blm pernah dicoba khan? hehe..



________________________________
From: masdimas62 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, March 27, 2009 9:22:57 PM
Subject: [ppiindia] Re: Din: Krisis Disebabkan Sistem Dunia yang Anti Tuhan


Iya niiy...Coba bikin Indonesia jadi negara Taliban kayak di Afganistan. Bakal 
makmur sejahtera, rakyat bahagia, sehat, kecukupan, gak kekurangan apa pun, 
bisa bagi-bagi opium ke seluruh dunia seluruh dunia. Salah neh, NKRI.. 
hi..hi..hii 

--- In ppiin...@yahoogroup s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:
>
> NKRI siy pura2an proTuhan hihihi makanye dari doeloe ga maju2, kena kutux :p
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ __
> From: Sunny <am...@...>
> To: Undisclosed- Recipient@ ...
> Sent: Friday, March 27, 2009 3:43:02 AM
> Subject: [ppiindia] Din: Krisis Disebabkan Sistem Dunia yang Anti Tuhan
> 
> 
> Refleksi : NKRI mengalami krisis berkepanjangan. Apakah krisis tsb  karena 
> pro Tuhan?
> 
> http://www.detiknews.com/read/2009/03/27/021525/1105571/10/din-krisis-disebabkan-sistem-dunia-yang-anti-tuhan
> 
> Jumat, 27/03/2009 02:15 WIB
> 
> Din: Krisis Disebabkan Sistem Dunia yang Anti Tuhan
> Laurencius Simanjuntak - detikNews
> 
> Jakarta - Dunia Islam harus mengajukan solusi bagi kerusakan peradaban yang 
> ditandai dengan kemiskinan, kebodohan, kesenjangan, kerusakan lingkungan 
> hidup,  selain kekerasan dan perang. Kerusakan ini diperburuk oleh aneka 
> krisis pangan, energi, lingkungan hidup dan keuangan. 
> 
> Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, usai 
> menghadiri World Islamic People's Leadership atau Kepemimpinan Rakyat Islam 
> Sedunia (KRIS). Din yang juga wasekjen KRIS baru saja selesai mengikuti 
> Sidang  Dewan Eksekutif World Islamic People's Leadership, yang berlangsung 
> di Paris, 24-25 Maret. 
> 
> "Aneka krisis ini disebabkan sistem dunia yang anti Tuhan," tegas Din dalam 
> rilis yang diterima detikcom, Kamis (26/3/2009)
> 
> Menurut Din, saat ini dunia memerlukan sistem alternatif yang tidak hanya 
> mengedepankan aspek materiil, tapi juga spirituil. Saat ini diperlukan 
> paradigma pembangunan baru yang dapat membawa manfaat bagi manusia dan 
> kemanusiaan. 
> 
> "Paradigma baru itu dapat disebut sustainable development with meaning atau 
> pembangunan berkelanjutan dengan makna," jelasnya.
> 
> Dalam bidang ekonomi, lanjut Din, sistem ini memadukan pertumbuhan dan 
> pemerataan, dan dalam bidang politik mendorong demokrasi yang tetap bertumpu 
> pada nilai etika dan moral.
> (lrn/lrn)
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke