http://www.antara.co.id/arc/2009/3/26/ribuan-orang-hadiri-pemakaman-pejabat-plo-di-lebanon

*Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Pejabat PLO di Lebanon*


*Beirut *(ANTARA News/AFP) - Ribuan anggota kelompok-kelompok Palestina yang
bersaing, Hamas dan Fatah, Rabu mengiringi pemakaman seorang pejabat
*Organisasi
Pembebasan Palestina (PLO)* yang tewas dalam serangan bom.

*Kamal Medhat*, orang kedua PLO di Lebanon, tewas dalam serangan bom pinggir
jalan Senin di luar kamp pengungsi Mieh Mieh di Lebanon selatan bersama tiga
orang lain, termasuk dua pengawalnya.

Peti jenazah Medhat dan tiga korban lain, yang terselimuti bendera
Palestina, dibawa sejauh tiga kilometer melewati jalan-jalan di Beirut dari
Masjid Imam Ali menuju "pemakaman syuhada" Palestina.

Para pengawal PLO berada di barisan depan memimpin iring-iringan jenazah
yang diikuti ribuan orang yang meneriakkan lagu-lagu revolusioner, sementara
beberapa orang lagi membawa foto keempat korban tewas itu dan yang lain
mengibarkan bendera-hendera Palestina, Fatah dan Hamas.

Selama pengiringan jenazah itu, wakil PLO di Lebanon Abbas Zaki berjalan
berdampingan dengan pejabat-pejabat Hamas.

Medhat memelopori upaya-upaya untuk mengakhiri perselisihan antara Fatah
yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan gerakan Hamas serta
sejumlah kelompok garis keras lain yang beroperasi di beberapa dari 12 kamp
pengungsi Palestina di Lebanon.

Medhat (58) juga adalah mantan pembantu almarhum Presiden Palestina Yasser
Arafat dan pernah menjadi kepala intelijen untuk Fatah di Lebanon.

Beberapa surat kabar Lebanon mengatakan, pembunuhan itu mungkin "pembalasan
dendam" antara Fatah dan Hamas.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan Medhat itu sebagai aksi
terorisme. Hamas juga mengutuk serangan tersebut.

Medhat sedang mendampingi Abbas Zaki, yang tidak terluka dalam ledakan
tersebut, mengunjungi kamp Mieh Mieh ketika pemboman itu terjadi. Di Lebanon
terdapat 12 kamp pengungsi Palestina yang menampung lebih dari 200.000
pengungsi yang terdaftar.

Kedua pejabat Palestina itu menghadiri pertemuan untuk mendamaikan
keluarga-keluarga yang berselisih di kamp pengungsi tersebut.

Beberapa sumber Palestina di Lebanon mengungkapkan bahwa Medhat terlibat
dalam pergolakan kekuasaan internal gerakan Fatah, sementara pejabat tinggi
Hamas Osama Hamdan mengatakan ia memainkan "peranan sangat besar" dalam
meredakan ketegangan di antara kelmpok-kelompok Palestina di Lebanon.

Hamdan, yang menyebut Medhat sebagai syuhada, mengatakan kepada televisi
Hizbullah al-Manar bahwa mustahil mengatakan siapa dalang serangan tersebut
namun pelakunya melayani kepentingan Israel.

Kedaan sangat tegang di kamp Mieh Mieh dan kamp pengungsi Palestina yang
berdekatan, Ain al-Hilweh, tempat Fatah dan sejumlah kelompok Islamis
bersaing memperebutkan pengaruh.

Dua orang, termasuk seorang aktivis Fatah, tewas Sabtu dalam tembak-menembak
di kamp Mieh Mieh. Bentrokan itu disebabkan oleh perselisihan keluarga.

Ketegangan di antara kelompok-kelompok Palestina tetap menimbulkan risiko
tinggi bagi stabilitas di Lebanon, yang telah menderita akibat serangkaian
pembunuhan, perang dengan Israel dan krisis politik internal yang
melumpuhkan dalam beberapa tahun ini.

Lebanon dijadwalkan melaksanakan pemilihan umum parlemen pada 7 Juni.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke