Dengan kejadian terbunuhnya(?) siswa David Hartanto di S'pore terkuaklah semua 
sikap 
si "red dot" negara kota di utara nusantara ini sebagai negara kota yang 
menganggap enteng martabat negara Indonesia.
 
Kayaknya kira2 begini sikapnya si red dot ini. Nuwun sewu apabila salah 
ber-analisa.
Orang/pemerintah S'pore menganggap negara di belahan selatan ini sebagai negara 
yang tidak bisa dibilang memegang teguh martabatnya, apalagi ,apabila kita 
memasuki hak hidup manusia.
Tetnunya semua negara akan mendahulukan/melindungi semua warga negaranya.
Tapi si red dot ini rupanya sudah kebablasan. Kebablasan ini kayaknya
memang disengaja, karena "opponent"nya si negara diselatan itu dianggap
bisa dipermainkan sak-enaknya.
Pikir si red dot itu...lihat saja.....warganya sendiri  yang sudah ketahuan 
punya kiprah  untuk memajukan negara Indonesia ...Bung Munir saja di racunin
 tanpa ada achir ceritanya. Lha, si red dot ini pikir, aku kan perlu melindungi 
wargaku apalagi "lawan" adu kebenaran ini negara yang sudah mengecewakan
warganya (Bung Munir, to name one), ya aku ngotot ajalah pikir si red dot, toh 
nanti "lawan"ku itu akan bungkem...achirnya. 
 
Bahkan kakaknya David (William) itu kecewa atas sikap KBRI S'pore yang kurang 
gesit menangani kasus ini. Ya aku ngerti, mungkin KBRI itu ya pikir2 lha kasus 
Bung Munir aja yang terang2an diracuni ngak ada bekas kelanjutannya tuh, lha 
koq susah mesti sengketa sama si red dot yang "perkasa"?
 
Jadi selain banyak yang menginginkan kasus David itu tertuntaskan, tapi aku 
minta juga agar jangan lupa kalau kasus terbunuhnya bangsa dewek oleh bangsa 
dewek itu mesti dijadikan prioritas pertama, simple as that!
 
Harry Adinegara(pecinta kebenaran dan hukum)


--- On Tue, 24/3/09, Yap Hong-Gie <[email protected]> wrote:


From: Yap Hong-Gie <[email protected]>
Subject: [t-net] Kematian David Masih Misteri
To: [email protected], "PPIIndia" <[email protected]>, 
"Tionghoa-net" <[email protected]>, "Nasional" 
<[email protected]>
Received: Tuesday, 24 March, 2009, 1:16 PM






http://www.tvone. co.id/berita/ view/9896/ 2009/03/19/ kematian_ david_masih_ 
mist
eri

Kematian David Masih Misteri 
19 Mar 2009 14:34:30
Jakarta, (tvOne)

Jasad David Nusawijaya sudah menyatu dengan lautan Singapura. Namun, misteri
kematian mahasiswa Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, asal Indonesia
itu belum terkuak. 

Menurut kakak David, William Widjaja, hasil otopsi jenazah adiknya bahkan
belum keluar. "Katanya baru keluar setelah sebulan. Saya bingung, polisi
negara kita yang sering dituding kerjanya tidak bagus saja maksimal tiga
hari sudah ada hasil otopsi, ini satu bulan, perlu dipertanyakan, " kata
William seperti dilansir vivanews.com, Kamis 19 Maret 2009. 

Keluarga menduga ada yang jangal dalam pengusutan kasus kematian David oleh
polisi Singapura. "Kok adik saya yang korban, handpone dan laptopnya
disita," kata William.

Sampai saat ini, tambah dia, keluarga tak tahu apa informasi yang tersimpan
dalam dua benda pribadi milik David tersebut. "Takutnya ada bukti tersimpan
di sana. Kita tak bisa menjamin bukti-bukti itu akan disampaikan oleh polisi
Singapura," tambah dia. 

Pihak keluarga sama sekali tak dihubungi pemerintah Singapura untuk
mengabarkan perkembangan penyelidikan. "Kami hanya bisa memantau lewat
media," kata William. 

Tak hanya pihak Singapura yang dianggap tak peduli dengan keluarga David,
William mengatakan kerja Kedutaan Besar RI untuk Singapura juga tak
maksimal. "Kalau hanya memantau, maaf saja, siapapun bisa," kata dia.

Sesaat setelah kejadian, tambah William, KBRI seharusnya juga mengkopi data
dalam handphone dan laptop milik David. "Kita boleh saja khawatir akan ada
yang sengaja dihapus," tambah dia. 

Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia seharusnya tak hanya berdiam diri
menunggu hasil penyelidikan polisi Singapura. Pemerintah, kata William, bisa
memberi tekanan pada Singapura, tindakan yang pasti dilakukan negara lain
jika ada warga negaranya meninggal di Indonesia. "Apalagi ini meninggalnya
tidak wajar," kata William.
 

















      Stay connected to the people that matter most with a smarter inbox. Take 
a look http://au.docs.yahoo.com/mail/smarterinbox

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke