Refleksi :  Sebagusnya para caleg harus menyatakan berapa isteri atau suami 
mereka miliki, supaya pencita poligami atau polyandri bisa memilih  caleg 
sesuai selera kebutuhan.

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009033107281756

  Selasa, 31 Maret 2009 
     

     
     
     
     

CALEG POLIGAMI: Solidaritas Perempuan Bantah Ditunggangi 


      JAKARTA (Lampost): Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI) membantah jika 
aksi menolak caleg poligami ditunggangi pihak tertentu. Aksi tersebut murni 
dilakukan sebagai langkah melindungi hak perempuan.

      "Kami tidak ditunggangi siapa pun. Kita dari awal komitmen untuk 
mengkritisi semua partai," kata Koordinator SPI Yeni Rosa Damayanti,

      Minggu (29-3) malam.

      Pernyataan Yeni merupakan reaksi atas tudingan anggota Dewan Syuro Partai 
Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid, yang menyatakan aksi menolak poligami 
merupakan usaha untuk menyudutkan partainya. Hidayat juga menuding ada 
pihak-pihak tertentu yang menunggangi para aktivis tersebut.

      Menurut Yeni, data yang ia kumpulkan tentang para caleg yang berpoligami 
merupakan data valid dari berbagai sumber. Namun ia mengaku tidak semua partai 
terbuka dalam memberikan status anggotanya. "Misalnya ada yang menyebutkan 
Alvin Lie poligami, tapi kita nggak ada bukti. Itu karena partainya yang susah 
memberikan data," jelas Yeni.

      Oleh karena itu, kata Yeni, tidak menutup kemungkinan ada partai lain 
yang memiliki lebih banyak caleg yang beristri lebih dari dua. "Kita sangat 
menghargai jika ada yang mau memberi data tambahan dari partai lain," imbuhnya.

      Menurut Yeni, sikap PKS dan PPP yang permisif terhadap poligami tidak 
bisa diterima SPI. Namun partai lain yang menutupi calegnya yang poligami jauh 
lebih buruk karena masyarakat bisa mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan 
nantinya. "Khususnya bagi kaum perempuan, harusnya partai-partai itu lebih 
terbuka," pungkasnya.

      Sebelumnya, Hidayat Nurwahid menuding tindakan SPI mengumumkan daftar 
caleg yang berpoligami agar tidak dipilih ditunggangi pihak tertentu. "Ini 
ditunggangi untuk mencitranegatifkan PKS agar tidak dipilih," kata Hidayat.

      Hidayat tegas menyatakan bila pengumuman itu merupakan upaya black 
campaign bagi PKS. Alasannya karena secara terbuka dari belasan nama, beberapa 
orang adalah PKS. "Mereka poligami tidak melanggar hukum. Dan Anda boleh tanya 
kepada istri-istri mereka, apakah mereka dizalimi, tertekan, dan tertindas?" 
jelasnya. n DTC/U-1
     



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke