanye menghabiskan banyak uang, di antaranya lewat 
utang yang harus dibayar kembali dari hasilnya duduk di lembaga legislatif, 
wajar menuntut gading buat mengganti modal atau utang kampanye!" tukas anak.

      "Maka itu, yang kampanye menghabiskan uang wajar prioritasnya mencari 
uang pengganti yang telah dihabiskannya! Maka itu, dia yang kampanye dengan 
kegigihan dan kerja keras membayarnya kembali dengan kegigihan dan kerja keras 
pula!" tegas ibu. "Wakil rakyat gigih dan pekerja keras demi menjaga amanah 
yang dipercayakan pada dirinya itulah idola ibu! Lebih lagi yang bisa bekerja 
maksimal dengan sarana serbaterbatas! Bukan wakil rakyat yang hanya 
menghabiskan anggaran rakyat untuk menara gadingnya!"
     



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke