mahasiswa2 lulusan syariah (agama) kalo ga kuat2 iman, kmungknan akan tersesat 
& terpikat oleh bujuk rayu 'dunia'. Bayangkan saja, ktika lulusan mahasiswa 
studi lain bs bkerja & mengejar mimpinya, lulusan studi agama ksulitan mncari 
lap pekerjaan. Akhirnya..byk di antara mereka menjual diri & agamanya, hanya 
demi sesuap nasi. Mereka sibukkan diri mereka dlm aktivitas2 'olah pikir' (baca 
olah hawa nafsu) yg jauh dari ILMU & AKHLAK walaupun mereka namakan kegiatan 
mereka sbg studi kritislah, ilmiah-lah dll nama2 yg memikat nan aduhai.
bertebaranlah diskusi2 ga da guna yg mereka ciptakan sndiri, tentunya dg dana 
yg digelontorkan dari majikan mereka sndiri. Setelah itu, mereka seringpula 
membuat ajang penghargaan, tentunya disertai dg gelar pemikir islam-lah, 
pembahara-lah dan lain2 gelar yg wah.
Ya bginilah tipikal mahasiswa ataupun prof liberal, mereka pikir dirinya pandai 
& pintar, padahal..:p
Sangat tepat skali bang pitung memberikan gelar kpd pendekar2 liberal sbg 
'PELACUR INTELEKTUAL', sungguh kasihan sekali mereka..




________________________________
From: Leo Imanov <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]
Sent: Wednesday, March 18, 2009 1:45:55 PM
Subject: [ppiindia] (unknown)


bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa--shshalatu wa-ssalamu 'ala rasuli-lLah wa 'ala 
alihi wa ashhabihi wamni-ttaba' ahu bi ihsani ila yaumi-ddien

Assalamu 'alaikum wa rahmatu-llLahi wa barakatuH

ada yang kirim dibawah ini, saya pikir kita renunkan bersama dech, silah!

Kawin Sesama Jenis Versi IAIN Semarang
Selasa, 17 Maret 2009 09:20
Pertanyaan
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh 
Alhamdulillah, Allahuma sholi 'ala Muhammad wa'ala ali ajma'in. 
Saya pernah membaca arikel yang bertajuk INDAHNYA KAWIN SESAMA
JENIS. Membaca judulnya yang bathil ini saja serasa ingin sekali
menyobek-nyobek mulut para Mahasiswa yang agamanya Islam KATANYA,
Fakultas Syariah IAIN Semarang.
Pak ustadz, apakah mahluk seperti ini yang dicetak oleh Universitas
Islam yang sangat kontraproduktif. Bahkan mereka mengajarkan
strategi-strategi untuk melegalkan perkawinan Homoseksual di Indonesia:
1. Mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya 
yang telah dirampas oleh negara.
2. Memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada
diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga
masyarakat tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut
terlibat mendukung setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut
hak-haknya.
3. Melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah
Luth dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual,
4. Menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan
perkawinan harus antara laki-laki dan wanita. Bahkan gerakan ini dapat
legalisasi dari Institusinya

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Meski sudah lama kasus ini terjadi, tetapi memang apa yang anda baca
dari tulisan mahasiswa IAIN Semarang memang sangat mengejutkan. Betapa
tidak, karena pendapat ini adalah yang paling aneh yang pernah muncul.
Sebelumnya, sesekuler-sekulerny a kalangan mereka, tidak sampai
menyerukan kawin sejenis.
Tapi kalau kita lihat lebih dalam, rupanya kita masih harus
tercengang lagi, lantaran apa yang nampak tidak lain hanyalah fenomena
gunung es. Yang menyembul kepermukaan hanya sebagiannya saja, jauh di
bawah permukaan laut, kita akan bertemu dengan sosok aslinya yang jauh
lebih menyeramkan.
Ceritanya berawal dari puluhan tahun yang lalu, ketika para gembong
sekulerisme dan libelarisme sedang mengalami proses 'cuci otak' di
barat. Lewat program beasiswa ke luar negeri, para mahasiswa Islam itu
secara sistematis menjalani operasi otak. Aqidah dan tauhid mereka
dipreteli satu persatu oleh tokoh-tokoh yahudi kafir laknatullah, dengan 
mengatasnamakan kajian ilmiyah, modern dan kritis.
Bertahun-tahun mereka mengalami proses ganti jati diri secara
sistematis dan didanai oleh musuh-musuh Allah itu, sehingga akhirnya
berubahlah mereka dari seorang muslim menjadi sosok baru, yang
cenderung ingkar Allah dan ingkar nabi, kalau perlu ingkar kitab suci.
Entah mengapa, proses ini tetap berjalan seiring dengan berlalunya
zaman. Kini mereka telah berkembang biak dan populasinya semakin
meningkat. Ibarat wabah hama yang datang menyerang, IAIN-IAIN
se-Indonesia dijadikan tempat bertelurnya larva. Kini larva-larva itu
telah menetas menghasilkan ribuan spicies predator.
Dan bagaikan predator, makhluk jadi-jadian itu kini sudah menjadi
hama yang mematikan. Bukan saja pemikiran sesat yang bernada menghina
agama, tetapi sekarang sudah sampai ke titik terang-terangan memusuhi
agama.
Kalau dulu generasi Cak Nur mereka masih malu-malu, tapi sekarang
dengan pongahnya mereka menyatakan bahwa IAIN adalah wilayah bebas
tuhan. Apa artinya? Hanya mereka yang tahu, barangkalidi sana sudah
tidak dibutuhkan lagi tuhan. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Mereka pun sudah sampai berani menginjak-injak kitab suci Al-Quran,
sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh pemeluk agama apapun terhadap
kitab sucinya. Bahkan tanpa perasaan berani-beraninya mengucapkan:
anjing-hu akbar. Na'uzubillah.
Kini mereka menyerukan kawin sesama jenis. Alasannya, kata mereka
karena di Al-Quran tidak ada larangan secara tegas. Sehingga mereka
bilang bila tidak ada larangan, maka hukumnya kembali menjadi halal.
Saking kesalnya, pak Adian Husaini sampai bilang bahwa kalau di
Al-Quran tidak ada larangan kawin dengan anjing atau monyet, apakah
berarti hukumnya jadi boleh?Kita tunggu saja, kapan mereka akan
kampanye agar manusia kawin dengan anjing dan monyet.
Padahal tidak ada agama di dunia ini yang sampai menyerukan
homoseksualitas. Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Konghuchu dan
seterusnya, tak satu pun yang sampai menganjurkan nikah sejenis.
Bagaimana mungkin ada mahasiswa fakultas syariah, sampai bisa
berijtihad seenaknya, lalu menyimpulkan bahwa kawin sejenis bukan hanya
halal, tetapi dianjurkan.
Sikap Kita
Sesuai dengan fitrahnya, sesuatu yang sesat itu pasti akan ditentang
oleh masyarakat, bahkan oleh semua pihak. Meski telah didanai oleh
kekuatan asing, gerakan sekulerisme dan liberalisme belum tentu keluar
jadi pemenang.
Misalnya saja kampanye anti jilbab yang dahulu didengungkan oleh Cak
Nur sejak 1970-an, bukannya orang makin menjauhinya, tetapi justru
semakin banyak saja yang memakainya sekarang ini. Demikian juga ide
penggantian lafadz Assalamu 'alaikum menjadi selamat pagi, justru para
penyiar berita di TV berlomba-lomba membuka acaranya dengan lafadz khas
umat Islam.
Fenomena ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT:
Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka,
dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun
orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS At-Taubah: 32)
Dan sesuatu yang bisa menghibur kita adala bahwa kalau kita lelah
dan kesal menghadapi ulah mereka, ketahuilah bahwa mereka pun juga
lelah dan kesal kalau melihat kenyataan bahwa apa yang mereka
kampanyekan dengan susah payah dan susah tidur itu tidak juga
menunjukkan hasil. Ibarat anjing mengonggong kafilah berlalu. Semakin
keras upaya mereka yang mengkafirkan bangsa ini, semakin banyak saja
orang-orang yang kembali kepada Islam dan konsekuen dengan syariat.
Ini juga mengingatkan kita pada firman Allah lainnya, ketika Allah SWT 
menghibur nabi-Nya:
Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum itupun mendapat
luka yang serupa. Dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia; dan
supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman supaya sebagian kamu
dijadikan-Nya syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. 
Ali Imran: 140)
Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka. Jika kamu
menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan,
sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah
apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa': 104)
Jadi bukan hanya kita saja yang berjuang dan berkorban
mempertahankan aqidah umat, tetapi mereka juga berkorban harta dan jiwa
juga. Bedanya, kita berjuang di jalan Allah dan dijanjikan keridhaan
serta surga-Nya. Sedangkan mereka berjuang di jalan thaghut, serta
dijanjikan murka dan azab-Nya.
Sesungguhnya pertarungan antara haq dan batil adalah pertarungan
abadi hingga hari kiamat. Telah berlalu para nabi dan rasul sebelum
kita. Mereka telah merasakan pahitnya ulah musuh-musuh Allah, tidak
sedikit di antara para nabi dan rasul itu yang dilukai, disakiti bahkan
dibunuh.
Sekarang pun kita menjadi penerus para nabi dan rasul. Kita bela
risalah mereka, kita tegakkan syariah yang mereka ajarkan, kita
perjuangkan agama mereka. Dan kita berhadapan dengan para pewaris
Fir'aun, Namrudz, Abu Jahal. Bedanya, kalau dulu musuh para nabi itu
memang orang kafir, sekarang kita harus berhadapan dengan anak bangsa
kita yang telah dicuci otaknya dan diganti jati dirinya.
Semoga Allah SWT melindungi kita dari tikaman pemikiran jahat para
orientalis bejat yang terkutuk, yang telah tega-teganya melacurkan
aqidah mahasiswa muslim. Amien ya rabbal 'alamin.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Ahmad Sarwat, Lc.

"Fa maadza ba'da-lhaqq, illa-dl_dlalaal"

Leo Imanov
Abdu-lLah
AllahsSlave        Subscribe to risalah-alfurqan        Powered by 
us.groups.yahoo. com

[Non-text portions of this message have been removed]


   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke