Tarif Multiguna PLN Pusingkan Industri Sejak awal 2009, sudah diberlakukan kembali tarif daya max dan multiguna. Selasa, 31 Maret 2009, 17:36 WIB Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
VIVAnews - Pemberlakuan kembali tarif multiguna PT Perusahaan Listrik Negara membuat industri kelimpungan. "Sejak awal 2009, sudah diberlakukan kembali tarif daya max dan multiguna di seluruh Indonesia," kata Direktur Industri Tekstil Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Arryanto Sagala di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 31 Maret 2009. Menurut dia, alasan PLN memberlakukan kembali tarif multiguna justru kontraproduktif. "PLN alasannya supaya lebih irit, kalau begitu bagaimana industri bisa irit," ujarnya. Stimulus dari pemerintah untuk listrik pun dinilainya sangat kecil. Sebelumnya, tarif multiguna tidak dikenakan di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Hanya untuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tapi sejak awal tahun ini sudah diberlakukan lagi. Untuk menghasilkan energi listrik sendiri, menurut Anshari, industri akan keberatan karena jatuhnya Rp 2.000 per kilowatt jam. "Semuanya tergantung PLN," kata dia. .. VIVAnews Mohon maaf, sekaligus bagi info: Dijual sebidang tanah 2285 M2 harga per meter Rp. 55.000,00 (bisa nego) Lokasi: Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Ciapus - Bogor. Langsung tanpa perantara, bila berminat hubungi: 08122449167 (Iman) 081288770326 (Alex) [email protected] [email protected] [Non-text portions of this message have been removed]

