Renungan setelah melihat TV One semalam tentang peristiwa Madiun,

Yang pasti saya tidak percaya dengan Gerindra yang menjadi kiri setelah melihat 
wawancara fadli zon sebagai sejarahwan yang tidak netral dalam komentarnya.





Darah untuk Revolusi

 

Bumi pertiwi terlalu sering harus mandi darah

Disetiap pergantian rezim selalu saja tumpah darah

Darah yang sengaja ditumbalkan sebagai sesaji

Bagi sang penguasa tiran sekedar untuk pelempang jalan

 

Disetiap waktu selalu saja sama tidak berubah

Ada saja yang dibunuh dan membunuh patriot

Yang berbeda adalah tinta yang tertoreh sejarah

Karena sejarah tertoreh sesuai kuasa penguasa

 

Banyak patriot bangsa terkubur tanpa nisan

Ditembak mati atau dikubur hidup - hidup

Oleh saudara sebangsa tanpa sebuah pengadilan

Bahkan sekedar tersenyum perpisahan tiada waktu

 

Tidak ada kejadian pemberontakan tanpa design

Sehingga tidaklah pantas disebut sebuah pengkhianatan

Revolusi memang butuh korban pekik sang pemimpin

Demi perjuangan anda semua layak mati sebagai pengkhianat

 

Peristiwa Madiun, PRRI, Gestapu sampai peristiwa Mei

Tidak ada satupun yang benar terungkap siapa dalang

Semua terlibat jika tidak mati, akan hilang tanpa bekas

Jikapun teriak maka teriak sumbang sesuai pesanan

 

Benarkah peristiwa madiun tumbal tetap utuhnya RI.?

Benarkah peristiwa Gestapu tumbal pembangunan 35 tahun

Bagaimana dengan peristiwa - peristiwa yang lainnya.?

Apakah tidak ada design dibalik peristiwa tersebut

 

Jadi, siapakah sebenarnya sang patriot bangsa

Apakah yang bertabur bintang dan tanda jasa

Yang menimati gelimang harta dan kekuasaan

Ataukah yang berkalang tanah tumbal revolusi tanpa nisan

 

Regards,

KangNoer010409

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke