CUMA SHARING

Assalaamu'alaikum..WrWb

Yaah, itulah memang faktanya p' syapun pernah mengalami hal yg sama, ketika 
istri melahirkan di RSU pemerintah dg Askes, istri sudah lemas, kta disuruh 
menunggu lama dg penjelasan yg kurang memuaskan,dg nekat sy masuk keruangan 
terlarang dg ibu2x hamil yg akan melahirkan yg tdk pantas dilihat,yg akhirnya 
terjadi adu mulut. Tpi rupanya istri sudah menlpon Dr.Obgyn mantan dosennya yg 
kerja di RS trsb yg kebetulan sedang tdk jaga, kemudian beliau nelpon kepala 
ruangan trsbt.
akhirnya tindakan infuspun dilakukukan dg menambahkan obat perangsang mules 
sampai lahir. Maknya u/ kelahiran yg kedua nanti, sy berencana di RB Swasta yg 
sudah bekerjasama dg PT Askes,walupun bayar setengahnya.
Di RSCM pun pernah sy alami, seorang tman minta dianter u/ berobat ibunya yg 
sakit,tpi tiba jam 11, dibilang dokternya sdh tdk ada ,sy bilang "mba,..ini 
bukan siap2x sy, bukan ibu,saudar, sy Cuma nganter,...lagi2x akhirnya dilayani 
& dokternya ada. Mungkin..itulah indonesia, khususnya Jakarta, dg 
budaya,...Kencing aja bayar....!

Untuk puskesmas, jika memang dia termasuk puskesmas Induk, klo sabtu tutup,itu 
bisa dilaporkan ke Dinkes setempat,karena puskesmas sudah di beri kelonggaran 
buka hanya setengah hari,karena itu sabtu harus buka, kecuali PUSTU(puskesmas 
pembantu), yg hanya buka di hari hari yg dia tentukan.

Untuk proses perubahan puskesmas bukan perawatan menjadi puskesmas 24 
jam(perawatan), ada hal2x yg harus dipertimbangkan, seperti jumlah pegawai yg 
tersedia, jumlah kunjungan pasien,APBD dll.

Pelayan kesehatan di indonesia,khususnya pelayanan kesehatan yg ada di 
pemerintah, memang masih banyak yg perlu diperbaiki, yg mengakibatkan kurang 
terpuaskannya masyarakat.karena itu, pd kesempatan Penyesuaian Ijazah sy dg 
persyaratan suatu makalah, sy mengangkat : PENERAPAN JAMINAN MUTU DI PUSKESMAS.
Yg salah satu latar belakangnya adalah kenapa harus selalu dokter yg harus jadi 
kepala puskesmas, yg basik pendidikannya adalah mendiagnosa penyakit, bukan u/ 
memimpin, begitu juga kepala Dinkes .
yg memungkinkan terjadi kekurangtepatan pengambilan keputusan, terutama 
penempatan orang2x/pegawai yg tdk sesuai dg ahlinya. Tpi sekali 
lagi,yaah.......itulah sistimnya,....Demo.../...Revolusi..?....kalo 
banyakan...........
kalo sendiri?,.......bisa ga makan anak bini. he he he.

KORUPSI?...menurut saya, tdk akan hilang,kecuali suatu negara di pimpin oleh 
seorang presiden / Raja / Perdana Mentri /Pendekar yg selalu ingat dan takut 
sama Neraka.

Pemerintahan dijalankan dg benar, bukan baik.
Benar bisa baik, bisa juga tdk baik.
Baik belum tentu benar.

Ini bukan rekayasa....
Pd kuliah dulu, pernah seorang dosen bertanya:

"Negara seperti apa sih yg ideal /yg di idam2xkan?...

Teman sy semua menjawab dg jawaban yg rata2x adalah  negara dg ekonomi yg sudah 
maju dan mapan, Tpi dosen tdk membenarkannya.
Sy iseng menjawabnya dg mengilustrasikan sebuah lagu SLANK yg berjudul PULAU 
BIRU, lagunya pasti p' Erwin tau deh,

 ...eeeh ternyata di benarin juga,sy jdi kaget juga.
Ternyata maksud beliau, Stabilitas politik yg sehat dan dinamis, bagaimana 
suatu negara akan membangun,klo keadaan tdk aman, katanya.

Satu lagi pd kesempatan sidang hasil kkl (kklnya di daerah jalan antara serpong 
dan pamulang,yg mana tempat trsbt banyak warung remang2x,tpi aman2x saja ), 
awalnya hal trsbt mau di angkat untuk penelitian, tpi dilarang o/ dosen dg 
alasan demi kelancaran kkl &  menghindari kesalahpahaman.

Pd sidang hasil kkl "setelah teman,giliran sy di tanya o/ penguji,..."Gimana 
klo hal trsbt terjadi di daerah kamu, sudah lapor san sini tpi masih aman2x 
saja ?.....

Dg spontan saya menjawab!.....Saya akan lapor FPI pa. Dosen diam ,tdk seperti 
keteman2x sy. Tpi apesnya, sy dapat nilai B, biarlah...yg penting lulus.
Skali lagi, ini bukan rekayasa....ASLI loo.

PEMERINTAH ?..

Penjahat / buaya klo perutnya laper biasanya suasana ga tenang / aman.

Kekuasaan klo di pegang o/ penjahat, bisa saja suasana terkendali ( aman )
Kekuasaan klo di pegang o/ bukan penjahat, bisa terjadi suasana ga tenang ( ga 
aman )

Tpi.... bisa juga bila dipegang o/ bukan penjahat, suasana aman,..dan......
Bisa juga bila di pegang o/ penjahat, suasana tdk aman,...mungkin o/ azab tuhan.
yaah,..mudah2xan manusia semua dpt petunjuk, biar jadi mantan orang tdk baik, 
yg nantinya mereka akan menyayikan sebait lagu ?...
AKUUU INGIN KEMBALI KEMASAKECILKU DULUUUU.......
AKU INGIN BERSIH SUCI SEPERTI DULUUU........

Jadi........

intinya.......

bingung......

pusing,......

CAPPEDEEH.....

Terimakasih,
Mohon maaf,klo ada yg tdk berkenan



Assalaamu'alaikum...WrWb





--- In [email protected], Erwin Arianto <erwinaria...@...> wrote:
>
> Beberapa hari ini saya terserang penyakit Maag dan berobat ke rumah sakit,
> jumlah biaya yang dikeluarkan cukup besar mungkin untuk beberapa orang,
> mungkin termaksud saya, untungnya masih ada Asuransi Kesehatan yang
> diberikan dari Perusahaan jadi gratis deh. Seandainya seluruh rakyat dapat
> menikmati pengobatan murah dan gratis betapa bahagaianya orang indonesia
> ini. Bukankah kesehatan adalah hak dasar warga yang seharusnya dipenuhi oleh
> negara!
> 
> Melihat di televisi membaca media cetak dan Electronik bahwa kesehatan Di
> Republik Indonesia sangatlah mahal, serta saat ini Rumah sakit cenderung
> memilih pasien, karena rumah sakit umunya menolak pasien yang miskin, pernah
> pengalaman sahabat saya yang jatuh dari motor dia di bawa kerumah sakit
> hanya di diamkan saja, sampai rumah sakit mengetahui bahwa dia dijamin oleh
> kantor. Bukankah rumah sakit bertugas merawat pasien dahulu, baru ketika
> pasien sembuh membicarakan kesehatanya.
> 
> Berbicara Rumah Sakit DiINdonesia hanya bicara sakit Hati, banyak
> permasalahan pada sektor kesehatan di negeri ini, diawali degan Mal praktek
> dokter, Rumah Sakit yang menolak pasien karena tidak ada biaya, membaca
> kasus Dorkas kelahiran cesar di RS bukannya sembuh malah membuat orang koma,
> dan Rumah sakit Mitra keluarga depok pada 17 Desember 2008 lalu  biaya
> perawatan yang sudah mencapai Rp 250 juta sebuah angkat yang sangat luar
> biasa... Bila dilihat dari penghasilan UMR yang ditetapkan oleh Negara
> sebesar Rp 900-1 jt. maka gaji pegawai tidak akan mampu untuk membayar biaya
> rumah sakit.
> 
> Mengutip pernyataan mentri kesehatan yang ditulis pada tanggal 13 Oktober
> 2008 Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatku geram dengan banyaknya
> mafia perdagangan obat yang banyak beredar sehingga harga obat sangat mahal.
> Akibat hal ini banyak masyarakat miskin yang tidak mampu mendapat pelayanan
> kesehatan secara layak. "Harga obat di Indonesia paling mahal di dunia," dan
> menteri kesehatan pun mengatakan  khawatir sistem liberal ini akan
> mempersulit rakyat mendapat layanan kesehatan secara layak. Padahal, kata
> dia, warga miskin seharusnya berhak mendapat layanan kesehatan secara
> gratis.
> 
> Mentri bisa mengatakan program yang bagus dilapangan Jangankan kesehatan
> gratis, biaya kesehatan saat ini sudah berada di luar akal kaum marjinal.
> Satu hal yang menyedihkan pemerintah menjadikan puskesmas sebagai ujung
> tombak pelayanan kesehatan masayarakat, tapi ironinya puskesmas dekat rumah
> saya hanya beroprasi dari jam 9.00 sampai jam 11.00 hasil pemantauan
> langsung ketika jam 11 puskesmas tersebut menolak lagi adanya pasien. memang
> begitukah kinarja puskesmas yang menurut pendapat saya seharusnya puskesmas
> beroprasi 24 jam, apakah orang sakit disuruhh menunggu, mau ke dokter atau
> rumah sakit yang berdiri dengan gedung yang sangat megah perlu biaya yang
> tinggi, sedang puskesmas yang terjangkau hanya beroprasi 2 jam sehari dan
> sabtu/minggu tutup atau libur, sehingga pemanfaatan puskesmas tidak
> optimal.Selain Waktu operasional yang singkat peralatan pada puskesmas tidak
> lah lengkap atau maksimal.
> 
> Berbicara Tentang rumah sakit pemerintah sangatlah ruwet terkait dengan
> birokrasi yang cukup tinggi, sebutlah Rumah Sakit Ciptmangun Kusumo,
> disanana memang terdapat peralatan yang cukup lengkap tetapi mental petugas
> yang bobrok sering membuat masyarakat mendapat pelayanan maksimal. hal itu
> dapat dirasakan ketika kita mencari kamar untuk rawat inap, walaupun kasat
> mata terlihat masih banyak kamar kosong, tetapi akan di bilang penuh, maka
> kita harus memberi tips kepada Ofice boy untuk meminta bantuan mencari kamar
> kosong, atau Pemanfaatan korsi dorong yang dikomersialkan, ketika kita
> memakai kursi dorong untuk orang sakit kita akan di pungut biaya Rp 25.000.
> atau banyaknya dokter muda yang berlatih, ketika pasien sakit dokter muda
> hanya menjadikan kita sebagai tempat pelatihan, dengan membawa catatan dan
> akan melaporkan ke seniornya. sungguh Ironi rumah sakit yang tertua dan
> terlengkap di Indonesia ini.
> 
> Masih adakah  dokter yang mau memberikan pelayanan kesehatan dengan biaya
> semampunya, atau hal ini sesuai dengan mahalnya biaya kuliah untuk menjadi
> dokter. Atau Banyak Dokter yang sudah dibutakan oleh uang CN (Credit Note)
> adala sebuah istilah sebuah pabrikan obat untuk menyogok dokter untuk
> memberi obat pada merek tertentu. Tidaklah heran Materialisme atau
> Kapitalisme membuat semua orang menjadi Buta akan perasaan kemanusiaan. Para
> kaum miskin saat ini sangatlah sulit untuk membayar biaya kesehatan yang
> sedemikian besar. Mereka hanya mampu membayar 5 ribu rupiah saja bukannya 50
> ribu / 100 ribu rupiah. Di negara ini, nyawa orang miskin lewat begitu saja.
> Tidak mampu bayar sama dengan nyawa lewat. Tidak ada kepedulian terhadap
> orang miskin. Tidak ada rasa sayang pemerintah terhadap rakyat miskin.
> Dokter pun berpihak kepada uang. Tidaklah mereka sadar, bahwa si miskin juga
> manusia yang patut diperlakukan secara manusiawi.
> 
> Dan Faktor yang Fundamental yang membuat biaya kesehatan mahal adalah
> terjadinya korupsi, Hasil kajian ICW tentang korupsi kesehatan dari 51 kasus
> korupsi kesehatan yang diusut sampai tahun 2008 dan menimbulkan kerugian
> negara mencapai Rp 128 miliar hanya mampu menyeret regulator ditingkat lokal
> kadinkes dan dprd serta direktur rumah sakit.  Sedangkan korupsi ditingkat
> middle upper nol. Selain itu, kasus korupsi yang terungkap masih berputar
> dalam pengadaan barang dan jasa dengan modus markup sebanyak 22 kasus dengan
> kerugian negara sebesar Rp 103 miliar. Hanya sebagian kecil korupsi dengan
> modus penyuapan terungkap. Padahal modus penyuapan merupakan modus paling
> banyak dan potensial terjadi terutama korupsi ditingkat middle upper yang
> mungkin melibatkan pejabat Depkes, DPR, BPOM dan Badan pengawas kesehatan
> lainnya.
> 
> Korupsi kesehatan telah berdampak buruk bagi derajat kesehatan dan pelayanan
> kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Hasil pengujian statistic atas kasus
> korupsi dengan indicator kesehatan seperti angka kematian bayi, angka
> harapan hidup dan ipm (indeks pembangunan manusia) ditingkat propinsi
> membuktikan kasus korupsi dan kerugian negara telah menaikkan angka kematian
> bayi dan menurunkan angka harapan hidup dan ipm.
> 
> Kompleknya Penyebab mahalnya biaya Kesehatan dan Obat-obatan di Indonesia
> Seharusnya sebagai pemerintah khusus nya departemen kesehatan melihat ini
> merupakan sebuah pukulan yang kuat bagi dunia kesehatan di Indonesia.
> Sebagian besar kaum miskin tidak percaya dengan dokter dengan biaya yang
> sedemikian mahal. Saya menganggap Indonesia gagal dalam memberikan kesehatan
> kepada rakyatnya. Malu dong pak pemerintah. Dimana seharusnya setiap orang
> yang hidup di Indonesia baik itu kaya atau miskin berhak mendapatkan
> kesehatan yang sudah menjadi tanggung jawab dari pemerintah untuk
> memakmurkan rakyatnya.
> 
> Pemerintah saat ini hanya bereaksi ketika suatu kasus sudah terekspos pada
> media masa seperti kasus dorkas, atau kasus kasus kesehatan lain yang telah
> terberitakan ke media dan pemerintah pun hanya bersikap reakti untuk
> memadamkan. Maka pemerintah harus membuat sistem Jaminan kesehatan yang
> menyeluruh untuk seluruh lapisan masyarakat bukan hanya untuk orang yang
> memiliki  kemampuan tetapi untuk seluruh rakyat indonesia. Dananya dari
> pajak kami yang telah kami bayarkan. Mungkinkah kesehatan akan menjadi murah
> dan terjangkau... semoga pemerintah memiliki itikad baik bukan hanya
> menyalahkan atau pun reaktif hanya pada kasus yang terungkap.. Semoga....
> 
> 
> Bukankah kesehatan adalah hak dasar warga yang seharusnya dipenuhi oleh
> negara!
> 
> Ada Opini katanya ORANG MISKIN DILARANG KERAS :
> 
> 1. sekolah tinggi-tinggi....
> 2. sakit parah-parah....
> 
> Depok, 25 Maret 2009
> 
> -- 
> Best Regard
> Erwin Arianto,SE
> ¥¨¥ë¥¤¥ó ¥¢¥ê¥¢¥ó¥È ¡ÊÆâÉô´Æºº»ö̳¶É¡Ë
> -------------------------------------
> SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke