Orang Taat Tolak Praktek Homoseksual
Hidayatullah.com—Orang yang setia menjalankan agama memiliki kecenderungan yang
lebih besar dalam menolak berbagai praktek homoseksual. Ini hasil studi terbaru
berdasarkan survei yang dilakukan Gallup Polling, sebuah badan survei
internasional.
"Proporsi
mereka yang mengatakan bahwa komunitasnya bukan merupakan tempat yang
baik untuk homoseksual telah meningkat drastis di negara-negara dimana
penduduknya mengaku bahwa agama menjadi hal penting dalam kehidupan
sehari-hari," ujar Brett Pelham, analis senior Gallup.
Studi
ini dilakukan berdasarkan temuan dari berbagai jajak pendapat yang
dilakukan di 129 negara antara 2006 hingga 2008. Studi menunjukkan
bahwa kaum homoseksual kurang diterima di masyarakat yang memiliki
tingkat relijius yang tinggi. Setiap negara dibagi menjadi lima
kelompok, mulai dari kelompok yang paling kecil dalam beribadah hingga
mereka yang paling taat beribadah.
"Di
negara dengan tingkat ibadah terendah, yang didominasi negara-negara di
Eropa, hanya 25 persen yang menyebutkan bahwa komunitasnya bukanlah
tempat baik untuk homoseksual," ujar Pelham, profesor psikologi di
State University of New York.
"Sebaliknya,
di negara dengan tingkat ibadah tertinggi, yang didominasi negara di
Afrika, Asia dan Timur Tengah, rata-rata 84 persen menolak
homoseksual," tambahnya.
Riset
ini dilakukan bukan untuk mengetahui opini masyarakat terhadap
homoseksual, tapi cenderung melihat pada koneksi antara tingkat
relijius dan penerimaan kaum homoseksual.
Temuan utama studi ini adalah tingkat kesamaan di antara berbagai penganut
agama bila menyangkut tentang homoseksual.
Di
dalam kelompok penganut agama (Islam, Kristen, Hindu, Yahudi),
mayoritas orang yang menganggap agama penting dalam kehidupan
sehari-hari berpendapat bahwa komunitas mereka bukan tempat yang baik
untuk kehidupan para homoseksual.. [iol/www.hidayatullah.com]
[Non-text portions of this message have been removed]