http://www.antara.co.id/arc/2009/3/26/jalani-nyepi-bali-sunyi-tanpa-suara/


*Jalani Nyepi, Bali Sunyi Tanpa Suara*


*Denpasar* (ANTARA News) - *Bali* yang berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa,
ditambah puluhan ribu wisatawan, Kamis berubah sunyi dan hening saat umat
Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian menyambut Tahun Baru Saka 1931.

Kota Denpasar yang sehari-hari macetan lalu lintas, berubah sangat lengang
dan sunyi senyap, menyusul introspeksi diri warga Bali dalam kesunyian
selama 24 jam sejak pukul 06.00 pagi.

Tapa Brata Penyepian meliputi amati karya (tidak bekerja dan aktivitas
lainnya), amati geni (tidak menyalakan api), amati Lelungan (tidak
bepergian) dan amati Lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu, tanpa
hiburan/bersenang-senang).

Di sejumlah sudut kota Denpasar dan banyak desa atau perkampungan terdekat
hanya suara alam kicauan burung dan suara satwa atau pepohonan yang
terdengar.

Warga kompleks Perumnas Monang-Maning Denpasar, kawasan perumahan
berpenghuni sekitar 2.500 kepala keluarga berasal dari berbagai etnis di
Nusantara, ikut menyepi guna menghormati Hari Suci Nyepi.

Hanya beberapa pecalang (petugas keamanan desa adat) yang berjaga di ujung
gang dan perempatan jalan.

Wisatawan mancanegara terlihat ikut melaksanakan tapa brata penyepian,
sedangkan lainnya diperkenankan melakukan aktivitas hanya dalam kawasan
hotel tempatnya menginap.

Pantai Kuta yang setiap hari diramaikan turis-turis berjemur, berubah
senyap.

Semenara itu, bandara internasional Ngurah Rai yang sehari-hari melayani
lebih dari 170 pesawat berbadan lebar, ditutup kesebelas kalinya, bersama
dengan empat pelabuhan laut di Bali.

Bandara Ngurah Rai ditutup selama 24 jam untuk semua jenis penerbangan, baik
domestik maupun internasional di mana seperti tahun sebelumnya, penerbangan
domestik dengan tujuan akhir dan keberangkatan  Bandara Ngurah Rai
ditiadakan.

Namun, penerbangan transit masih diizinkan, itupun dilarang mengangkut
penumpang dengan tujuan dan berangkat dari Denpasar, kecuali penumpang
transit yang sudah ada di bandara.

Ketentuan sama berlaku untuk penerbangan internasional, sedangkan
penerbangan lintas "technical landing" dan "emergency landing" dipertahankan
dengan syarat awak pesawat dan penumpang harus tetap berada di wilayah
Bandara Ngurah Rai.

Bali menetapkan, selama HariNyepi tidak ada pemberiaan keistimewaan bagi
siapa pun untuk berkendara, kecuali warga yang mesti berobat ke rumah sakit.
(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke