http://capresindonesia.wordpress.com/2009/03/24/prestasi-dan-kinerja-pemerintahan-sby/#comment-395
agung, di/pada Maret 25th, 2009 pada 4:49 am Dikatakan: Edit Comment Data kemiskinan antara World Bank dan BPS jelas berbeda karena tolak ukur kriteria kemiskinan juga berbeda. BPS dari tahun jebot ampe sekarang, tolak ukur kriterianya ya gitu2 juga. klo mau dibandingin secara series ya musti pake tolak ukur yang sama juga, jgn langsung ngambil konklusi angka kemiskinan disulap-sulap hanya dilihat dari hipotesis kalau angka World Bank ama BPS beda! contoh: klo mau bandingin datanya (ngeliat persentase penduduk miskin terhadap statistik penduduk indonesia), ya data worldbank taon 2004 compared to data worldbank 2008. ato data bps 2004 compared to data bps 2008. jgn data bps 2008 compared to worldbank 2008 (karena tolak ukur kriteria kemiskinannya beda). jgn pula data bps 2004 compared to worldbank 2008 (karena tolak ukur kriteria kemiskinannya beda). BPS tu Instansi Independent! mestinya pengamat seperti anda menilai secara objektif, jgn hanya karena pemerintah dapat raport hitam saja BPS dipersalahkan. # nizaminz, di/pada Maret 25th, 2009 pada 6:16 am Dikatakan: Edit Comment Mas Agung, garis kemiskinan yang dibuat World Bank itu berlaku internasional. Bahkan saya lihat garis kemiskinan World Bank yang baru meningkat jadi US$ 1,25/orang/hari untuk kemiskinan Absolut dan US$ 2 untuk kemiskinan moderat: http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/TOPICS/EXTPOVERTY/EXTPA/0,,contentMDK:20153855~menuPK:435040~pagePK:148956~piPK:216618~theSitePK:430367,00.html the World Bank uses reference lines set at $1.25 and $2 per day (2005 Purchasing Power Parity terms). == Itu berlaku dari tahun 2005 hingga sekarang. Jadi kalau Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan absolut Rp 459.000 dan kemiskinan moderat Rp 720.000. Kalau dibandingkan dengan Garis Kemiskinan (Poverty Line) di AS lebih tinggi lagi bedanya, yaitu US$ 10.400 untuk 1 orang/tahun (US$ 28/hari atau Rp 10,2 juta/bulan): http://en.wikipedia.org/wiki/Poverty_in_the_United_States Kalau BPS menetapkan garis kemiskinan jauh di bawah itu, Rp 182.636, hasilnya seolah-olah jumlah orang miskin di Indonesia sangat sedikit. Padahal harga barang di negara kita relatif tidak beda dengan di negara lain. Sebagai contoh harga bensin di Indonesia ternyata sama dengan di AS (US$ 0,5/liter) dan lebih mahal dari beberapa negara lainnya seperti Brunei, Mesir, Iran, Turkmenistan, dsb. http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_usage_and_pricing Kriteria miskin menurut BPS adalah pendapatan Rp 6.000/hari. Nah kira2 untuk makan saja di Jakarta minimal Rp 4.000, jadi 2x makan Rp 8.000. Itu sudah melewati garis kemiskinan BPS. Belum lagi kontrak rumah minimal Rp 100 ribu/bulan. Belum kalau harus sekolah/beli buku. Belum beli pakaian/sabun. Jadi aneh sekali penghitungan garis kemiskinan BPS. Anda mau digaji sebesar 5 kali garis kemiskinan yang anda buat? BPS Independen? Meski anda sebagai karyawan BPS merasa BPS Independen/obyektif, namun biasanya yang bisa menilai orang lain. Peserta lomba tidak bisa menilai dirinya juara 1 atau 2. Juri/orang lain yang menilainya. Dari situs BPS disebut BPS adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang bertanggung-jawab langsung ke Presiden: http://www.bps.go.id/aboutus/ Badan Pusat Statistik (BPS-Statistics Indonesia) is a Non-Departmental Government Institution directly responsible to the President. Jika masukan BPS tepat, misalnya presiden SBY tahu ternyata jumlah penduduk miskin sangat besar, bisa jadi SBY akan bekerja lebih giat untuk memakmurkan rakyatnya. Tapi jika SBY merasa jumlah penduduk miskin ternyata sudah sangat sedikit, ya bisa jadi tidak akan segigih itu berjuangnya. Jadi masukan BPS sangat penting. Jangan menyalahkan saya. Banyak media/orang yang mengkritik garis/angka kemiskinan yang dibuat BPS. Silahkan lihat: http://www.unisosdem.org/article_fullversion.php?aid=9799&coid=2&caid=30&gid=3 Menggugat Ukuran Kemiskinan Oleh: Prof Ali Khomsan http://www.indosiar.com/fokus/54501/ajaib-data-kemiskinan-bps Ajaib, Data Kemiskinan BPS http://www.suarapembaruan.com/indeks/News/2008/09/22/Utama/ut01.htm Standar garis kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 182.636 per kapita per bulan tidak sesuai dengan kondisi riil saat ini. Masih banyak lagi kritikan itu. Harusnya BPS bersikap terbuka dan menjadikannya sebagai masukan yang membangun. === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam? Kirim email ke: [email protected] Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

